Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
AMERIKA Serikat dikabarkan mulai melunak dalam menetapkan syarat perundingan dengan Iran. Laporan media Ibrani, Haaretz, menyebutkan bahwa Washington setuju untuk membatasi cakupan pembicaraan yang dijadwalkan pada Jumat (20/3) hanya pada program nuklir Teheran saja.
Langkah ini menandai pergeseran signifikan dalam posisi tawar AS. Sebelumnya, Washington bersikeras memasukkan isu program rudal balistik Iran serta aktivitas kelompok-kelompok proksinya di kawasan ke dalam meja perundingan. Sementara Iran menegaskan kesepakatan masih mungkin dicapai asalkan AS memenuhi sejumlah syarat, salah satunya tidak membawa program rudal balistik Teheran ke meja perundingan.
Keputusan Washington untuk menerima syarat Teheran dilaporkan terjadi setelah adanya mediasi intensif dari negara-negara regional, termasuk Qatar, Arab Saudi, dan Oman. Sumber yang memahami urusan Timur Tengah memperingatkan bahwa Iran telah menyatakan kesiapan untuk konflik regional jika kerangka negosiasi mereka ditolak.
Meskipun negara-negara tetangga tidak menginginkan dominasi Iran, mereka memahami bahwa serangan militer terhadap Teheran akan berdampak katastrofik bagi stabilitas kawasan. Oleh karena itu, negara-negara Teluk terus mendesak AS untuk mengedepankan jalur diplomasi dan dialog.
Sumber tersebut menambahkan bahwa di balik retorika kerasnya, kepemimpinan Iran kemungkinan bersedia meninggalkan program nuklirnya jika kesepakatan yang tepat tercapai. Namun, jalur negosiasi ini masih dipenuhi ketidakpastian.
Hingga saat ini, Gedung Putih belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait laporan ini. Washington juga belum menetapkan batasan tuntutan maksimal mereka dalam berkas nuklir tersebut, sementara tekanan regional agar diplomasi diberi kesempatan terus menguat. (Middle East Monitor/B-3)
Militer AS melalui USS Rafael Peralta mencegat kapal tanker M/T Stream menuju Iran. Ketegangan di Selat Hormuz meningkat di tengah kebuntuan diplomasi.
Presiden AS Donald Trump memilih strategi blokade ekonomi berkepanjangan terhadap Iran untuk menekan ekspor minyak dan menghindari risiko perang terbuka.
Arab Saudi mendesak Dewan Keamanan PBB secara eksplisit mengecam serangan Iran sejak awal krisis, sembari menyoroti pentingnya keamanan Selat Hormuz bagi ekonomi global.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Pertemuan mungkin masih berlangsung, serta menegaskan proposal tersebut sedang dibahas. Meski demikian, Leavitt menolak berspekulasi lebih jauh.
HARGA minyak dunia terus menunjukkan tren kenaikan meskipun Iran mengajukan proposal untuk mengakhiri blokade di Selat Hormuz.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved