Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
RAJA Charles III dilaporkan mengambil tindakan tegas dengan mengusir adiknya, Andrew Mountbatten-Windsor, dari kediaman lamanya di Royal Lodge. Langkah drastis ini diambil menyusul mencuatnya detail-detail baru yang mengganggu terkait skandal Jeffrey Epstein.
Menurut sumber kerajaan untuk Daily Mail, mantan pangeran itu "dikirim dengan mobil ke pelosok Norfolk", Senin (2/2), di tengah skandal Epstein yang sedang berlangsung. Keputusan tersebut lahir dari diskusi mendesak antara Raja Charles III dan Pangeran William pada Minggu malam, menyusul rilisnya dokumen Jeffrey Epstein terbaru yang mencoreng citra monarki.
Proses kepindahan tersebut digambarkan berlangsung sangat tegang dan rahasia. “Semuanya diatur secara tergesa-gesa dan dilakukan secara diam-diam, sehingga staf Royal Lodge harus mengemasi sisa barang-barang Andrew,” ungkap seorang sumber internal istana mengenai perpindahan tersebut.
Kini, Andrew dilaporkan menempati tempat tinggal sementara di Wood Farm, Sandringham, sambil menunggu renovasi kediaman permanennya di Marsh Farm. Istana Buckingham mengatakan kepada media, mantan Duke of York diperkirakan akan pindah pada "awal tahun 2026."
Kemarahan pihak Istana kabarnya dipicu sikap Andrew yang dianggap keras kepala dan tidak peka terhadap situasi. Di saat dokumen-dokumen baru terkait skandal Epstein mulai terkuak ke publik pada akhir Januari lalu, Andrew justru terlihat santai berkuda di area Windsor.
Bagi Raja Charles, sikap yang seolah mengabaikan sensitivitas publik ini adalah "pukulan terakhir" untuk mengambil tindakan tegas, terutama mengingat Andrew telah dicabut gelar "Duke of York" dan kehormatan militernya sejak tahun lalu. Selain masalah citra, kondisi mental Andrew juga menjadi kekhawatiran internal Istana.
“Andrew mengalami kesulitan untuk menerima kenyataan dan hal itu semakin menimbulkan kekhawatiran di Istana – baik sebagai tanda kondisi mentalnya maupun karena hal itu tidak akan diterima dengan baik oleh publik jika ia masih menikmati kemewahan kehidupan kerajaan.”
Pengusiran resmi ini terjadi setelah Departemen Kehakiman AS merilis lebih dari 3 juta catatan terkait mendiang terpidana pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein pada 30 Januari lalu. Epstein sudah bunuh diri di penjara pada usia 66 tahun.
Di antara dokumen-dokumen tersebut terdapat foto Andrew yang merangkak di atas seorang wanita tak dikenal yang berbaring telentang di bawahnya, sebuah email yang tampaknya mengkonfirmasi keaslian foto tahun 2001 antara Virginia Giuffre yang saat itu berusia 17 tahun dan Andrew, serta sebuah email yang berisi komentar kasar dari mantan istri Andrew, Sarah Ferguson, mengenai putri mereka Eugenie, yang saat itu berusia 19 tahun.
Kepolisian Thames Valley dilaporkan sedang menyelidiki tuduhan terkait insiden yang konon terjadi di bekas kediaman Mountbatten-Windsor pada tahun 2010, meskipun mantan pangeran tersebut berulang kali membantah tuduhan melakukan kesalahan, tekanan hukum kembali meningkat menyusul pengakuan terbaru seorang korban pada 31 Januari lalu.
Seorang pengacara mengungkapkan bahwa kliennya diduga dikirim oleh Jeffrey Epstein ke Inggris pada tahun 2010 untuk berhubungan seksual dengan Andrew di Royal Lodge saat ia masih berusia 20-an. Pengacara tersebut juga mengklaim bahwa kliennya sempat diajak melakukan tur pribadi di dalam Istana Buckingham.
Perempuan ini menjadi orang pertama yang secara terbuka mengklaim pernah bertemu dengan putra mendiang Ratu Elizabeth II tersebut di dalam kediaman resmi kerajaan untuk tujuan tersebut. (Page Six/Fox News/Express/Z-2)
Jaksa Agung Pam Bondi angkat bicara soal subpoena dokumen Jeffrey Epstein dan walkout anggota Demokrat. James Comer akui lontarkan kata kasar dalam rapat.
Rapat tertutup Jaksa Agung Pam Bondi dengan Komite Pengawas DPR AS berakhir ricuh. Anggota Demokrat tuduh adanya upaya penutupan dokumen kasus Epstein.
Komite Pengawas DPR AS resmi mengeluarkan somasi (subpoena) terhadap Jaksa Agung Pam Bondi terkait dugaan penutupan informasi dalam skandal Jeffrey Epstein.
Nama Putri Beatrice dan Putri Eugenie muncul ratusan kali dalam dokumen terbaru kasus Jeffrey Epstein. Tekanan publik kembali menghantam keluarga York dan monarki Inggris.
Kepolisian Norwegia resmi menjerat eks PM Thorbjørn Jagland dengan tuduhan korupsi berat terkait hubungannya dengan Jeffrey Epstein.
Juliette Bryant, penyintas pelecehan Jeffrey Epstein, meminta Istana Buckingham bersikap proaktif memeriksa email dan dokumen Pangeran Andrew.
King Charles III memberikan pidato emosional di depan Kongres AS. Di tengah skandal Pangeran Andrew, sang Raja menyelipkan pesan khusus bagi para penyintas kekerasan.
Dokumen terbaru Departemen Kehakiman AS mengungkap hubungan dekat David Blaine dan David Copperfield dengan Jeffrey Epstein.
Tinjauan terbaru terhadap dokumen Departemen Kehakiman AS mengungkap testimoni korban Jeffrey Epstein yang menyeret tokoh Wall Street hingga mantan senator. Mengapa investigasi mandek?
PM Inggris Keir Starmer menyebut pejabat Kemenlu sengaja menutupi kegagalan tes keamanan Lord Mandelson sebagai Dubes AS. Oposisi desak Starmer mundur.
Dewan Kota London meminta Andrew Mountbatten-Windsor menyerahkan gelar kehormatannya secara sukarela.
Google digugat di California atas dugaan fitur AI-nya membocorkan informasi kontak korban Jeffrey Epstein. Kasus ini menjadi preseden penting bagi tanggung jawab hukum perusahaan teknologi
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved