Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DEPARTEMEN Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) mengklarifikasi bahwa surat tulisan tangan yang ditandatangani oleh "J. Epstein" dan ditujukan kepada terpidana kasus pelecehan seksual Larry Nassar adalah palsu. Surat tersebut sempat memicu kegaduhan karena berisi referensi kasar terhadap Presiden Donald Trump.
Dalam pernyataan resmi melalui platform X, DOJ menegaskan bahwa analisis tulisan tangan menunjukkan ketidakcocokan dengan karakter tulisan asli Jeffrey Epstein.
"Surat palsu ini berfungsi sebagai pengingat bahwa hanya karena sebuah dokumen dirilis oleh Departemen Kehakiman, tidak berarti tuduhan atau klaim di dalamnya adalah fakta," tegas pihak Departemen Kehakiman.
Pihak otoritas menemukan sejumlah detail yang meragukan keaslian surat tersebut. Meskipun amplopnya mencantumkan alamat pengirim dari Metropolitan Correctional Center (MCC) New York, tempat Epstein ditahan, cap pos justru menunjukkan lokasi di Virginia.
Selain itu, alamat pengirim yang tertera di amplop berbeda dengan penjara yang menahan Epstein saat itu. Terlebih lagi, amplop tersebut baru diproses tiga hari setelah kematian Epstein akibat bunuh diri pada Agustus 2019.
Isi surat yang ditujukan kepada "L.N." (diduga Larry Nassar) tersebut mengandung klaim sensasional. Penulis surat mengeklaim telah mengambil "jalan pintas" (bunuh diri) dan menyeret nama Trump dengan menyebut "Presiden kita juga berbagi kecintaan kita terhadap gadis-gadis muda."
DOJ secara tegas membantah isi klaim dalam dokumen tersebut. Dalam pernyataan terpisah, mereka menyebutkan bahwa beberapa dokumen yang dirilis memang mengandung klaim yang tidak benar dan sensasional terhadap Donald Trump.
"Agar jelas: klaim tersebut tidak berdasar dan salah. Jika klaim itu memiliki sedikit saja kredibilitas, hal tersebut pasti sudah digunakan sebagai senjata untuk melawan Presiden Trump sejak lama," tulis pernyataan DOJ.
Hingga saat ini, otoritas berwenang belum pernah menuduh atau mendakwa Trump atas pelanggaran hukum apa pun terkait hubungannya dengan Epstein.
Berdasarkan dokumen yang dirilis, FBI sebenarnya telah meminta analisis laboratorium atas tulisan tangan tersebut sejak 2020 untuk membandingkannya dengan tulisan Epstein lainnya. Meski DOJ kini menyatakan surat itu palsu, mereka tidak merinci apakah kesimpulan ini sepenuhnya didasarkan pada hasil analisis laboratorium tahun 2020 tersebut.
Larry Nassar, mantan dokter tim senam AS yang menjadi tujuan surat tersebut, saat ini tengah menjalani hukuman 60 tahun penjara di fasilitas federal. Nassar dinyatakan bersalah atas pelecehan seksual terhadap lebih dari 150 wanita dan anak perempuan. Amplop surat palsu itu sendiri ditandai dengan label "kembalikan ke pengirim" karena penerima tidak lagi berada di alamat penjara Arizona yang dituju.
Perilisan dokumen ini merupakan bagian dari transparansi publik atas file-file penyelidikan Jeffrey Epstein yang diwajibkan Kongres Amerika Serikat. (CNN/Z-2)
Presiden AS Donald Trump memilih strategi blokade ekonomi berkepanjangan terhadap Iran untuk menekan ekspor minyak dan menghindari risiko perang terbuka.
Donald Trump menyatakan King Charles III sejalan dalam mencegah Iran memiliki senjata nuklir. Pernyataan disampaikan saat jamuan kenegaraan di AS.
Mantan Direktur FBI James Comey menghadapi dakwaan pidana atas dugaan ancaman terhadap Presiden Donald Trump lewat unggahan media sosial.
FCC memerintahkan peninjauan ulang lisensi siaran TV Disney menyusul desakan Presiden Donald Trump untuk memecat Jimmy Kimmel pasca insiden percobaan pembunuhan.
Gedung Putih mengunggah foto Raja Charles III dan Donald Trump dengan takarir "Dua Raja".
Raja Charles III dan Donald Trump melakukan pertukaran kado simbolis dalam kunjungan kenegaraan ke AS. Dari desain Resolute Desk hingga surat bersejarah John Adams.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved