Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
OTORITAS keamanan Iran mengumumkan telah menahan sedikitnya 3.000 orang berstatus "teroris" dan terlibat dalam "kerusuhan" massal yang mengguncang negeri tersebut.
Berdasarkan laporan kantor berita semiresmi Iran, Tasnim, pada Jumat (16/1), ribuan tahanan tersebut mencakup para pemimpin utama kerusuhan, individu yang dituduh berafiliasi dengan Israel, serta kelompok bersenjata yang merusak fasilitas umum.
Pihak berwenang mengeklaim situasi kini relatif tenang, meskipun mereka tetap mewaspadai upaya-upaya untuk menyulut kembali ketegangan. Pemerintah Iran secara tegas menyalahkan Amerika Serikat dan Israel atas gelombang protes yang awalnya dipicu oleh depresiasi tajam mata uang rial Iran pada akhir Desember lalu.
Ketika Iran mengeklaim telah mengendalikan situasi di dalam negeri, ketegangan di level internasional justru memanas. Kepala Badan Intelijen Israel (Mossad), David Barnea, dilaporkan tiba di Florida, Amerika Serikat, pada Jumat (16/1).
Berdasarkan laporan Axios, Barnea dijadwalkan bertemu dengan utusan khusus AS, Steve Witkoff. Fokus utama pertemuan ini adalah konsultasi mengenai Iran, termasuk pembahasan mengenai kemungkinan serangan militer AS.
Menariknya, meskipun para pejabat Israel meyakini serangan bisa terjadi dalam waktu dekat, muncul laporan adanya tarik-ulur diplomatik:
Aksi protes yang semula damai dan berfokus pada keluhan ekonomi, berubah menjadi kekerasan mematikan pada 8 dan 9 Januari. Kerusuhan tersebut mengakibatkan kerusakan masif pada gedung pemerintah, masjid, dan bank.
Hingga saat ini, data dari lembaga hak asasi manusia HRANA mencatat jumlah korban tewas telah mencapai 2.677 orang. Angka ini mencakup:
Meskipun Juru Bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, menyatakan bahwa sekitar 800 rencana eksekusi mati telah dihentikan, ia menegaskan posisi AS tetap waspada. "Semua opsinya tetap di atas meja," ujarnya, merujuk pada sikap Presiden Donald Trump yang terus memantau situasi pertumbahan darah di Iran. (Ant/I-1)
Presiden Iran Pezeshkian mengeklaim AS & Israel adalah dalang kerusuhan.
GEDUNG Putih menyebut otoritas Iran menghentikan rencana eksekusi mati terhadap 800 orang selama berlangsungnya gelombang demonstrasi.
Militer AS melalui USS Rafael Peralta mencegat kapal tanker M/T Stream menuju Iran. Ketegangan di Selat Hormuz meningkat di tengah kebuntuan diplomasi.
Presiden AS Donald Trump memilih strategi blokade ekonomi berkepanjangan terhadap Iran untuk menekan ekspor minyak dan menghindari risiko perang terbuka.
Arab Saudi mendesak Dewan Keamanan PBB secara eksplisit mengecam serangan Iran sejak awal krisis, sembari menyoroti pentingnya keamanan Selat Hormuz bagi ekonomi global.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Pertemuan mungkin masih berlangsung, serta menegaskan proposal tersebut sedang dibahas. Meski demikian, Leavitt menolak berspekulasi lebih jauh.
HARGA minyak dunia terus menunjukkan tren kenaikan meskipun Iran mengajukan proposal untuk mengakhiri blokade di Selat Hormuz.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved