Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PERDANA Menteri Jepang, Sanae Takaichi, menegaskan bahwa hingga saat ini pemerintah Jepang belum memiliki rencana untuk mengerahkan Pasukan Bela Diri (SDF) guna mengawal kapal-kapal komersial di Selat Hormuz. Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya tekanan dari Washington seiring dengan mobilisasi besar-besaran militer Amerika Serikat (AS) dari pangkalan di Jepang menuju Timur Tengah.
"Belum ada keputusan apa pun terkait pengiriman kapal pengawal," ujar PM Takaichi dalam rapat Komite Anggaran Majelis Tinggi, Senin (16/3). Ia menambahkan bahwa Tokyo masih mengkaji langkah mandiri yang dapat dilakukan dalam koridor hukum yang berlaku di Jepang.
Pernyataan Takaichi ini merupakan respons langsung atas seruan Presiden AS Donald Trump yang meminta Jepang dan negara-negara lain untuk mengirim kapal perang demi mengamankan jalur pengiriman minyak global yang vital tersebut. Tekanan ini datang hanya beberapa hari sebelum kunjungan tingkat tinggi Takaichi ke Washington.
Di saat Tokyo masih menimbang langkah diplomatik, Pentagon dilaporkan telah menggerakkan kekuatan tempur signifikan dari wilayah Jepang. Lebih dari 2.200 personel Unit Ekspedisi Marinir ke-31 yang berbasis di Okinawa, beserta kapal serbu amfibi USS Tripoli yang bermarkas di Sasebo, Prefektur Nagasaki, kini tengah menuju Timur Tengah.
USS Tripoli, yang mengangkut skuadron jet tempur siluman F-35B dan helikopter V-22 Osprey, menjadi inti dari gugus tugas amfibi AS untuk merespons eskalasi perang antara AS-Israel melawan Iran yang telah memasuki minggu ketiga.
Sikap hati-hati Tokyo mencerminkan dilema konstitusional dan politik dalam pengerahan militer ke luar negeri, meski sekutu utamanya terus memperkuat kehadiran tempur di kawasan konflik menggunakan aset-aset yang berbasis di tanah Jepang. (Japan Times/B-3)
Militer AS melalui USS Rafael Peralta mencegat kapal tanker M/T Stream menuju Iran. Ketegangan di Selat Hormuz meningkat di tengah kebuntuan diplomasi.
Presiden AS Donald Trump memilih strategi blokade ekonomi berkepanjangan terhadap Iran untuk menekan ekspor minyak dan menghindari risiko perang terbuka.
Analisis mengungkap krisis Timur Tengah picu kerugian global US$1 triliun. Di sisi lain, perusahaan minyak raup laba besar di tengah kemiskinan dunia.
Emirat Arab resmi umumkan keluar dari OPEC dan OPEC+ mulai 1 Mei. Langkah strategis ini diambil di tengah krisis energi akibat konflik di Selat Hormuz.
Arab Saudi mendesak Dewan Keamanan PBB secara eksplisit mengecam serangan Iran sejak awal krisis, sembari menyoroti pentingnya keamanan Selat Hormuz bagi ekonomi global.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Kapal induk mini USS Tripoli terdeteksi mendekati Singapura. Membawa 2.200 personel elit Marinir AS, kapal ini dikabarkan menuju Timur Tengah untuk misi khusus.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved