Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
LARANGAN baru yang diberlakukan Israel terhadap puluhan organisasi bantuan yang beroperasi di Jalur Gaza diperkirakan akan menimbulkan konsekuensi bencana bagi penyediaan layanan vital di wilayah yang hancur akibat konflik serta membahayakan nyawa warga Palestina.
Diplomat, pekerja kemanusiaan, dan para pakar melaporkan 37 LSM yang aktif di Gaza diberi tahu oleh Kementerian Urusan Diaspora Israel bahwa mereka harus menghentikan seluruh kegiatan dalam waktu 60 hari jika tidak mematuhi peraturan baru yang ketat. Salah satu persyaratan utama ialah pengungkapan data pribadi staf mereka.
Dalam pernyataannya, kementerian menekankan bahwa kebijakan ini bertujuan mencegah organisasi bantuan mempekerjakan staf yang terkait dengan kelompok ekstremis sekaligus memastikan Hamas tidak memanfaatkan bantuan internasional untuk kepentingan politik atau militer.
Israel sebelumnya mengeklaim bahwa Hamas secara sistematis menyalahgunakan pasokan bantuan dan menyusup ke lembaga bantuan, meskipun bukti yang disampaikan terbatas. Organisasi bantuan mengatakan mereka telah berkomunikasi dengan pejabat Israel selama beberapa bulan terakhir.
"Kami telah melakukan upaya keras untuk mematuhi tuntutan ini, meskipun persyaratan serupa tidak diberlakukan di tempat lain," kata Athena Rayburn, direktur eksekutif Asosiasi Badan Pembangunan Internasional, yang mewakili lebih dari 100 LSM di Gaza dan Tepi Barat yang diduduki.
"Kami melakukan penyaringan staf secara ekstensif sendiri. Akan sangat merugikan jika ada kombatan bersenjata atau orang yang terkait kelompok bersenjata di antara staf kami," ucapnya.
"Kami sudah menerapkan langkah-langkah keamanan yang ketat dan menawarkan alternatif yang seharusnya memenuhi persyaratan Israel, tetapi ditolak," lanjutnya
Pejabat Israel menyatakan bahwa LSM yang terkena larangan hanya menyediakan sekitar 15% dari bantuan kemanusiaan yang sangat dibutuhkan di Gaza, yang kini menghadapi krisis akut setelah dua tahun perang yang menghancurkan.
Namun, pejabat bantuan menekankan bahwa angka ini menyesatkan.
Sebagian besar LSM yang terdampak sebenarnya tidak memberikan layanan langsung, melainkan bekerja sama dengan PBB untuk menjalankan klinik kesehatan primer, layanan gizi, sanitasi, tempat tinggal darurat, dan layanan penting lainnya.
Seorang pejabat senior PBB memperingatkan bahwa larangan ini dapat melumpuhkan operasi bantuan di Gaza. Larangan Israel terhadap UNRWA, badan utama PBB yang menangani pengungsi Palestina, sebelumnya juga telah memberikan dampak besar bagi distribusi bantuan.
Rayburn menekankan bahwa kebijakan ini akan menyebabkan keruntuhan layanan kemanusiaan yang dahsyat dan menyatakan bahwa otoritas Israel sepenuhnya menyadari potensi konsekuensi kebijakan tersebut.
Berdasarkan perjanjian 20 poin yang memungkinkan gencatan senjata rapuh mulai berlaku pada Oktober lalu, Israel berkewajiban memungkinkan bantuan penuh untuk segera dikirim ke Gaza.
Gencatan senjata tersebut mengakhiri konflik selama dua tahun. Namun, proses menuju perdamaian yang lebih stabil terhenti.
Israel menyatakan tidak akan menarik diri dari 53% wilayah Gaza yang masih berada di bawah kendalinya hingga Hamas melucuti senjata dan mengembalikan jenazah sandera terakhir yang ditahan.
Organisasi militan itu sejauh ini menolak berkomitmen pada pelucutan senjata penuh.
Mantan Presiden AS Donald Trump, pada Senin, mengatakan ia berharap proses rekonstruksi dapat segera dimulai di wilayah Palestina yang hancur akibat serangan Israel setelah serangan Hamas pada 7 Oktober 2023, meski tidak memberikan rincian lebih lanjut.
Beberapa pejabat bantuan menyatakan bahwa mereka akan mencari solusi alternatif untuk meminimalkan dampak terburuk larangan, tetapi bantuan segera tetap dibutuhkan di Gaza.
Badai baru-baru ini telah menghancurkan tenda-tenda darurat yang menjadi satu-satunya tempat tinggal bagi sekitar 500.000 orang, sementara pasokan makanan dan air bersih tetap langka.
Kepala Hak Asasi Manusia PBB Volker Turk menyebut kebijakan Israel keterlaluan dan memperingatkan bahwa penangguhan sewenang-wenang seperti itu memperburuk situasi yang sudah tidak dapat ditoleransi bagi rakyat Gaza.
Uni Eropa juga menyoroti bahwa undang-undang pendaftaran LSM yang menjadi dasar larangan tersebut tidak dapat diterapkan dalam bentuknya saat ini.
Meski demikian, pejabat Israel bersikeras bahwa aturan ini diperlukan.
"Mereka (LSM) menolak memberikan daftar karyawan Palestina mereka karena mereka mengetahui, seperti yang kami ketahui, beberapa staf terlibat dalam terorisme atau terkait dengan Hamas," kata Gilad Zwick, juru bicara Kementerian Urusan Diaspora dan Pemberantasan Antisemitisme, kepada AFP.
Medecins Sans Frontieres (MSF), salah satu organisasi bantuan medis terbesar, termasuk yang terdampak larangan. Israel menuduh beberapa individu terkait MSF memiliki hubungan dengan Hamas dan Jihad Islam Palestina, tuduhan yang dibantah MSF. Organisasi tersebut menegaskan mereka tidak pernah secara sengaja mempekerjakan staf yang terlibat aktivitas militer.
Juru bicara Dewan Pengungsi Norwegia, Shaina Low, menegaskan bahwa persyaratan baru Israel hampir mustahil dipenuhi.
"Ini masalah keamanan dan hukum serta mengalihkan fokus dari tugas utama kami, yaitu memberikan bantuan bagi yang membutuhkan," ujarnya.
Pada Mei lalu, Oxfam mengingatkan bahwa permintaan Israel untuk membagikan data staf menimbulkan risiko bagi keselamatan pekerja kemanusiaan, terutama setelah serangan yang menargetkan mereka di Gaza.
Beberapa pejabat bantuan menyatakan bahwa mereka menolak menyerahkan data staf internasional karena khawatir informasi tersebut digunakan untuk memungkinkan serangan Israel terhadap kantor yang hanya memiliki staf Palestina.
Setelah menargetkan UNRWA tahun lalu, Israel dan AS mendukung Dana Kemanusiaan Gaza, perusahaan swasta yang menyalurkan bantuan dari beberapa pusat di Gaza selatan, meskipun kondisi di wilayah itu tetap kritis.
Cogat, badan Israel yang mengatur Gaza, menyatakan bahwa 4.200 truk bantuan akan terus masuk setiap minggu melalui PBB, negara donor, sektor swasta, dan lebih dari 20 organisasi internasional yang telah mendaftar ulang.
Serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 memicu perang di Gaza menewaskan sekitar 1.200 orang, sebagian besar warga sipil, dan menyebabkan penculikan 250 orang.
Balasan Israel menewaskan sekitar 70.000 orang, juga mayoritas warga sipil, dengan ratusan kematian tambahan sejak gencatan senjata diberlakukan. (I-2)
PBB menegaskan rencana Israel memperluas permukiman di Dataran Tinggi Golan ilegal. Suriah upayakan kesepakatan keamanan baru terkait penarikan pasukan.
Wilayah udara Turki saat ini ditutup bagi pejabat Israel dan pesawat yang membawa senjata.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Israel dilaporkan mengerahkan sistem pertahanan udara Iron Dome ke Emirat ArabĀ untuk melindungi infrastruktur kunci dari serangan rudal dan drone Iran di Teluk.
Ia juga mengkritik pelaksanaan dua putaran pembicaraan langsung antara Libanon dan Israel yang berlangsung di Washington beberapa hari lalu.
Militer Israel (IDF) melakukan investigasi atas laporan maraknya penjarahan rumah warga dan perusakan properti sipil oleh tentaranya di Libanon Selatan.
Laporan Al Akhbar mengungkap pengalihan dana rekonstruksi Gaza sebesar US$17 miliar ke Israel di tengah ketegangan AS-Iran. Simak detail manuver politiknya.
Dewan Perdamaian (BoP) mendesak Hamas serahkan senjata dan peta terowongan Gaza pekan ini sebagai bagian dari rencana perdamaian tahap kedua Donald Trump.
Komisaris UNRWA Philippe Lazzarini menyerukan pembentukan panel ahli tingkat tinggi untuk selidiki kematian 390 staf PBB di Gaza. Baca selengkapnya di sini.
PM Malaysia Anwar Ibrahim mengatakan Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi memberikan jaminan untuk memfasilitasi penyaluran bantuan kemanusiaan Malaysia kepada masyarakat Gaza.
Belanda dan Islandia resmi bergabung dengan Afrika Selatan dalam gugatan dugaan genosida Israel di Mahkamah Internasional (ICJ) per Maret 2026.
Peringatan tahun ini juga diwarnai suasana duka mendalam menyusul kabar gugurnya Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah Sayyid Ali Khamenei.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved