Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Jakarta secara resmi mengumumkan penetapan Ayatollah Seyyed Mojtaba Hosseini Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Ketiga Republik Islam Iran. Pengumuman ini disampaikan melalui pernyataan pers resmi pada Senin, 9 Maret 2026, menyusul dinamika politik dan keamanan yang eskalatif di Teheran.
Ayatollah Mojtaba Hosseini, yang merupakan putra dari mendiang Ayatollah al-Udzma Seyyed Ali Khamenei, terpilih setelah memperoleh suara mayoritas lebih dari 85 persen dari Majelis Khobregan Kepemimpinan (Dewan Pakar Kepemimpinan). Pemilihan ini dilakukan berdasarkan mandat Pasal 107 dan 108 Konstitusi Republik Islam Iran.
Penetapan pemimpin baru ini terjadi dalam suasana duka nasional pasca wafatnya Ayatollah Seyyed Ali Khamenei. Kedubes Iran menyebutkan bahwa suksesi ini menjadi simbol keteguhan sistem pemerintahan Iran yang tidak bergantung pada satu individu, melainkan pada sistem hukum dan nilai-nilai Ilahi.
Dalam pernyataan resminya, Pemimpin Tertinggi yang baru langsung mengambil alih komando militer, termasuk memimpin tahap ke-30 dari Operasi "Janji Setia 4" (Va'deh Sadegh 4). Operasi ini disebut sebagai respons terhadap rangkaian agresi militer yang berlangsung sejak akhir Februari 2026.
Kedubes Iran di Jakarta juga merilis data komprehensif mengenai dampak serangan yang terjadi selama periode 28 Februari hingga 9 Maret 2026. Berikut adalah rincian kerugian yang dilaporkan:
| Kategori Kerugian | Jumlah/Detail |
|---|---|
| Korban Sipil (Anak-anak & Warga) | Lebih dari 1.300 jiwa |
| Target Sipil Hancur | 9.669 lokasi |
| Rumah Tinggal | 7.943 unit |
| Fasilitas Publik | 65 sekolah, 32 pusat medis, 1.617 pusat perdagangan |
| Insiden Kapal Dena | 104 personel gugur di perairan internasional |
Pihak Iran menegaskan bahwa mereka memiliki hak sah untuk mempertahankan integritas teritorialnya sesuai dengan Pasal 51 Piagam PBB. Iran menuding Amerika Serikat telah melakukan pengkhianatan diplomasi berulang, mulai dari penarikan sepihak JCPOA pada 2018 hingga serangan militer di tengah proses perundingan pada Juni 2025 dan Februari 2026.
"Republik Islam Iran akan menggunakan seluruh kemampuan dan kapasitasnya untuk menghadapi agresi kriminal ini hingga agresi tersebut dihentikan, atau hingga Dewan Keamanan PBB menjalankan tugasnya sesuai Pasal 39 Piagam PBB," demikian petikan pernyataan resmi tersebut.
Di sisi lain, Teheran menyatakan tetap berkomitmen untuk menjaga hubungan baik dengan negara-negara tetangga di kawasan berdasarkan prinsip saling menghormati dan kedaulatan masing-masing negara. Kedubes Iran di Jakarta menutup pernyataan dengan harapan agar masyarakat dunia memberikan dukungan terhadap upaya Iran dalam menghadapi ambisi peperangan di kawasan.
Korea Utara resmi dukung Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran dan kutuk serangan militer ilegal AS-Israel yang tewaskan Ali Khamenei.
Pakar UI Prof Suzie Sudarman nilai terpilihnya Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi bukti Iran teguh pada sistem ulama di tengah tekanan Barat dan Israel.
KEDUTAAN Besar Republik Islam Iran di Jakarta memberikan pernyataan resmi terkait terpilihnya Ayatollah Seyyed Mojtaba Hosseini Khamenei sebagai Pemimpin Ketiga Republik Islam Iran.
Presiden AS Donald Trump sebut terpilihnya Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran "tidak dapat diterima". Teheran abaikan ancaman Washington.
Bedah tuntas mekanisme Majelis Ahli Iran dalam menunjuk Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi ke-3 di tengah krisis global Maret 2026.
Militer AS melalui USS Rafael Peralta mencegat kapal tanker M/T Stream menuju Iran. Ketegangan di Selat Hormuz meningkat di tengah kebuntuan diplomasi.
Presiden AS Donald Trump memilih strategi blokade ekonomi berkepanjangan terhadap Iran untuk menekan ekspor minyak dan menghindari risiko perang terbuka.
Arab Saudi mendesak Dewan Keamanan PBB secara eksplisit mengecam serangan Iran sejak awal krisis, sembari menyoroti pentingnya keamanan Selat Hormuz bagi ekonomi global.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Pertemuan mungkin masih berlangsung, serta menegaskan proposal tersebut sedang dibahas. Meski demikian, Leavitt menolak berspekulasi lebih jauh.
HARGA minyak dunia terus menunjukkan tren kenaikan meskipun Iran mengajukan proposal untuk mengakhiri blokade di Selat Hormuz.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved