Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Korea Utara (Korut) melalui Kementerian Luar Negerinya mengecam keras aksi militer Amerika Serikat (AS) di Venezuela yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolas Maduro.
Pyongyang menyebut tindakan Washington tersebut sebagai bentuk "pelanggaran mencolok" terhadap hukum internasional dan bukti nyata dari kebijakan hegemoni yang biadab.
Kecaman ini dirilis oleh kantor berita resmi Korut, KCNA, Minggu (4/1). Juru bicara Kementerian Luar Negeri Korea Utara menyatakan bahwa pihaknya memahami sepenuhnya gawatnya situasi di Venezuela yang dipicu oleh "tindakan paksaan" dari pihak AS.
"Insiden ini menjadi contoh lain dari sifat jahat dan biadab Amerika Serikat, sifat yang telah disaksikan oleh komunitas internasional berkali-kali selama bertahun-tahun," tegas kementerian tersebut dalam pernyataan resminya.
Pyongyang menilai intervensi militer ini sebagai pelanggaran kedaulatan yang paling serius dan bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar Piagam PBB, yang menjunjung tinggi penghormatan terhadap integritas wilayah serta prinsip tidak campur tangan dalam urusan internal negara lain.
Lebih lanjut, Korut mendesak komunitas internasional untuk segera bersuara menentang tindakan AS demi mencegah konsekuensi buruk terhadap stabilitas hubungan internasional.
Ketegangan memuncak pada Sabtu (3/1) dini hari ketika pemerintah Venezuela melaporkan adanya serangan udara AS yang menargetkan berbagai instalasi sipil dan militer di beberapa wilayah negara bagian. Menyusul serangan tersebut, Venezuela segera menetapkan status keadaan darurat nasional.
Presiden AS Donald Trump telah mengonfirmasi operasi berskala besar tersebut. Washington menyatakan bahwa Nicolas Maduro beserta istrinya telah ditangkap dan diterbangkan keluar dari Venezuela menuju pusat penahanan di New York.
Langkah drastis ini merupakan puncak dari tekanan diplomatik dan ekonomi selama berbulan-bulan. AS menuduh Maduro terlibat dalam jaringan perdagangan narkoba internasional—tuduhan yang sebelumnya telah dibantah keras oleh Maduro, yang menyatakan dirinya tetap terbuka untuk jalur dialog.
Pihak Pyongyang memperingatkan bahwa meningkatnya ketidakstabilan di Venezuela akibat intervensi ini hanya akan memperburuk situasi regional yang sudah rapuh dan menciptakan preseden buruk dalam hukum internasional. (Ant/Z-1)
Trump mengeklaim bahwa pasukan AS akan menjadi sasaran empuk dalam kasus seperti itu, demikian klarifikasi surat kabar tersebut
Nielsen mengatakan keinginan Trump untuk memiliki atau mengendalikan Greenland telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan warga.
Rekaman video terbaru dari Minneapolis membuktikan agen ICE memberikan pernyataan palsu di bawah sumpah terkait penembakan dua imigran. Skandal ini mengguncang "Operation Metro Surge".
Presiden AS Donald Trump beri sinyal kuat bahwa Kuba akan jadi target berikutnya setelah Venezuela dan Iran. Simak pernyataan kontroversial Trump di Miami dan kondisi terkini Kuba.
Hakim Alvin Hellerstein pertimbangkan izin bagi Nicolas Maduro gunakan dana Venezuela untuk biaya hukum.
Komisaris Tinggi HAM PBB Volker Türk melaporkan dugaan penyiksaan dan penahanan sewenang-wenang di Venezuela masih berlanjut di bawah kepemimpinan Delcy Rodríguez.
Militer AS melalui USS Rafael Peralta mencegat kapal tanker M/T Stream menuju Iran. Ketegangan di Selat Hormuz meningkat di tengah kebuntuan diplomasi.
Pemerintahan Trump mengusulkan Visa Kartu Emas US$5 juta dan tarif untuk tekan utang AS senilai US$39 triliun. Simak analisis kelayakan dan dampaknya.
PERANG AS-Israel melawan Iran telah membuka aib rezim Donald Trump yang sesungguhnya.
Gedung Putih telah menyetujui setiap pertemuan antara Raja Charles III dan Trump akan berlangsung tanpa kamera, demikian dilaporkan surat kabar tersebut pada Senin (27/4).
Pertemuan mungkin masih berlangsung, serta menegaskan proposal tersebut sedang dibahas. Meski demikian, Leavitt menolak berspekulasi lebih jauh.
Presiden AS Donald Trump merespons insiden penyerangan di Washington Hilton. Ia membantah isi manifesto pelaku dan meminta acara segera dijadwalkan ulang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved