Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Ketegangan di Timur Tengah mencapai titik nadir setelah Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, secara tegas menyatakan bahwa Teheran tidak akan membuka jalur negosiasi dengan Amerika Serikat (AS). Pernyataan ini muncul di tengah eskalasi militer besar-besaran yang dilancarkan AS dan Israel ke wilayah Iran sejak Sabtu, 28 Februari 2026.
Larijani membantah laporan media Barat yang menyebut adanya inisiatif diplomasi melalui mediator Oman. Ia justru menuding Presiden AS Donald Trump telah menjerumuskan kawasan ke dalam kekacauan demi kepentingan politik "Israel First".
Operasi militer yang dijuluki Operation Lion's Roar oleh Israel dan Epic Fury oleh AS dilaporkan telah melumpuhkan sejumlah infrastruktur strategis. Namun, dampak kemanusiaan yang ditimbulkan sangat masif. Berdasarkan data terbaru:
| Kategori | Detail Informasi |
|---|---|
| Korban Jiwa | Lebih dari 201 orang tewas di Iran, termasuk Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei. |
| Tragedi Sipil | Serangan di sekolah dasar putri di Minab menewaskan sedikitnya 148 orang. |
| Balasan Iran | Penutupan Selat Hormuz dan serangan rudal ke kapal induk USS Abraham Lincoln. |
Pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), Dino Patti Djalal, menilai bahwa aksi militer ini bukan sekadar upaya menghentikan program nuklir, melainkan upaya sistematis untuk menumbangkan pemerintahan di Teheran. "Ini akan menjadi konflik yang berkepanjangan karena Iran memiliki jaringan politik dan militer yang signifikan di kawasan," ujarnya.
Kini, perhatian dunia tertuju pada Dewan Kepemimpinan sementara Iran yang dipimpin oleh Ayatollah Alireza Arafi. Langkah yang diambil oleh kepemimpinan transisi ini akan menentukan apakah perang akan meluas menjadi konflik regional atau tetap terlokalisasi di wilayah Persia. (MTVN/Antaranews/I-1)
Militer AS melalui USS Rafael Peralta mencegat kapal tanker M/T Stream menuju Iran. Ketegangan di Selat Hormuz meningkat di tengah kebuntuan diplomasi.
Presiden AS Donald Trump memilih strategi blokade ekonomi berkepanjangan terhadap Iran untuk menekan ekspor minyak dan menghindari risiko perang terbuka.
Arab Saudi mendesak Dewan Keamanan PBB secara eksplisit mengecam serangan Iran sejak awal krisis, sembari menyoroti pentingnya keamanan Selat Hormuz bagi ekonomi global.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Pertemuan mungkin masih berlangsung, serta menegaskan proposal tersebut sedang dibahas. Meski demikian, Leavitt menolak berspekulasi lebih jauh.
HARGA minyak dunia terus menunjukkan tren kenaikan meskipun Iran mengajukan proposal untuk mengakhiri blokade di Selat Hormuz.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved