Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
IRAN mengambil langkah tegas terhadap lalu lintas kapal di Selat Hormuz. Terbaru, Garda Revolusi Iran menyatakan telah memaksa tiga kapal kargo untuk putar balik saat mencoba melintasi jalur strategis tersebut.
Dalam pernyataannya, otoritas militer Iran menegaskan tindakan itu diambil setelah peringatan tidak diindahkan.
“Pagi ini, menyusul klaim bohong presiden Amerika Serikat yang korup bahwa Selat Hormuz terbuka, tiga kapal kontainer dari berbagai negara dipaksa berbalik setelah peringatan dari angkatan laut Garda Revolusi,” demikian pernyataan resmi Garda Revolusi.
Iran juga menegaskan pembatasan berlaku bagi kapal yang memiliki keterkaitan dengan negara atau pihak yang dianggap sebagai musuh.
“Pergerakan kapal apa pun menuju atau dari pelabuhan yang berafiliasi dengan sekutu dan pendukung musuh Zionis-Amerika, ke tujuan mana pun dan melalui jalur apa pun, dilarang,” lanjut pernyataan tersebut.
Data dari firma intelijen energi Kpler menunjukkan setidaknya dua kapal kontainer milik perusahaan pelayaran Tiongkok, COSCO, sempat mencoba melintas namun akhirnya mundur. Kedua kapal itu diketahui telah tertahan di kawasan Teluk sejak konflik pecah pada akhir Februari.
Langkah Iran ini menandai pengetatan kontrol yang semakin nyata atas salah satu jalur energi terpenting dunia.
Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya menyatakan Iran sempat mengizinkan sejumlah tanker minyak melintas sebagai sinyal keseriusan dalam perundingan. Namun, perkembangan terbaru menunjukkan akses di Selat Hormuz tetap sangat terbatas. (AFP/H-4)
Militer AS melalui USS Rafael Peralta mencegat kapal tanker M/T Stream menuju Iran. Ketegangan di Selat Hormuz meningkat di tengah kebuntuan diplomasi.
Presiden AS Donald Trump memilih strategi blokade ekonomi berkepanjangan terhadap Iran untuk menekan ekspor minyak dan menghindari risiko perang terbuka.
Analisis mengungkap krisis Timur Tengah picu kerugian global US$1 triliun. Di sisi lain, perusahaan minyak raup laba besar di tengah kemiskinan dunia.
Emirat Arab resmi umumkan keluar dari OPEC dan OPEC+ mulai 1 Mei. Langkah strategis ini diambil di tengah krisis energi akibat konflik di Selat Hormuz.
Arab Saudi mendesak Dewan Keamanan PBB secara eksplisit mengecam serangan Iran sejak awal krisis, sembari menyoroti pentingnya keamanan Selat Hormuz bagi ekonomi global.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved