Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGUSIRAN paksa warga Palestina oleh Israel dari kamp-kamp pengungsi di Tepi Barat yang diduduki merupakan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan. Ini ditegaskan Human Rights Watch pada Kamis (20/11).
Dalam laporan baru, kelompok hak asasi manusia tersebut menyatakan bahwa 32.000 orang dipindahkan secara paksa pada Januari dan Februari tahun ini serta belum diizinkan untuk kembali ke rumah mereka.
Sementara itu, pasukan Israel melanjutkan operasi militer di kamp-kamp tersebut. Mereka dengan sengaja menghancurkan rumah-rumah penduduk.
Pada Januari, Israel melancarkan serangan besar-besaran terhadap kamp-kamp pengungsi Jenin, Tulkarm, dan Nur Shams di Tepi Barat utara.
Pasukan Israel secara paksa mengusir warga sipil dan secara sistematis menghancurkan infrastruktur sipil.
"Dengan perhatian global yang terfokus pada Gaza, pasukan Israel melakukan kejahatan perang, kejahatan terhadap kemanusiaan, dan pembersihan etnis di Tepi Barat yang harus diselidiki dan dituntut," kata Nadia Hardman, peneliti senior hak-hak pengungsi dan migran di HRW.
HRW mengatakan telah mewawancarai 31 warga Palestina yang mengungsi dari tiga kamp tersebut untuk laporan setebal 105 halaman berjudul Semua Impianku telah Terhapus: Pengungsian Paksa Israel terhadap Warga Palestina di Tepi Barat.
Kelompok hak asasi manusia ini juga menganalisis citra satelit, video, dan foto yang mengonfirmasi kerusakan yang meluas.
"Sejak penggerebekan tersebut, otoritas Israel menolak hak warga untuk kembali ke kamp, meskipun tidak ada operasi militer aktif di sekitarnya," kata HRW.
HRW juga menyatakan bahwa tentara menembaki orang-orang yang mencoba mengakses rumah mereka. Hanya segelintir yang diizinkan untuk mengambil barang-barang mereka.
"Militer telah meratakan, meratakan, dan membersihkan ruang untuk menciptakan rute akses yang lebih luas di dalam kamp, dan telah memblokade semua pintu masuk."
Menurut Pusat Satelit Perserikatan Bangsa-Bangsa (Unosat), setidaknya 1.460 bangunan rusak di tiga kamp tersebut hingga Oktober.
Serangan terhadap kamp-kamp tersebut merupakan bagian dari eskalasi Israel yang lebih luas di Tepi Barat sejak Oktober 2023.
Pada tahun ini saja, pasukan Israel melancarkan hampir 7.500 serangan terhadap kota-kota dan desa-desa Palestina di Tepi Barat, menurut kantor urusan kemanusiaan PBB (OCHA).
Selama dua tahun terakhir, pasukan Israel menewaskan lebih dari 1.000 warga Palestina dan menangkap ribuan lain di seluruh Tepi Barat yang diduduki.
"Meningkatnya pelanggaran Israel di Tepi Barat menggarisbawahi mengapa pemerintah, terlepas dari gencatan senjata yang rapuh di Gaza, harus segera bertindak untuk mencegah otoritas Israel mengintensifkan penindasan mereka terhadap warga Palestina," kata Nadia Hardman, peneliti senior HRW.
"Mereka harus menjatuhkan sanksi yang terarah kepada Perdana Menteri Netanyahu, Menteri Pertahanan Katz, dan pejabat senior lain yang bertanggung jawab atas kejahatan berat terhadap warga Palestina, serta menegakkan semua surat perintah Pengadilan Kriminal Internasional." (MEE/I-2)
PBB menegaskan rencana Israel memperluas permukiman di Dataran Tinggi Golan ilegal. Suriah upayakan kesepakatan keamanan baru terkait penarikan pasukan.
Wilayah udara Turki saat ini ditutup bagi pejabat Israel dan pesawat yang membawa senjata.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Israel dilaporkan mengerahkan sistem pertahanan udara Iron Dome ke Emirat Arab untuk melindungi infrastruktur kunci dari serangan rudal dan drone Iran di Teluk.
Ia juga mengkritik pelaksanaan dua putaran pembicaraan langsung antara Libanon dan Israel yang berlangsung di Washington beberapa hari lalu.
Militer Israel (IDF) melakukan investigasi atas laporan maraknya penjarahan rumah warga dan perusakan properti sipil oleh tentaranya di Libanon Selatan.
PASUKAN Israel menewaskan dua warga Palestina dalam insiden terpisah di Tepi Barat yang diduduki pada Senin (30/3). Ini dikatakan Kementerian Kesehatan Palestina dan militer Israel.
Kesaksian memilukan warga Palestina, Abu al-Kebash, yang menjadi korban kekerasan seksual dan penyiksaan oleh puluhan pemukim Israel bertopeng di Tepi Barat.
Menlu Palestina ungkap taktik Israel manfaatkan konflik Iran untuk percepat perluasan pemukiman ilegal di Tepi Barat. Simak kronologi dan dampaknya.
PBB memperingatkan potensi pembersihan etnis di Tepi Barat setelah 36.000 warga Palestina terusir dalam setahun akibat ekspansi pemukiman ilegal Israel.
Serangan pemukim Israel di Tepi Barat tewaskan 3 warga Palestina di Abu Falah. Militer Israel sebut insiden ini tak bisa ditoleransi. Simak kronologinya.
Serangan brutal pemukim ilegal Israel di desa Susya, Hebron, hanguskan rumah dan kendaraan warga Palestina di tengah bulan Ramadan. Simak kronologinya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved