Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGKATAN Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengeklaim bahwa rudal balistiknya menghantam kapal induk AS USS Abraham Lincoln. Ini membuatnya tidak beroperasi dan memaksanya mundur dari perairan Teluk. Namun, Washington membantah klaim tersebut dengan mengatakan bahwa kapal induk AS itu terus mendukung Operasi Epic Fury.
Media AS melaporkan bahwa satu kapal Iran berlayar terlalu dekat dengan kapal induk tersebut dan pasukan Amerika menembakinya. Namun, masih belum jelas apakah kapal tersebut terkena tembakan.
Dalam suatu pernyataan, Jumat (13/3), Markas Besar Pusat Nabi Muhammad SAW mengatakan bahwa operasi presisi yang melibatkan rudal dan drone canggih menghantam kapal induk USS Abraham Lincoln sekitar 340 kilometer dari perbatasan maritim Iran di Laut Oman.
Televisi pemerintah Iran melaporkan bahwa setelah serangan tersebut, kapal AS dan kelompok penyerangnya terlihat melarikan diri dari daerah tersebut dengan kecepatan tinggi.
Televisi pemerintah tidak memberikan detail apa pun tentang klaim tersebut. Garda Revolusi Iran, sayap ideologis militer Iran, sebelumnya juga mengeklaim telah mengenai Lincoln. Akan tetapi Pentagon pada saat itu mengatakan bahwa rudal yang diluncurkan bahkan tidak mendekati sasaran.
Segera setelah laporan Iran muncul, AS membantahnya. Komando Pusat AS (Centcom) memposting gambar kapal perang Amerika dengan mengatakan, "Grup Serangan Kapal Induk Abraham Lincoln terus mendukung Operasi Epic Fury dan memproyeksikan kekuatan dari laut."
Menurut laporan CBS News, kapal Angkatan Laut AS berusaha menembak kapal Iran menggunakan meriam Mark 45 kaliber 54 berukuran 5 inci. Ini meriam angkatan laut otomatis yang dipasang di dek depan kapal perusak dan kapal penjelajah Angkatan Laut.
Tidak segera jelas kapal angkatan laut yang menembak kapal Iran. Namun, mengutip pejabat AS, laporan CBS mengatakan serangan AS beberapa kali meleset dari kapal Iran. Juga tidak jelas apakah itu dimaksudkan sebagai tembakan peringatan.
Insiden tersebut dilaporkan terjadi awal pekan ini dan status kapal Iran masih belum diketahui.
Amerika Serikat mengirimkan dua kapal induk--USS Gerald R Ford dan USS Abraham Lincoln--ke Timur Tengah untuk mengambil bagian dalam kampanye udara besar-besaran melawan Iran yang diluncurkan Washington bersama pasukan Israel pada 28 Februari.
Dua kapal perang lain--USS Spruance dan USS Michael Murphy--keduanya kapal perusak, dilaporkan berada di atas kapal Abraham Lincoln yang beroperasi di Laut Arab. Enam kapal perusak berpeluru kendali lain juga ditempatkan di Laut Arab hingga minggu lalu. (NDTV/I-2)
Iran klaim serangan rudal dan drone hantam kapal induk USS Abraham Lincoln hingga rusak berat.
Analisis mendalam hubungan IRGC Iran dan Hizbullah di tahun 2026. Menelusuri sejarah, transfer teknologi militer, hingga transformasi Hizbullah di Timur Tengah.
Militer AS melalui USS Rafael Peralta mencegat kapal tanker M/T Stream menuju Iran. Ketegangan di Selat Hormuz meningkat di tengah kebuntuan diplomasi.
Presiden AS Donald Trump memilih strategi blokade ekonomi berkepanjangan terhadap Iran untuk menekan ekspor minyak dan menghindari risiko perang terbuka.
Arab Saudi mendesak Dewan Keamanan PBB secara eksplisit mengecam serangan Iran sejak awal krisis, sembari menyoroti pentingnya keamanan Selat Hormuz bagi ekonomi global.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Pertemuan mungkin masih berlangsung, serta menegaskan proposal tersebut sedang dibahas. Meski demikian, Leavitt menolak berspekulasi lebih jauh.
HARGA minyak dunia terus menunjukkan tren kenaikan meskipun Iran mengajukan proposal untuk mengakhiri blokade di Selat Hormuz.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved