Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PERDANA Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, menyampaikan kecaman keras atas pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatullah Khamenei. Ia menilai peristiwa tersebut berpotensi mendorong kawasan Timur Tengah ke arah krisis yang lebih dalam dan berkepanjangan.
Dalam pernyataan resminya di Kuala Lumpur pada Minggu (1/3), Anwar menegaskan sikap pemerintah Malaysia terhadap insiden tersebut.
"Saya mengecam pembunuhan Ali Khamenei, pemimpin tertinggi Iran. Tindakan ini menempatkan Timur Tengah di ambang ketidakstabilan yang serius dan berkelanjutan," ucap Anwar.
Selain mengecam, Anwar juga menyampaikan rasa duka cita kepada pemerintah serta rakyat Iran atas peristiwa yang terjadi.
Menurut Anwar, pihak-pihak yang menyambut kematian Khamenei perlu mempertimbangkan implikasi jangka panjangnya. Ia menilai bahwa ancaman yang bersifat eksistensial sering kali memicu respons yang sulit diprediksi.
Ia juga menekankan bahwa tindakan yang secara sengaja menargetkan seorang kepala negara dapat menciptakan preseden berbahaya dalam hubungan internasional. Langkah semacam itu, kata dia, berisiko merusak norma dan prinsip dasar yang selama ini menjadi fondasi tatanan global.
"Pada saat yang sama, saya mendesak otoritas Iran untuk menahan diri. Malaysia sependapat dengan pernyataan negara-negara yang menyerukan agar semua pihak menghentikan eskalasi lebih lanjut," tuturnya.
Anwar menegaskan bahwa prioritas utama Malaysia saat ini adalah memastikan keamanan warga negaranya yang berada di Iran, negara-negara Teluk, serta wilayah Timur Tengah secara lebih luas.
Ia memastikan pemerintah terus mengambil langkah yang diperlukan guna melindungi seluruh warga Malaysia di kawasan terdampak.
"Perwakilan kami telah diberikan mandat dan sumber daya penuh untuk membantu warga Malaysia," tegas Anwar.
Pemerintah Malaysia juga tengah mengkaji dampak ekonomi yang mungkin timbul akibat konflik tersebut. Evaluasi mencakup potensi risiko terhadap ruang udara regional serta kebebasan navigasi di Selat Hormuz, jalur strategis bagi perdagangan dan distribusi energi global.
Anwar menilai bahwa stabilitas perdagangan dan keamanan energi Malaysia turut terdampak secara langsung. Karena itu, pemerintah menyatakan siap mengambil langkah yang diperlukan untuk menjaga kepentingan nasional.
Malaysia secara tegas menyerukan penghentian kekerasan secepat mungkin, perlindungan terhadap warga sipil, serta dimulainya kembali dialog yang konstruktif.
Anwar menekankan bahwa solusi atas krisis tidak dapat diraih melalui jalur kekerasan.
"Penyelesaian krisis tidak dapat dicapai melalui kekerasan, melainkan memerlukan diplomasi, pengendalian diri, dan kemauan politik yang kuat." (Ant/E-4)
Militer AS melalui USS Rafael Peralta mencegat kapal tanker M/T Stream menuju Iran. Ketegangan di Selat Hormuz meningkat di tengah kebuntuan diplomasi.
Presiden AS Donald Trump memilih strategi blokade ekonomi berkepanjangan terhadap Iran untuk menekan ekspor minyak dan menghindari risiko perang terbuka.
Arab Saudi mendesak Dewan Keamanan PBB secara eksplisit mengecam serangan Iran sejak awal krisis, sembari menyoroti pentingnya keamanan Selat Hormuz bagi ekonomi global.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Pertemuan mungkin masih berlangsung, serta menegaskan proposal tersebut sedang dibahas. Meski demikian, Leavitt menolak berspekulasi lebih jauh.
HARGA minyak dunia terus menunjukkan tren kenaikan meskipun Iran mengajukan proposal untuk mengakhiri blokade di Selat Hormuz.
Presiden Prabowo Subianto mengantar langsung PM Malaysia Anwar Ibrahim ke Halim dalam satu mobil, menegaskan kedekatan personal dan kuatnya relasi bilateral.
Diberitakan sebelumnya Anwar Ibrahim akan menemui Presiden RI Prabowo Subianto, Jumat (27/3), untuk membahas kondisi geopolitik terkini.
PRESIDEN Prabowo Subianto dijadwalkan menerima kunjungan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim di Jakarta, Jumat (27/3) Sore. Kedua pemimpin negara itu akan membahas termasuk geopolitik
Wisma Putra juga menyatakan perkembangan terbaru itu memerlukan pembahasan yang komprehensif, cermat, dan terkoordinasi.
MENTERI Luar Negeri Sugiono mengungkapkan sejumlah pembahasan dalam pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Perdana Menteri Malaysia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved