Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
GELOMBANG penolakan terhadap perang yang dilancarkan Israel dan Amerika Serikat (AS) terhadap Iran sejak 28 Februari lalu mulai membesar. Ratusan warga Israel turun ke jalan di Tel Aviv dan Haifa pada Sabtu (28/3) waktu setempat, memicu bentrokan fisik dengan aparat keamanan yang berupaya membubarkan massa.
Meskipun jumlah massa belum menyamai puluhan ribu orang yang memprotes perang Gaza tahun lalu, partisipasi masyarakat dilaporkan terus meningkat. Unjuk rasa kali ini diikuti oleh sejumlah mantan anggota parlemen dan organisasi sayap kiri terkemuka seperti Standing Together, Peace Now, dan Woman Wage Peace.
Pihak kepolisian Israel menyatakan demonstrasi tersebut ilegal karena melanggar aturan keamanan masa perang yang membatasi kerumunan maksimal 50 orang akibat ancaman rudal dari Iran dan Libanon. Di Tel Aviv, setidaknya 13 orang ditangkap setelah polisi membubarkan massa dengan paksa, termasuk penggunaan teknik chokehold (pitingan leher) terhadap demonstran. Sementara di Haifa, lima orang lainnya ditahan karena memblokade jalan.
Kelompok aktivis menuding pemerintah berusaha membungkam perbedaan pendapat. "Pemerintah takut akan perluasan gerakan protes ini," tegas perwakilan kelompok tersebut dalam sebuah pernyataan resmi.
Berdasarkan jajak pendapat terbaru dari Israel Democracy Institute, dukungan publik terhadap perang masih tergolong tinggi namun mulai menunjukkan pergeseran. Sebanyak 78% warga Yahudi Israel mendukung perang. Namun secara keseluruhan, angka penolakan publik terhadap perang meningkat dari 4% pada awal Maret menjadi 11,5% pada akhir bulan ini. (CNA/B-3)
Militer AS melalui USS Rafael Peralta mencegat kapal tanker M/T Stream menuju Iran. Ketegangan di Selat Hormuz meningkat di tengah kebuntuan diplomasi.
Presiden AS Donald Trump memilih strategi blokade ekonomi berkepanjangan terhadap Iran untuk menekan ekspor minyak dan menghindari risiko perang terbuka.
Arab Saudi mendesak Dewan Keamanan PBB secara eksplisit mengecam serangan Iran sejak awal krisis, sembari menyoroti pentingnya keamanan Selat Hormuz bagi ekonomi global.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Pertemuan mungkin masih berlangsung, serta menegaskan proposal tersebut sedang dibahas. Meski demikian, Leavitt menolak berspekulasi lebih jauh.
HARGA minyak dunia terus menunjukkan tren kenaikan meskipun Iran mengajukan proposal untuk mengakhiri blokade di Selat Hormuz.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved