Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
IRAN menegaskan bahwa konflik bersenjata yang tengah berlangsung dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel hanya akan berakhir jika pihak lawan menghentikan tindakan agresi mereka. Pernyataan ini muncul di tengah eskalasi besar yang mengguncang kawasan Timur Tengah.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menyampaikan pernyataan tersebut saat berbicara kepada awak media di sebuah sekolah dasar di Teheran yang menjadi sasaran serangan udara AS-Israel. Menurut Baghaei, Iran sebenarnya mengedepankan langkah-langkah diplomatik sejak awal.
"Perang ini tidak dimulai oleh Iran, yang (sebenarnya) memilih diplomasi," ujar Baghaei di hadapan wartawan, Selasa (3/3/2026).
Konflik ini memuncak setelah AS dan Israel meluncurkan serangan besar-besaran terhadap wilayah kedaulatan Iran pada Sabtu, 28 Februari 2026. Berdasarkan data resmi yang dirilis Teheran, serangan tersebut menewaskan hampir 800 orang.
Di antara para korban terdapat tokoh-tokoh kunci, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dan sejumlah pejabat tinggi militer Iran.
Ironisnya, serangan mematikan tersebut terjadi hanya berselang beberapa hari setelah AS dan Iran merampungkan putaran ketiga perundingan nuklir tidak langsung yang dimediasi oleh Oman.
Baghaei mengungkapkan bahwa internal Iran sebenarnya terbelah terkait upaya diplomasi ini. Banyak pihak di dalam negeri menentang perundingan dengan Washington, merujuk pada trauma serangan serupa yang dilancarkan Israel dan AS terhadap Iran pada Juni tahun lalu.
Menyikapi situasi yang kian kritis, Baghaei mendesak Dewan Keamanan PBB dan komunitas internasional untuk segera turun tangan. Ia memperingatkan risiko meluasnya konflik ke wilayah lain jika agresi tidak segera dihentikan.
"Kami telah bersumpah untuk bertempur dengan seluruh kekuatan kami dalam pertempuran ini," tegasnya. Ia menambahkan bahwa fokus utama Teheran saat ini adalah mempertahankan kedaulatan negara.
Baghaei juga menyinggung kebingungan diplomatik yang terjadi selama 18 bulan terakhir. Menurutnya, Iran telah menerima banyak pesan yang saling bertentangan dan menyesatkan.
"Sekarang adalah waktu untuk berperang dan membela tanah air. Apa pun yang mengalihkan perhatian kami harus disingkirkan," ucap Baghaei dengan tegas.
Lebih lanjut, pihak Iran menyayangkan sikap "acuh tak acuh" dunia internasional terhadap pelanggaran hukum yang terjadi. Baghaei menyoroti bagaimana dunia seolah membiarkan terjadinya genosida dan agresi terhadap negara-negara tetangga tanpa memberikan respons yang nyata.
Ia memperingatkan bahwa jika negara-negara yang mengklaim sebagai penegak supremasi hukum dan pembentuk sistem norma internasional tidak mengambil tindakan sesuai Piagam PBB, maka dampaknya akan fatal.
"Api pelanggaran hukum dan pemberontakan akan melanda semua negara," ujarnya memperingatkan.
Sebagai respons atas serangan terhadap kedaulatan mereka, Iran dilaporkan telah meluncurkan 15 gelombang serangan balasan menggunakan rudal dan drone.
Target serangan tersebut mencakup wilayah Israel serta aset-aset militer AS yang tersebar di beberapa negara kawasan, antara lain: Bahrain dan Qatar, Uni Emirat Arab dan Yordania, serta Irak, Kuwait, dan Arab Saudi.
Meskipun Iran mengklaim ini sebagai bentuk pertahanan diri, sejumlah negara di kawasan tersebut secara resmi mengecam langkah Teheran dan menyebut serangan tersebut sebagai tindakan yang tidak dapat dibenarkan. (Ant/I-1)
MENTERI Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dijadwalkan tetap melanjutkan kunjungannya ke Pakistan pada Minggu (26/4).
PROSPEK tercapainya terobosan diplomatik dalam konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran kian memudar.
Pentagon mengumumkan pengunduran diri Sekretaris Angkatan Laut AS John Phelan secara mendadak. Langkah ini memperpanjang daftar "pembersihan" pejabat militer era Trump.
MENTERI Luar Negeri Pakistan, Ishaq Dar, menyerukan agar Amerika Serikat dan Iran mempertimbangkan perpanjangan masa gencatan senjata yang dijadwalkan berakhir pada Rabu (22/4).
Paus Leo mengklarifikasi pidatonya tentang biaya perang yang dianggap menyindir Donald Trump. Simak penjelasannya saat melakukan kunjungan ke Afrika.
PRESIDEN Donald Trump menyatakan bahwa proses negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran masih terus berlangsung dan menunjukkan kemajuan positif.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved