Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SITUASI keamanan di jalur pelayaran vital dunia kembali memanas. Sebuah kapal dilaporkan dihantam oleh "proyektil tak dikenal" pada Rabu malam di lepas pantai timur Uni Emirat Arab (UEA), dekat Selat Hormuz. Insiden ini memicu kebakaran hebat di atas kapal dan menambah daftar panjang gangguan maritim sejak konflik di kawasan tersebut pecah.
Pusat Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) melaporkan bahwa insiden terjadi di Teluk Oman, sekitar 11 mil laut di timur Khor Fakkan, UEA. "Kapal tersebut terkena proyektil yang tidak dikenal, yang mengakibatkan kebakaran di atas kapal," ungkap otoritas keamanan maritim tersebut pada Kamis (19/3/2026) dini hari.
Sejauh ini, lebih dari 20 kapal, termasuk tanker minyak dan kapal kargo, telah melaporkan berbagai insiden keamanan di sekitar Teluk Arab, Selat Hormuz, dan Teluk Oman sejak perang dimulai.
Dampak dari eskalasi militer ini juga merembet ke daratan. Otoritas Abu Dhabi terpaksa menghentikan operasional di fasilitas gas Habshan dan ladang minyak Bab setelah jatuhnya serpihan dari intersepsi rudal.
"Otoritas Abu Dhabi sedang menangani insiden di fasilitas gas Habshan dan ladang minyak Bab yang disebabkan oleh jatuhnya serpihan dari intersepsi rudal yang berhasil," tulis kantor media ibu kota UEA tersebut melalui platform X. Meskipun fasilitas tersebut ditutup untuk sementara, pihak berwenang memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.
Kementerian Luar Negeri UEA mengeluarkan kecaman keras atas serangan tersebut dan menunjuk Iran sebagai pihak yang bertanggung jawab. "Serangan-serangan ini merupakan eskalasi serius dan pelanggaran terhadap prinsip-prinsip hukum internasional," tegas kementerian dalam pernyataan resminya.
Ketegangan ini terjadi hanya sehari setelah Iran mengeluarkan peringatan keras. Teheran mengancam akan menghancurkan industri minyak dan gas negara-negara Teluk, yang mereka anggap sebagai kepentingan Amerika Serikat, jika sektor energi mereka kembali diserang.
Peringatan tersebut menyusul serangan terhadap ladang South Pars milik Iran, yang merupakan cadangan gas terbesar di dunia. Ancaman ini kini membayangi stabilitas pasokan energi global, mengingat posisi strategis Selat Hormuz sebagai jalur utama distribusi minyak mentah dunia.
Hingga saat ini, otoritas maritim terus memantau situasi di Teluk Oman dan mengimbau kapal-kapal yang melintas untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra. (BBC/CNN/AFP/Z-2)
Militer AS melalui USS Rafael Peralta mencegat kapal tanker M/T Stream menuju Iran. Ketegangan di Selat Hormuz meningkat di tengah kebuntuan diplomasi.
Presiden AS Donald Trump memilih strategi blokade ekonomi berkepanjangan terhadap Iran untuk menekan ekspor minyak dan menghindari risiko perang terbuka.
Arab Saudi mendesak Dewan Keamanan PBB secara eksplisit mengecam serangan Iran sejak awal krisis, sembari menyoroti pentingnya keamanan Selat Hormuz bagi ekonomi global.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Pertemuan mungkin masih berlangsung, serta menegaskan proposal tersebut sedang dibahas. Meski demikian, Leavitt menolak berspekulasi lebih jauh.
HARGA minyak dunia terus menunjukkan tren kenaikan meskipun Iran mengajukan proposal untuk mengakhiri blokade di Selat Hormuz.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved