Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
AMERIKA Serikat (AS) membombardir sejumlah wilayah strategis di Venezuela dan mengklaim telah menangkap Presiden Nicolas Maduro dalam operasi militer besar-besaran yang berlangsung pada Sabtu (3/1) dini hari waktu setempat. Operasi tersebut menjadi puncak konfrontasi panjang antara Washington dan pemerintahan Maduro.
Menurut laporan AFP, serangan dimulai sekitar pukul 02.00 waktu setempat ketika ledakan mengguncang Caracas dan beberapa kota lain. Suara helikopter tempur terdengar di atas ibu kota Venezuela. Serangan udara berlangsung hampir satu jam.
Sasaran utama operasi itu meliputi pangkalan militer terbesar Venezuela, Fort Tiuna, pangkalan udara La Carlota, serta sejumlah fasilitas strategis lainnya.
Wilayah La Guaira, yang menjadi lokasi bandara dan pelabuhan utama Caracas, juga dilaporkan terkena serangan. Sekitar dua jam setelah serangan dimulai, Donald Trump mengumumkan klaim penangkapan Maduro.
“Amerika Serikat telah berhasil melaksanakan serangan skala besar terhadap Venezuela dan pemimpinnya, Presiden Nicolas Maduro, yang bersama istrinya telah ditangkap dan diterbangkan keluar dari negara tersebut,” ucap Trump.
Jaksa Agung AS Pamela Bondi menyatakan Maduro dan istrinya akan dihadapkan pada proses hukum di Amerika Serikat atas tuduhan perdagangan narkotika.
Pemerintah Venezuela mengecam tindakan Washington dan menyebutnya sebagai agresi militer serius. Caracas mendesak digelarnya sidang darurat Dewan Keamanan PBB untuk membahas situasi tersebut.
Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodriguez mengaku tidak mengetahui keberadaan Maduro dan istrinya, Cilia Flores. Dalam sambungan telepon dengan televisi nasional, Rodriguez menuntut bukti soal keberadaan Maduro.
“Kami menuntut bukti Presiden Republik masih hidup,” ujarnya.
Rodriguez juga menegaskan pemilihan ulang Maduro pada 2024, yang ditolak banyak negara Barat, tetap sah menurut hukum Venezuela.
Rusia, sekutu utama Venezuela, mengecam keras operasi militer Amerika Serikat. Sejumlah negara lain turut menyampaikan sikap. Iran, Kuba, dan Presiden Kolombia Gustavo Petro mengecam serangan tersebut.
Adapun Uni Eropa menyerukan semua pihak menahan diri sedangkan Spanyol menawarkan diri sebagai mediator untuk mencari solusi damai. (H-3)
AS menegaskan Iran tetap tampil di Piala Dunia 2026 meski muncul isu digantikan Italia. Ada syarat khusus terkait delegasi Iran.
KETUA Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf menyatakan Teheran siap meningkatkan militernya di tengah memanasnya ketegangan Amerika Serikat atau AS jelang gencatan senjata berakhir
Merespons kejadian tersebut, Iran melancarkan serangan drone terhadap kapal-kapal perang AS, yang menyebabkan pasukan AS mundur.
Meski demikian, ia menekankan pentingnya sikap waspada dalam menghadapi pihak lawan.
Pembicaraan teknis dengan International Atomic Energy Agency (IAEA) akan menjadi kunci untuk memastikan Iran mematuhi isi perjanjian yang disepakati.
Di sisi lain, pemerintahan Trump menyatakan bahwa mencegah Iran memperoleh senjata nuklir merupakan tujuan utama dalam kebijakan luar negeri mereka.
Trump mengeklaim bahwa pasukan AS akan menjadi sasaran empuk dalam kasus seperti itu, demikian klarifikasi surat kabar tersebut
Nielsen mengatakan keinginan Trump untuk memiliki atau mengendalikan Greenland telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan warga.
Rekaman video terbaru dari Minneapolis membuktikan agen ICE memberikan pernyataan palsu di bawah sumpah terkait penembakan dua imigran. Skandal ini mengguncang "Operation Metro Surge".
Presiden AS Donald Trump beri sinyal kuat bahwa Kuba akan jadi target berikutnya setelah Venezuela dan Iran. Simak pernyataan kontroversial Trump di Miami dan kondisi terkini Kuba.
Hakim Alvin Hellerstein pertimbangkan izin bagi Nicolas Maduro gunakan dana Venezuela untuk biaya hukum.
Komisaris Tinggi HAM PBB Volker Türk melaporkan dugaan penyiksaan dan penahanan sewenang-wenang di Venezuela masih berlanjut di bawah kepemimpinan Delcy Rodríguez.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved