Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KAPAL kargo milik Thailand, Mayuree Naree, dilaporkan terbakar hebat setelah menjadi sasaran serangan udara saat melintasi Selat Hormuz pada Rabu (11/3/2026) pagi waktu setempat.
Laksamana Muda Parach Rattanachaiphan, perwakilan resmi Angkatan Laut Thailand, menyatakan bahwa kapal dengan bobot 30.000 ton tersebut diserang sesaat setelah meninggalkan Pelabuhan Khalifa di Emirat Arab.
"Serangan terjadi saat kapal melintasi Selat Hormuz dan menyebabkan kebakaran hebat di bagian buritan kapal," ujar Rattanachaiphan dalam keterangannya kepada pers di Bangkok.
Segera setelah informasi serangan diterima melalui saluran angkatan laut internasional, Pusat Operasi Angkatan Laut Thailand langsung berkoordinasi dengan Angkatan Laut Oman dan Kedutaan Besar Thailand di Oman untuk meluncurkan misi pencarian dan penyelamatan (SAR).
Berdasarkan data terbaru, berikut status awak kapal Mayuree Naree:
Hingga saat ini, sumber serangan udara tersebut masih belum teridentifikasi. Pihak berwenang Thailand maupun otoritas keamanan regional di Timur Tengah masih melakukan investigasi mendalam untuk menentukan apakah serangan ini melibatkan aktor negara atau kelompok nonnegara di kawasan yang tengah bergejolak tersebut.
Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya eskalasi militer di wilayah Timur Tengah yang melibatkan serangan balasan antar-negara dalam beberapa pekan terakhir. Para pelaku industri pelayaran kini diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra saat melintasi wilayah perairan Teluk. (Ant/Sputnik/RIA Novosti)
Militer AS melalui USS Rafael Peralta mencegat kapal tanker M/T Stream menuju Iran. Ketegangan di Selat Hormuz meningkat di tengah kebuntuan diplomasi.
Presiden AS Donald Trump memilih strategi blokade ekonomi berkepanjangan terhadap Iran untuk menekan ekspor minyak dan menghindari risiko perang terbuka.
Analisis mengungkap krisis Timur Tengah picu kerugian global US$1 triliun. Di sisi lain, perusahaan minyak raup laba besar di tengah kemiskinan dunia.
Emirat Arab resmi umumkan keluar dari OPEC dan OPEC+ mulai 1 Mei. Langkah strategis ini diambil di tengah krisis energi akibat konflik di Selat Hormuz.
Arab Saudi mendesak Dewan Keamanan PBB secara eksplisit mengecam serangan Iran sejak awal krisis, sembari menyoroti pentingnya keamanan Selat Hormuz bagi ekonomi global.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved