Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAHAN Donald Trump dilaporkan tengah melakukan persiapan terperinci untuk mengerahkan pasukan darat Amerika Serikat ke Iran. Padahal, Trump sebelumnya menegaskan tidak akan menempatkan pasukan di mana pun.
Langkah ini terungkap setelah para komandan militer senior mengajukan permintaan khusus guna mempersiapkan pengerahan personel, di tengah koordinasi intensif antara AS dan Israel terkait penggunaan sumber daya militer bersama.
Sebuah laporan pada Jumat (20/3/2026) mengungkap bahwa pemerintahan Donald Trump tengah melakukan persiapan terperinci untuk mengerahkan pasukan darat AS ke Iran.
Dalam konferensi pers sehari sebelumnya, Trump mengatakan, “Jika saya akan melakukannya, saya tentu tidak akan memberi tahu Anda.” Namun, menurut laporan CBS News, para komandan militer senior telah mengajukan permintaan khusus untuk mempersiapkan pengerahan pasukan darat AS di Iran, dengan koordinasi bersama Israel terkait penggunaan sumber daya militer secara bersama.
Gedung Putih menekankan bahwa persiapan ini merupakan tugas Pentagon untuk menyediakan opsi maksimal bagi Panglima Tertinggi, bukan indikasi bahwa Presiden telah mengambil keputusan.
Juru bicara Karoline Leavitt menegaskan, “Melakukan persiapan guna memberikan pilihan maksimal kepada Panglima Tertinggi adalah tugas Pentagon. Itu tidak berarti Presiden telah membuat keputusan, dan seperti yang dikatakan Presiden, dia tidak berencana mengirim pasukan darat ke mana pun saat ini.”
Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa pejabat militer membahas prosedur menangani tahanan perang, termasuk jika pasukan dan paramiliter Iran ditahan, serta lokasi penahanan mereka.
Sementara kemungkinan pengerahan pasukan darat dipertimbangkan, Iran terus menargetkan infrastruktur minyak di Teluk, termasuk serangan drone ke kilang minyak di Kuwait, serta penembakan rudal ke Israel, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.
Saat ini, sekitar 4.000 anggota militer AS ditempatkan di kawasan, termasuk 2.500 Marinir, dengan armada tiga kapal amfibi yang menampung jet tempur F-35, rudal, dan kendaraan amfibi siap untuk serangan darat. Data terbaru militer AS menunjukkan 13 anggota tewas dan 200 terluka, meski tanpa pasukan darat yang dikerahkan. (Anadolu/Ant/I-1)
Militer AS melalui USS Rafael Peralta mencegat kapal tanker M/T Stream menuju Iran. Ketegangan di Selat Hormuz meningkat di tengah kebuntuan diplomasi.
Presiden AS Donald Trump memilih strategi blokade ekonomi berkepanjangan terhadap Iran untuk menekan ekspor minyak dan menghindari risiko perang terbuka.
Arab Saudi mendesak Dewan Keamanan PBB secara eksplisit mengecam serangan Iran sejak awal krisis, sembari menyoroti pentingnya keamanan Selat Hormuz bagi ekonomi global.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Pertemuan mungkin masih berlangsung, serta menegaskan proposal tersebut sedang dibahas. Meski demikian, Leavitt menolak berspekulasi lebih jauh.
HARGA minyak dunia terus menunjukkan tren kenaikan meskipun Iran mengajukan proposal untuk mengakhiri blokade di Selat Hormuz.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved