Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPEMIMPINAN Iran bereaksi keras setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengeluarkan ancaman untuk mengintervensi demonstrasi berdarah yang tengah mengguncang negeri para mullah tersebut. Pejabat tinggi Teheran memperingatkan bahwa seluruh pangkalan dan pasukan militer Amerika di kawasan Timur Tengah akan menjadi "target sah" jika Washington nekat mencampuri urusan internal mereka.
Ketegangan ini dipicu oleh unggahan Trump di media sosial Truth Social pada Jumat waktu setempat. Trump secara terang-terangan memberikan peringatan keras kepada otoritas Iran.
"Jika Iran menembak dan membunuh demonstran damai dengan kekerasan, yang sudah menjadi kebiasaan mereka, Amerika Serikat akan datang menyelamatkan mereka. Kami sudah bersiap dan siap beraksi (locked and loaded and ready to go)," tulis Trump.
Menanggapi gertakan tersebut, Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menyatakan militer Iran tidak akan ragu untuk membalas. "Presiden Amerika yang tidak sopan itu juga harus tahu dengan pernyataan resmi ini, semua pusat dan pasukan Amerika di seluruh wilayah akan menjadi target sah bagi kami sebagai respons atas tindakan potensial apa pun," tegas Ghalibaf.
Senada dengan itu, Ali Shamkhani, penasihat utama Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei, menegaskan keamanan nasional Iran adalah "garis merah". Ia memperingatkan, "Setiap tangan intervensi yang mendekati keamanan Iran akan dipotong dengan tanggapan yang disesalkan."
Gelombang protes yang dipicu oleh keterpurukan ekonomi dan anjloknya nilai mata uang Rial ini telah menelan korban jiwa. Di kota Azna, tiga orang dilaporkan tewas dan 17 lainnya luka-luka setelah pengunjuk rasa menyerbu sebuah kantor polisi pada Kamis malam.
Laporan dari kantor berita Fars menyebutkan massa membakar mobil dan melemparkan batu, sementara aparat menuding adanya "perusuh bersenjata" yang memanfaatkan situasi. Kematian juga dilaporkan terjadi di wilayah Lordegan dan Kuhdasht, termasuk tewasnya satu anggota pasukan paramiliter Basij.
Hingga Jumat, aksi protes masih terus berlangsung di Teheran dan beberapa kota lainnya. Video yang beredar menunjukkan massa meneriakkan slogan "Kebebasan" dan "Turunkan Diktator" di lingkungan Narmak, yang dibalas dengan tindakan keras oleh pasukan keamanan.
Kondisi ini menciptakan dilema bagi Amerika Serikat. Direktur Proyek Iran di International Crisis Group, Ali Vaez, menilai ancaman Trump bisa memicu konflik yang lebih luas. "Jika AS gagal menindaklanjuti ucapannya, hal itu berisiko menguatkan rezim. Namun, intervensi yang nyata dapat meningkat menjadi konflik yang lebih luas dengan konsekuensi yang tidak terduga," jelasnya.
Protes kali ini disebut-sebut sebagai yang terbesar sejak kerusuhan nasional tahun 2022 yang dipicu oleh kematian Mahsa Amini. Meski skalanya masih terbatas, gerakan ini menunjukkan ketidakpuasan mendalam rakyat Iran terhadap kondisi ekonomi dan kebebasan sipil di negara tersebut. (CNN/Z-2)
PEMERINTAH Iran memperingatkan akan menindak keras demonstrasi anti-pemerintah di tengah perang dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Video terverifikasi mengungkap skala mengerikan tindakan keras pemerintah Iran terhadap demonstran. Jenazah menumpuk di rumah sakit meski internet diputus total.
PEMERINTAH Iran mengeklaim memiliki bukti keterlibatan kekuatan asing dalam menggerakkan aksi demonstrasi yang berujung ricuh di berbagai wilayah.
MELALUI sambungan telepon pada Jumat (16/1) waktu setempat, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyampaikan rasa terima kasihnya atas sikap politik Rusia yang dinilai membela kedaulatan Iran.
TINDAKAN represif otoritas Iran terhadap para demonstran kini menempatkan Teheran dalam pengawasan ketat global.
TINDAKAN keras mematikan dari otoritas keamanan Iran tampaknya telah meredam gelombang protes untuk saat ini.
Presiden AS Donald Trump memilih strategi blokade ekonomi berkepanjangan terhadap Iran untuk menekan ekspor minyak dan menghindari risiko perang terbuka.
Donald Trump menyatakan King Charles III sejalan dalam mencegah Iran memiliki senjata nuklir. Pernyataan disampaikan saat jamuan kenegaraan di AS.
Mantan Direktur FBI James Comey menghadapi dakwaan pidana atas dugaan ancaman terhadap Presiden Donald Trump lewat unggahan media sosial.
FCC memerintahkan peninjauan ulang lisensi siaran TV Disney menyusul desakan Presiden Donald Trump untuk memecat Jimmy Kimmel pasca insiden percobaan pembunuhan.
Gedung Putih mengunggah foto Raja Charles III dan Donald Trump dengan takarir "Dua Raja".
Raja Charles III dan Donald Trump melakukan pertukaran kado simbolis dalam kunjungan kenegaraan ke AS. Dari desain Resolute Desk hingga surat bersejarah John Adams.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved