Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DUTA Besar Iran untuk Arab Saudi, Alireza Enayati, secara tegas membantah keterlibatan negaranya dalam serangan terhadap Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Riyadh.
"Kami mengonfirmasi bahwa Iran tidak memiliki peran apa pun dalam serangan terhadap Kedutaan Besar AS di Riyadh," ujar Enayati dalam wawancara eksklusif dengan AFP, Kamis (5/3) waktu setempat.
Di tengah eskalasi yang melibatkan AS dan Israel melawan Iran, Enayati juga menyampaikan apresiasi mendalam atas posisi diplomatik Saudi. Teheran memuji keputusan Kerajaan Saudi yang menolak wilayah udara, perairan, maupun daratannya digunakan sebagai pangkalan serangan militer terhadap Iran.
Di sisi lain, mantan Kepala Intelijen Arab Saudi, Pangeran Turki al-Faisal, memberikan kritik pedas terhadap eskalasi ini.
Menurut Pangeran Turki, Netanyahu telah berhasil meyakinkan Presiden AS Donald Trump untuk mendukung visinya. Ia menilai perang ini sengaja dipicu untuk mengalihkan perhatian dunia dari tindakan kriminal Israel di Gaza dan Tepi Barat.
"Lupakan soal normalisasi (hubungan Saudi-Israel). Lihat apa yang mereka lakukan di Gaza dan Tepi Barat," tegas Pangeran Turki. Ia menambahkan bahwa Netanyahu berusaha memanipulasi hukum dasar Israel agar bisa bertindak tanpa pengawasan, sembari menggeser fokus publik global dari isu Palestina ke arah konfrontasi dengan Iran. (Tasnim/B-3)
Sebuah ledakan mengguncang Kedutaan Besar AS di Oslo, Norwegia. Polisi menyelidiki kemungkinan aksi terorisme meski tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.
Militer AS melalui USS Rafael Peralta mencegat kapal tanker M/T Stream menuju Iran. Ketegangan di Selat Hormuz meningkat di tengah kebuntuan diplomasi.
Presiden AS Donald Trump memilih strategi blokade ekonomi berkepanjangan terhadap Iran untuk menekan ekspor minyak dan menghindari risiko perang terbuka.
Arab Saudi mendesak Dewan Keamanan PBB secara eksplisit mengecam serangan Iran sejak awal krisis, sembari menyoroti pentingnya keamanan Selat Hormuz bagi ekonomi global.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Pertemuan mungkin masih berlangsung, serta menegaskan proposal tersebut sedang dibahas. Meski demikian, Leavitt menolak berspekulasi lebih jauh.
HARGA minyak dunia terus menunjukkan tren kenaikan meskipun Iran mengajukan proposal untuk mengakhiri blokade di Selat Hormuz.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved