Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM dinamika peperangan asimetris, klaim mengenai kemampuan Iran menghancurkan jet siluman F-35 tanpa bergantung pada teknologi radar Rusia (seperti seri Rezonans atau S-300) berfokus pada penggunaan sensor pasif. Salah satu teknologi kunci yang menjadi perbincangan adalah Infrared Search and Track (IRST).
Berbeda dengan radar konvensional yang memancarkan gelombang radio, IRST bekerja berdasarkan deteksi emisi panas (inframerah). Yuk simak terus tentang IRST.
IRST adalah sistem sensor pasif yang mendeteksi dan melacak objek yang memancarkan radiasi inframerah. Pada jet tempur seperti F-35, panas dihasilkan dari dua sumber utama: mesin (exhaust) dan gesekan udara dengan badan pesawat (aerodynamic heating) saat terbang pada kecepatan tinggi.
Iran telah mengembangkan berbagai sistem elektro-optik dan termal secara mandiri. Berikut mekanisme bagaimana IRST dapat digunakan untuk menargetkan pesawat siluman:
Baca juga : Bedah Teknologi 33 Rudal Iran Dari Era Shahab hingga Generasi Hipersonik
| Kelebihan (Pros) | Kekurangan (Cons) |
|---|---|
| Kebal terhadap teknologi Radar Absorbent Material (RAM) pada F-35. | Sangat dipengaruhi oleh kondisi cuaca (awan, kabut, dan hujan dapat menghalangi sensor). |
| Tidak dapat dideteksi oleh sistem pertahanan elektronik pesawat lawan. | Jarak deteksi umumnya lebih pendek dibandingkan radar frekuensi rendah (VHF). |
| Dapat diintegrasikan pada platform mobile yang sulit dilacak satelit. | Kesulitan menentukan jarak (range) target secara akurat tanpa bantuan laser rangefinder. |
Meskipun IRST menawarkan solusi "anti-siluman", F-35 memiliki sistem Engine Nozzle Design dan Fuel Heat Sink yang dirancang untuk meminimalkan jejak panas. Selain itu, F-35 dilengkapi dengan Distributed Aperture System (DAS) yang memungkinkan pilot melihat ancaman dari segala arah, termasuk rudal pencari panas yang mendekat.
Baca juga: Kontroversi Doa Franklin Graham Klaim Iran Ingin Musnahkan Yahudi
Untuk benar-benar menghancurkan F-35 menggunakan IRST tanpa bantuan radar Rusia, Iran memerlukan jaringan sensor yang sangat rapat (dense sensor network). Strategi ini melibatkan penempatan banyak sensor IRST di berbagai titik untuk melakukan triangulasi posisi pesawat secara akurat guna memberikan solusi tembakan (firing solution) kepada baterai rudal seperti Sayyad atau sistem lokal lainnya.
Data Validasi: Hingga saat ini, belum ada laporan resmi atau bukti medan perang yang menunjukkan penghancuran F-35 oleh sistem IRST Iran. Informasi mengenai efektivitas sistem ini sebagian besar berasal dari klaim media militer domestik Iran dan analisis teknis mengenai potensi sensor elektro-optik dalam menghadapi teknologi stealth. (I-2)
Militer AS melalui USS Rafael Peralta mencegat kapal tanker M/T Stream menuju Iran. Ketegangan di Selat Hormuz meningkat di tengah kebuntuan diplomasi.
Presiden AS Donald Trump memilih strategi blokade ekonomi berkepanjangan terhadap Iran untuk menekan ekspor minyak dan menghindari risiko perang terbuka.
Arab Saudi mendesak Dewan Keamanan PBB secara eksplisit mengecam serangan Iran sejak awal krisis, sembari menyoroti pentingnya keamanan Selat Hormuz bagi ekonomi global.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Pertemuan mungkin masih berlangsung, serta menegaskan proposal tersebut sedang dibahas. Meski demikian, Leavitt menolak berspekulasi lebih jauh.
HARGA minyak dunia terus menunjukkan tren kenaikan meskipun Iran mengajukan proposal untuk mengakhiri blokade di Selat Hormuz.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved