Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
IRAN memasuki babak baru perundingan nuklir yang krusial dengan Amerika Serikat di Jenewa, Kamis (26/2) waktu setempat. Tehran menyatakan keyakinannya kesepakatan dapat dicapai, asalkan pemerintahan Donald Trump bersedia menghormati sejumlah prasyarat diplomatik yang sebelumnya telah dibahas melalui utusan khusus.
Para diplomat Iran menetapkan tiga syarat utama, pengakuan hak simbolis Iran untuk memperkaya uranium, izin untuk mengencerkan stok uranium yang telah diperkaya tinggi, dan tidak adanya kontrol terhadap program rudal balistik mereka.
Meskipun pejabat Iran mengklaim utusan khusus Steve Witkoff dan menantu Trump, Jared Kushner, sempat menerima prinsip-prinsip ini dalam pembicaraan tidak langsung sebelumnya, ketidakpastian kini membayangi meja perundingan.
Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, justru memberikan peringatan keras. Ia menyebut akan menjadi "masalah besar" jika Iran menolak merundingkan masalah rudal mereka.
Sikap ini sejalan dengan pidato kenegaraan (State of the Union) Presiden Trump yang bernada konfrontatif. Trump menuduh Iran masih mengejar ambisi nuklir dan terus membangun program rudal balistik yang mengancam Eropa.
"Kami telah memusnahkannya (fasilitas nuklir) dan mereka ingin memulainya dari awal lagi," tegas Trump dalam pidatonya, merujuk pada serangan AS tahun lalu.
Pernyataan ini berbanding terbalik dengan pesan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi. Sebelum bertolak ke Jenewa, Araghchi menegaskan komitmen damai negaranya melalui media sosial.
"Posisi fundamental kami sangat jelas. Iran tidak akan pernah, dalam kondisi apa pun, berupaya mengembangkan senjata nuklir; di saat yang sama, kami warga Iran tidak akan pernah melepaskan hak kami untuk mendapatkan manfaat dari teknologi nuklir damai," ujar Araghchi.
Tim negosiasi Iran dikabarkan bersedia memberikan "kemenangan politik" bagi Trump dengan merancang kesepakatan yang terlihat lebih baik daripada perjanjian tahun 2015 era Barack Obama. Sebagai langkah awal, delegasi AS kabarnya hanya meminta Iran membatasi pengayaan uranium di bawah 5% untuk keperluan sipil.
Namun, kendala utama tetap pada sektor ekonomi. Hingga kini, tawaran AS belum mencakup pencabutan sanksi secara langsung. Sebaliknya, Iran justru menuntut pembebasan aset-aset mereka yang dibekukan di luar negeri sebagai jaminan komitmen yang tidak dapat ditarik kembali.
Direktur Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA), Rafael Grossi, yang turut hadir di Jenewa, memperingatkan bahwa situasi kini berkembang menjadi sangat berbahaya seiring dengan penguatan militer besar-besaran AS di kawasan Timur Tengah.
"Pencapaian kesepakatan sudah dalam jangkauan, tetapi hanya jika diplomasi diprioritaskan," pungkas Araghchi.
Jika diplomasi ini menemui jalan buntu, kekhawatiran akan terjadinya konflik terbuka yang melibatkan seluruh wilayah Timur Tengah diprediksi akan menjadi kenyataan yang tak terelakkan. (The guardian/Z-2)
Presiden AS Donald Trump memilih strategi blokade ekonomi berkepanjangan terhadap Iran untuk menekan ekspor minyak dan menghindari risiko perang terbuka.
Donald Trump menyatakan King Charles III sejalan dalam mencegah Iran memiliki senjata nuklir. Pernyataan disampaikan saat jamuan kenegaraan di AS.
Mantan Direktur FBI James Comey menghadapi dakwaan pidana atas dugaan ancaman terhadap Presiden Donald Trump lewat unggahan media sosial.
FCC memerintahkan peninjauan ulang lisensi siaran TV Disney menyusul desakan Presiden Donald Trump untuk memecat Jimmy Kimmel pasca insiden percobaan pembunuhan.
Gedung Putih mengunggah foto Raja Charles III dan Donald Trump dengan takarir "Dua Raja".
Raja Charles III dan Donald Trump melakukan pertukaran kado simbolis dalam kunjungan kenegaraan ke AS. Dari desain Resolute Desk hingga surat bersejarah John Adams.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio memperingatkan Iran agar membahas program rudal balistiknya, di tengah isu potensi serangan militer AS.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved