Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
IRAN mengklaim mulai memungut biaya transit sebesar 2 juta dolar AS atau sekitar Rp32 miliar dari sejumlah kapal yang melintasi Selat Hormuz sebagai bentuk penegasan kedaulatan baru di jalur strategis tersebut.
Hal itu disampaikan anggota Komite Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri parlemen Iran, Alaeddin Boroujerdi.
Boroujerdi mengatakan Iran kini menerapkan apa yang disebutnya sebagai konsep baru kedaulatan atas selat tersebut setelah 47 tahun, termasuk dengan mengenakan biaya bagi kapal tertentu.
"Mengumpulkan 2 juta dolar AS sebagai biaya transit dari beberapa kapal yang melintasi selat mencerminkan kekuatan Iran," ujar Boroujerdi dikutip dari TRT World.
Sejak awal Maret, Iran disebut secara efektif telah menutup Selat Hormuz bagi sebagian besar kapal.
Jalur ini merupakan salah satu rute utama pengiriman energi dunia yang biasanya menangani sekitar 20 juta barel minyak per hari serta sekitar 20 persen perdagangan gas alam cair global.
Penutupan tersebut berdampak pada meningkatnya biaya pengiriman dan asuransi, sekaligus mendorong kenaikan harga minyak serta memicu kekhawatiran terhadap kondisi ekonomi global. (H-4)
Militer AS melalui USS Rafael Peralta mencegat kapal tanker M/T Stream menuju Iran. Ketegangan di Selat Hormuz meningkat di tengah kebuntuan diplomasi.
Presiden AS Donald Trump memilih strategi blokade ekonomi berkepanjangan terhadap Iran untuk menekan ekspor minyak dan menghindari risiko perang terbuka.
Analisis mengungkap krisis Timur Tengah picu kerugian global US$1 triliun. Di sisi lain, perusahaan minyak raup laba besar di tengah kemiskinan dunia.
Emirat Arab resmi umumkan keluar dari OPEC dan OPEC+ mulai 1 Mei. Langkah strategis ini diambil di tengah krisis energi akibat konflik di Selat Hormuz.
Arab Saudi mendesak Dewan Keamanan PBB secara eksplisit mengecam serangan Iran sejak awal krisis, sembari menyoroti pentingnya keamanan Selat Hormuz bagi ekonomi global.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved