Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Korea Selatan resmi melarang warganya melakukan perjalanan ke Iran menyusul memburuknya kondisi keamanan di kawasan Timur Tengah. Kebijakan tersebut diumumkan Kementerian Luar Negeri Korea Selatan pada Kamis.
Mulai pukul 18.00 waktu setempat pada 5 Maret, otoritas Seoul menetapkan peringatan Level 4 untuk seluruh wilayah Iran. Status ini merupakan tingkat peringatan tertinggi yang berarti larangan perjalanan secara menyeluruh.
“Karena memburuknya situasi di Timur Tengah, keselamatan warga negara kita saat berkunjung atau tinggal di Iran menimbulkan kekhawatiran yang sangat serius,” kata kementerian itu.
Sebelumnya, pemerintah Korsel telah memberlakukan peringatan Level 3 bagi Iran yang berisi imbauan agar warga negaranya meninggalkan negara tersebut. Dengan peningkatan status menjadi Level 4, Iran kini secara resmi dimasukkan dalam daftar negara yang dilarang untuk dikunjungi.
Warga Korea Selatan hanya dapat memasuki Iran apabila memperoleh izin khusus terkait penggunaan paspor mereka. Pelanggaran terhadap ketentuan ini dapat dikenai sanksi berdasarkan undang-undang paspor Korea Selatan.
“ Kami meminta warga yang berencana melakukan perjalanan ke wilayah ini untuk membatalkan perjalanan mereka, dan mereka yang saat ini berada di sana untuk meninggalkan negara ini,” kata Kemenlu Korsel.
Pemerintah Korea Selatan menyatakan akan terus memantau perkembangan situasi di Timur Tengah secara saksama serta mengambil langkah yang diperlukan guna menjamin keselamatan warganya.
Ketegangan di kawasan meningkat setelah pada 28 Februari Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke Iran, termasuk ke ibu kota Teheran, yang mengakibatkan kerusakan serta korban jiwa di kalangan sipil.
Sebagai balasan, Iran melakukan serangan ke wilayah Israel serta sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di berbagai titik di Timur Tengah. (Ant/I-3)
Militer AS melalui USS Rafael Peralta mencegat kapal tanker M/T Stream menuju Iran. Ketegangan di Selat Hormuz meningkat di tengah kebuntuan diplomasi.
Presiden AS Donald Trump memilih strategi blokade ekonomi berkepanjangan terhadap Iran untuk menekan ekspor minyak dan menghindari risiko perang terbuka.
Arab Saudi mendesak Dewan Keamanan PBB secara eksplisit mengecam serangan Iran sejak awal krisis, sembari menyoroti pentingnya keamanan Selat Hormuz bagi ekonomi global.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Pertemuan mungkin masih berlangsung, serta menegaskan proposal tersebut sedang dibahas. Meski demikian, Leavitt menolak berspekulasi lebih jauh.
HARGA minyak dunia terus menunjukkan tren kenaikan meskipun Iran mengajukan proposal untuk mengakhiri blokade di Selat Hormuz.
Dalam dunia yang semakin rentan dengan politik identitas religius, menjaga jarak antara iman dan peluru merupakan tanda kedewasaan beragama.
Sebanyak 415 tentara AS terluka dan 13 tewas dalam operasi melawan Iran. Konflik meningkat sejak serangan gabungan AS-Israel pada Februari.
Tak cuma Iran, negara-negara sekutu seperti Prancis, Inggris, Spanyol, Jerman, Korsel, Jepang, Kanada, dll pun mulai berani berkata 'tidak' kepada mereka.
Jangan-jangan, Trump sedang mencari cara mengakhiri perang tanpa dicap salah kalkulasi dan kalah perang?
Overthinking dapat dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari kondisi tertekan, stres, hingga situasi sosial ekonomi.
“WAR is the father of all things,” tulis Heraclitus lebih dari dua milenium lalu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved