Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Qatar secara resmi membantah kabar yang menyebutkan bahwa pihaknya telah memutus saluran komunikasi diplomatik dengan Iran. Di tengah eskalasi besar-besaran yang mengguncang Timur Tengah pada Maret 2026, Doha menegaskan bahwa dialog tetap terbuka meskipun intensitasnya menurun drastis.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed Al-Ansari, menyatakan bahwa fokus utama Qatar saat ini adalah pada upaya deeskalasi guna mencegah perang regional yang lebih luas. Namun, ia mengakui bahwa interaksi tingkat tinggi antara kedua negara sangat terbatas sejak krisis pecah pada akhir Februari lalu.
Al-Ansari mengungkapkan bahwa sejak dimulainya eskalasi terbaru pada 28 Februari 2026, hanya terjadi satu kali panggilan telepon antara diplomat tertinggi (Menteri Luar Negeri) Qatar dan Iran. Hal ini menunjukkan kerenggangan yang tidak biasa dalam hubungan kedua negara yang sebelumnya dikenal cukup intens.
"Saluran komunikasi dengan Iran tidak terputus, tetapi saat ini kami benar-benar memfokuskan seluruh energi pada upaya deeskalasi," ujar Al-Ansari dalam konferensi pers di Doha, Selasa (10/3/2026).
Qatar yang biasanya berperan sebagai mediator antara Iran dan Amerika Serikat, kini menyatakan tidak lagi menjalankan peran penengah. Hal ini disebabkan Qatar harus fokus menangkis ancaman serangan Iran yang mulai menyasar wilayah kedaulatannya sendiri.
Ketegangan ini bermula dari operasi militer gabungan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari 2026 yang menargetkan fasilitas strategis di Iran. Operasi tersebut menyebabkan tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, peristiwa yang mengubah peta geopolitik secara radikal.
Pihak Teheran melaporkan bahwa jumlah korban tewas akibat serangan udara AS-Israel telah melampaui 1.200 orang, termasuk jatuhnya bom di sebuah sekolah perempuan di Iran selatan. Sebagai respons, Iran melancarkan serangan balasan masif yang menyasar wilayah Israel dan pangkalan militer AS di seluruh Timur Tengah, yang kini turut mengancam keamanan negara-negara tetangga termasuk Qatar.
Kementerian Luar Negeri Qatar terus mendesak komunitas internasional untuk segera melakukan intervensi diplomatik guna menghentikan pertumpahan darah yang terus meningkat dalam sepuluh hari terakhir.
Militer AS melalui USS Rafael Peralta mencegat kapal tanker M/T Stream menuju Iran. Ketegangan di Selat Hormuz meningkat di tengah kebuntuan diplomasi.
Presiden AS Donald Trump memilih strategi blokade ekonomi berkepanjangan terhadap Iran untuk menekan ekspor minyak dan menghindari risiko perang terbuka.
Arab Saudi mendesak Dewan Keamanan PBB secara eksplisit mengecam serangan Iran sejak awal krisis, sembari menyoroti pentingnya keamanan Selat Hormuz bagi ekonomi global.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Pertemuan mungkin masih berlangsung, serta menegaskan proposal tersebut sedang dibahas. Meski demikian, Leavitt menolak berspekulasi lebih jauh.
HARGA minyak dunia terus menunjukkan tren kenaikan meskipun Iran mengajukan proposal untuk mengakhiri blokade di Selat Hormuz.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved