Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PERDANA Menteri Australia Anthony Albanese menegaskan bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyangkal penderitaan warga Jalur Gaza, Palestina.
Menurutnya, komunitas internasional kini mencapai pada titik untuk menyampaikan desakan dan berkata sudah cukup Netanyahu.
Pernyataan ini muncul sehari setelah Australia mengumumkan rencana mengakui negara Palestina pada sidang Majelis Umum PBB, September mendatang. Albanese mengungkapkan, frustrasi terhadap sikap pemerintah Israel di tengah krisis kemanusiaan di Gaza menjadi salah satu alasan keputusan ini.
Albanese mengatakan, dia berbicara dengan Netanyahu pekan lalu untuk memberi tahu tentang keputusan Australia yang akan bergabung dengan Prancis, Kanada, dan Inggris dalam mendukung pengakuan negara Palestina di PBB.
Menurutnya, Netanyahu kembali menegaskan yang ia katakan di depan umum, yaitu mengingkari konsekuensi yang menimpa orang-orang tak bersalah.
Albanese juga menyampaikan bahwa Netanyahu masih berpegang pada argumen lama terkait strategi militer di Gaza yang menewaskan lebih dari 61.500 warga Palestina sejak Oktober 2023.
"Bahwa jika kita melakukan lebih banyak aksi militer di Gaza, entah bagaimana itu akan menghasilkan hasil yang berbeda," kata Albanese, mengulang pernyataan Netanyahu sebagaimana dikutip ABC News, Selasa (12/8).
Saat mengumumkan keputusan pengakuan Palestina, Albanese menegaskan bahwa risiko mencoba tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan bahaya membiarkan momen ini berlalu begitu saja.
Dia menyebut dampak status quo setiap hari bisa diukur dengan nyawa-nyawa tak berdosa dan menyerukan solusi dua negara sebagai harapan terbaik umat manusia untuk mengakhiri kekerasan, konflik, dan kelaparan di Gaza.
Meskipun sebelumnya enggan memberi batas waktu pengakuan, sentimen publik di Australia kini berubah drastis. Puluhan ribu warga baru-baru ini menggelar aksi di Jembatan Pelabuhan Sydney, menuntut agar bantuan kemanusiaan masuk ke Gaza.
Sementara itu, rencana Israel mengambil alih kendali militer atas Kota Gaza memicu peringatan dari pejabat senior PBB yang menyebutnya sebagai bencana lain di tengah meningkatnya kematian akibat kelaparan dan malanutrisi.
"Keputusan ini didorong oleh sentimen publik di Australia, yang telah bergeser dalam beberapa bulan terakhir, dengan mayoritas warga Australia menginginkan krisis kemanusiaan di Gaza segera berakhir," pungkas Jessica Genauer, dosen senior hubungan internasional di Universitas Flinders. (I-2)
Loyalis Mahmoud Abbas menang pemilu lokal Palestina, termasuk di Gaza. Partisipasi rendah, hasil dinilai langkah awal menuju persatuan politik nasional.
PPS melaporkan peningkatan penangkapan sistematis perempuan Palestina oleh Israel. 90 tahanan di Penjara Damon hadapi kondisi keras dan pelecehan.
MER-C Indonesia menyampaikan bahwa RS Indonesia di Gaza utara merupakan bukti solidaritas masyarakat Indonesia terhadap Palestina.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) bersama Tempo Scan memberikan layanan kesehatan gratis bagi 1.500 warga Palestina, terutama bagi kelompok rentan.
Fenomena pembongkaran mandiri di Jerusalem Timur meningkat. Warga Palestina terpaksa menghancurkan rumahnya sendiri untuk menghindari denda puluhan ribu dolar.
Selama periode yang sama, sebanyak 761 jasad warga Palestina telah ditemukan.
Serangan drone Israel di Beit Lahia, Gaza Utara, menewaskan lima warga sipil termasuk tiga anak-anak di dekat Masjid Al-Qassam. Simak selengkapnya.
Masyarakat Tahanan Palestina (PPS) melaporkan lebih dari 23.000 warga Palestina ditangkap pasukan Israel sejak Oktober 2023, termasuk perempuan dan anak-anak.
Pelapor Khusus PBB Francesca Albanese mengungkap praktik penyiksaan, pelecehan seksual, dan degradasi moral terhadap tahanan Palestina di penjara Israel.
Laporan Al Akhbar mengungkap pengalihan dana rekonstruksi Gaza sebesar US$17 miliar ke Israel di tengah ketegangan AS-Iran. Simak detail manuver politiknya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved