Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
IRAK menghentikan seluruh operasi di pelabuhan minyaknya setelah serangan terhadap dua kapal tanker di kawasan Teluk Arab. Insiden tersebut menambah ketegangan di Selat Hormuz yang semakin memanas akibat konflik melibatkan Iran.
Dilansir dari laman CNN, Direktur Jenderal Perusahaan Pelabuhan Irak, Farhan al-Fartousi, menyatakan bahwa aktivitas di terminal minyak negara itu telah dihentikan sepenuhnya. Namun demikian, ia menegaskan bahwa pelabuhan komersial masih tetap beroperasi untuk menjaga aktivitas perdagangan nonenergi.
“Operasi di terminal minyak Irak dihentikan sepenuhnya, sementara pelabuhan komersial tetap berjalan,” ujar al-Fartousi kepada Kantor Berita Irak, Kamis (12/3).
Serangan terbaru terjadi ketika sebuah kapal tanker minyak terbakar di perairan Teluk setelah diduga dihantam drone laut milik Iran. Insiden tersebut menewaskan satu anggota kru dan memicu operasi penyelamatan besar. Sebanyak 38 awak kapal berhasil diselamatkan dari kapal yang terbakar tersebut.
Korban tewas diketahui merupakan warga negara India yang bekerja di kapal tanker Safesea Vishnu. Dalam pernyataan resmi di media sosial X, kedutaan menyebutkan bahwa 15 awak kapal lainnya yang juga berkewarganegaraan India telah berhasil dievakuasi dan dipindahkan ke lokasi yang aman. Kedutaan juga menyatakan terus berkoordinasi dengan otoritas Irak terkait perkembangan situasi tersebut.
Sejak Rabu, sedikitnya enam serangan terhadap kapal dilaporkan terjadi di Teluk seiring dengan Selat Hormuz yang menjaadi tityik fokus perang dengan Iran.
Perusahaan pemasaran minyak milik negara Irak, State Organization for Marketing of Oil (SOMO), menilai insiden tersebut berpotensi memberikan dampak serius bagi keamanan energi nasional.
Menurut SOMO, serangan terhadap kapal tanker tidak hanya mengancam keselamatan pelayaran, tetapi juga dapat mengguncang stabilitas ekonomi Irak yang sangat bergantung pada ekspor minyak.
Ketegangan yang terus meningkat di kawasan Teluk kini membuat jalur pelayaran internasional berada dalam kondisi waspada tinggi, sementara negara-negara produsen energi di kawasan tersebut berupaya mengamankan infrastruktur vital mereka. (H-4)
Militer AS melalui USS Rafael Peralta mencegat kapal tanker M/T Stream menuju Iran. Ketegangan di Selat Hormuz meningkat di tengah kebuntuan diplomasi.
Presiden AS Donald Trump memilih strategi blokade ekonomi berkepanjangan terhadap Iran untuk menekan ekspor minyak dan menghindari risiko perang terbuka.
Arab Saudi mendesak Dewan Keamanan PBB secara eksplisit mengecam serangan Iran sejak awal krisis, sembari menyoroti pentingnya keamanan Selat Hormuz bagi ekonomi global.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Pertemuan mungkin masih berlangsung, serta menegaskan proposal tersebut sedang dibahas. Meski demikian, Leavitt menolak berspekulasi lebih jauh.
HARGA minyak dunia terus menunjukkan tren kenaikan meskipun Iran mengajukan proposal untuk mengakhiri blokade di Selat Hormuz.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved