Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KETEGANGAN di Timur Tengah mencapai titik didih baru pada hari ke-12 konflik bersenjata. Pemerintah Iran secara terbuka melontarkan penghinaan terhadap Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dengan menyebutnya sebagai "Setan" dan kembali menegaskan sumpah untuk melenyapkan Israel dari kawasan tersebut.
Pernyataan keras tersebut disampaikan oleh Yahya Rahim Safavi, penasihat senior untuk Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei. Dalam siaran televisi pemerintah pada Rabu (11/3), Safavi memberikan reaksi pedas terhadap kepemimpinan Amerika Serikat di bawah kendali Trump.
"Trump adalah presiden Amerika yang paling korup dan bodoh. Dia adalah Setan itu sendiri," tegas Safavi sebagaimana dikutip dari laporan AFP, Kamis (12/3).
Safavi juga menggarisbawahi posisi Iran dalam konflik regional yang kian memanas. Menurutnya, tidak ada ruang bagi Iran dan Israel untuk eksis bersama di Timur Tengah. "Di kawasan Timur Tengah, Israel dan Iran tidak bisa bersama. Salah satu dari mereka harus tetap ada. Yang akan tetap ada adalah Iran dan yang akan dihancurkan adalah rezim Zionis," tambahnya.
Pernyataan Iran ini muncul hanya beberapa jam setelah Presiden Donald Trump mengeklaim kemenangan prematur dalam kampanye militer yang disebutnya sebagai "Operasi Epic Fury". Berbicara di depan pendukungnya di Kentucky, Trump menyebut bahwa militer AS telah melumpuhkan sebagian besar aset angkatan laut dan udara Iran.
Namun, fakta di lapangan menunjukkan perlawanan Iran masih berlangsung sengit. Garda Revolusi Iran (IRGC) menyatakan telah melakukan operasi rudal gabungan dengan Hezbollah untuk menyerang target-target di dalam wilayah Israel sebagai balasan atas serangan udara di Teheran dan Beirut.
Selain ancaman militer, Teheran memperingatkan bahwa perang panjang ini akan menghancurkan stabilitas ekonomi global. Fokus utama saat ini tertuju pada Selat Hormuz, jalur distribusi minyak paling vital di dunia.
Kementerian Kesehatan Iran melaporkan bahwa lebih dari 1.200 orang telah tewas sejak serangan udara koalisi dimulai pada 28 Februari 2026. Sementara itu, lebih dari 800.000 warga di Lebanon juga dilaporkan mengungsi akibat perluasan zona perang oleh militer Israel.
| Indikator Konflik | Status Terkini (Maret 2026) |
|---|---|
| Lokasi Utama Pertempuran | Teheran, Beirut, Selat Hormuz |
| Pemimpin Tertinggi Iran | Ayatollah Mojtaba Khamenei |
| Klaim Kerugian Iran (versi AS) | 58 Kapal Angkatan Laut Hancur |
| Dampak Pengungsi | > 800.000 orang di Lebanon |
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri terus memantau situasi ini dan mengimbau seluruh WNI di kawasan Timur Tengah untuk segera melaporkan diri dan mengikuti instruksi evakuasi jika diperlukan. (E-4)
Militer AS melalui USS Rafael Peralta mencegat kapal tanker M/T Stream menuju Iran. Ketegangan di Selat Hormuz meningkat di tengah kebuntuan diplomasi.
Presiden AS Donald Trump memilih strategi blokade ekonomi berkepanjangan terhadap Iran untuk menekan ekspor minyak dan menghindari risiko perang terbuka.
Arab Saudi mendesak Dewan Keamanan PBB secara eksplisit mengecam serangan Iran sejak awal krisis, sembari menyoroti pentingnya keamanan Selat Hormuz bagi ekonomi global.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Pertemuan mungkin masih berlangsung, serta menegaskan proposal tersebut sedang dibahas. Meski demikian, Leavitt menolak berspekulasi lebih jauh.
HARGA minyak dunia terus menunjukkan tren kenaikan meskipun Iran mengajukan proposal untuk mengakhiri blokade di Selat Hormuz.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved