Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
RUSIA dilaporkan memperluas pertukaran intelijen dan kerja sama militer dengan Iran secara signifikan. Langkah ini mencakup penyediaan citra satelit langsung dan teknologi drone canggih untuk membantu Teheran menargetkan pasukan Amerika Serikat (AS) serta sekutunya di kawasan Timur Tengah.
Langkah strategis iTU diambil Kremlin guna mempertahankan mitra terdekatnya di kawasan tersebut, sekaligus memperpanjang konflik yang dinilai menguntungkan Rusia secara militer dan ekonomi di tengah tekanan perang di Ukraina.
Sumber intelijen senior menyebutkan bahwa Rusia menyediakan komponen drone Shahed yang dimodifikasi. Inovasi ini dimaksudkan untuk meningkatkan sistem komunikasi, navigasi, dan akurasi penargetan Iran. Tidak hanya perangkat keras, Rusia juga memberikan panduan taktis berdasarkan pengalaman mereka di medan tempur Ukraina.
"Paket serangan Iran saat ini sangat mirip dengan yang dilakukan Rusia di Ukraina. Mereka fokus pada penghancuran radar serta pusat komando dan kendali," ujar Nicole Grajewski, profesor di Sciences Po, universitas riset di Paris.
Data yang diberikan Rusia berasal dari armada satelit yang dikelola oleh Angkatan Udara Rusia (VKS). Citra satelit ini memberikan detail rinci mengenai pergerakan target di darat maupun laut yang sangat krusial untuk fase pra-serangan hingga penilaian kerusakan (battle damage assessment) pascaserangan.
Bantuan intelijen Moskow diyakini memfasilitasi serangan Iran terhadap sistem radar AS di wilayah Teluk, termasuk radar peringatan dini untuk sistem Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) di Yordania. Selain itu, beberapa target di Bahrain, Kuwait, dan Oman juga dilaporkan menjadi sasaran.
Menanggapi hal ini, juru bicara Gedung Putih Olivia Wales menegaskan bahwa militer Amerika Serikat tetap memiliki keunggulan operasional yang tidak terganggu oleh bantuan pihak asing kepada Iran. "Militer AS menyerang lebih dari 7.000 target dan menghancurkan ratusan aset angkatan laut Iran, yang secara drastis menurunkan kemampuan serangan rudal dan drone mereka," tegasnya.
Meskipun tidak memiliki aliansi militer formal, hubungan Rusia dan Iran semakin erat sejak invasi ke Ukraina. Iran diketahui memasok lebih dari 57.000 drone tipe Shahed ke Moskow sejak awal perang. Sebagai imbalannya, Rusia kini berbagi inovasi teknologi untuk memperkuat militer Teheran.
Ada beberapa alasan Rusia terus mendukung Iran:
Samuel Charap dari Rand Corporation menilai bahwa terlepas dari dinamika hubungan antara Vladimir Putin dan Donald Trump, Kremlin tetap memandang Washington sebagai musuh strategis yang harus dihadapi di berbagai front global. (WSJ/I-2)
Vladimir Putin tegaskan dukungan deeskalasi cepat di Timur Tengah kepada Masoud Pezeshkian. Bahas dampak serangan AS-Israel dan bantuan kemanusiaan Rusia.
Militer AS melalui USS Rafael Peralta mencegat kapal tanker M/T Stream menuju Iran. Ketegangan di Selat Hormuz meningkat di tengah kebuntuan diplomasi.
Presiden AS Donald Trump memilih strategi blokade ekonomi berkepanjangan terhadap Iran untuk menekan ekspor minyak dan menghindari risiko perang terbuka.
Arab Saudi mendesak Dewan Keamanan PBB secara eksplisit mengecam serangan Iran sejak awal krisis, sembari menyoroti pentingnya keamanan Selat Hormuz bagi ekonomi global.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Pertemuan mungkin masih berlangsung, serta menegaskan proposal tersebut sedang dibahas. Meski demikian, Leavitt menolak berspekulasi lebih jauh.
HARGA minyak dunia terus menunjukkan tren kenaikan meskipun Iran mengajukan proposal untuk mengakhiri blokade di Selat Hormuz.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved