Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump memberikan respons menohok atas pengunduran diri mendadak Direktur Pusat Kontraterorisme Nasional (NCTC), Joe Kent. Trump secara terbuka menyebut Kent sebagai sosok yang "lemah" dalam urusan keamanan nasional setelah Kent melayangkan kritik tajam terhadap kebijakan perang di Iran.
Di Ruang Oval pada Selasa waktu setempat, Trump menegaskan kepergian Kent justru merupakan hal yang positif bagi pemerintahannya. Meski sempat menyebut Kent sebagai "pria yang baik," Trump tidak menahan diri untuk menguliti performa mantan sekutunya tersebut.
"Dia (Joe Kent) adalah orang yang baik, tapi dia lemah dalam masalah keamanan," ujar Trump. "Surat pengunduran dirinya justru membuat saya sadar bahwa adalah hal yang baik dia keluar dari sana."
Perselisihan ini bermula ketika Joe Kent mengunggah surat pengunduran dirinya melalui platform X. Dalam surat tersebut, Kent menuduh pemerintahan Trump telah "memulai perang" akibat tekanan dari Israel dan lobi-lobi kuat di Amerika Serikat. Kent mengklaim Iran sebenarnya "tidak memberikan ancaman nyata" bagi AS.
Lebih jauh, Kent menuduh para pejabat tinggi Israel dan jurnalis AS telah menyebarkan misinformasi yang menyesatkan Trump hingga mengabaikan prinsip utamanya, America First.
"Ruang gema ini digunakan untuk menipu Anda agar percaya bahwa Iran merupakan ancaman mendesak bagi Amerika Serikat. Itu adalah kebohongan," tulis Kent dalam suratnya.
Pihak Gedung Putih segera menepis klaim Kent. Sekretaris Pers Karoline Leavitt menegaskan tuduhan Kent yang menyebut Trump disetir pihak asing adalah hal yang menghina dan menggelikan.
"Sebagaimana yang telah dinyatakan Presiden Trump secara jelas, dia memiliki bukti kuat dan meyakinkan bahwa Iran akan menyerang Amerika Serikat terlebih dahulu," tegas Leavitt.
Senada dengan Trump, Direktur Intelijen Nasional Tulsi Gabbard juga membela keputusan perang tersebut. Gabbard menyatakan sebagai panglima tertinggi, presiden memiliki tanggung jawab penuh untuk menentukan mana yang merupakan ancaman nyata.
"Setelah meninjau dengan cermat semua informasi yang ada, Presiden Trump menyimpulkan bahwa rezim teroris Islam di Iran merupakan ancaman mendesak dan ia mengambil tindakan berdasarkan kesimpulan tersebut," tulis Gabbard di platform X.
Joe Kent sebenarnya adalah pendukung lama Trump yang sempat gagal mencalonkan diri sebagai anggota Kongres. Meskipun ia merupakan veteran pasukan khusus AS dan CIA yang kehilangan istrinya dalam misi di Suriah, masa jabatannya sering diwarnai kontroversi.
Lembaga pengawas seperti Anti-Defamation League (ADL) menuduh Kent menggunakan kiasan antisemit dalam suratnya karena menyalahkan Israel atas konflik ini. Di sisi lain, tokoh media konservatif Tucker Carlson justru memuji Kent sebagai pria paling berani karena berani melepaskan jabatan tinggi demi prinsipnya.
Mundurnya Kent menambah daftar pejabat senior yang meninggalkan kabinet di periode kedua Trump, meskipun tingkat pergantian personel saat ini dinilai jauh lebih stabil dibandingkan masa jabatan pertamanya pada 2017-2021. (BBC/Z-2)
FBI selidiki Joe Kent terkait dugaan kebocoran informasi rahasia. Kent sebut pembunuhan Ali Khamenei oleh AS-Israel adalah kesalahan fatal.
Eks Kepala Kontraterorisme AS Joe Kent mengungkap fakta mengejutkan pasca-mundur. Ia menyebut tak ada intelijen soal serangan Iran dan adanya pembungkaman suara kritis.
Joe Kent menyebut suara-suara penentang di intelijen AS dibungkam sebelum Trump memutuskan perang dengan Iran. Tulsi Gabbard pun tersudut dalam sidang Senat.
Joe Kent mundur dari jabatan Direktur NCTC. Ia menyebut perang Iran dipicu tekanan lobi Israel, bukan ancaman nyata bagi Amerika Serikat.
Direktur Kontraterorisme AS Joe Kent mengundurkan diri sebagai protes atas perang Iran. Ia menyebut klaim "ancaman mendesak" adalah bohong, memicu keretakan di internal loyalis Trump.
Militer AS melalui USS Rafael Peralta mencegat kapal tanker M/T Stream menuju Iran. Ketegangan di Selat Hormuz meningkat di tengah kebuntuan diplomasi.
Presiden AS Donald Trump memilih strategi blokade ekonomi berkepanjangan terhadap Iran untuk menekan ekspor minyak dan menghindari risiko perang terbuka.
Arab Saudi mendesak Dewan Keamanan PBB secara eksplisit mengecam serangan Iran sejak awal krisis, sembari menyoroti pentingnya keamanan Selat Hormuz bagi ekonomi global.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Pertemuan mungkin masih berlangsung, serta menegaskan proposal tersebut sedang dibahas. Meski demikian, Leavitt menolak berspekulasi lebih jauh.
HARGA minyak dunia terus menunjukkan tren kenaikan meskipun Iran mengajukan proposal untuk mengakhiri blokade di Selat Hormuz.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved