Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Marco Rubio mengkritik langkah beberapa negara Barat yang baru-baru ini menyatakan akan mengakui Palestina sebagai negara. Dalam wawancara bersama Fox Radio pada Kamis (31/7) Rubio menyebut keputusan tersebut tidak relevan.
"Tak satu pun dari negara-negara itu memiliki kekuatan untuk benar-benar mendirikan negara Palestina," kata Rubio dikutip Anadolu, Jumat (1/8).
Dia menekankan bahwa pembentukan negara Palestina tidak mungkin terjadi tanpa persetujuan dari Israel.
"Tidak akan ada negara Palestina kecuali Israel menyetujuinya," sebutnya.
Rubio juga menyoroti ketidakjelasan dari rencana negara-negara pendukung Palestina.
"Mereka bahkan tidak bisa menentukan di mana negara Palestina ini akan berada. Mereka tidak bisa menunjuk siapa yang akan memimpinnya. Menurut saya, itu kontraproduktif," lanjutnya.
Dia menambahkan bahwa Hamas masih menyandera sekitar 20 orang dan menyimpan jenazah lebih dari 50 orang. Rubio menuduh negara-negara Barat yang mengakui Palestina seolah ikut berpihak kepada Hamas.
"Pada akhirnya, Hamas adalah pihak yang mendorong keberadaan negara Palestina. Jadi, ini seperti memberikan imbalan atas tindakan mereka," ucapnya.
Sementara para pendukung pengakuan ini menilai langkah tersebut sebagai bagian penting untuk mencapai perdamaian, Rubio menilai kebalikannya. Dia mengeklaim pengakuan negara Palestina justru merusak upaya gencatan senjata yang tengah dinegosiasikan.
Rubio juga menyebut bahwa banyak dari keputusan tersebut didorong oleh dinamika politik dalam negeri negara masing-masing, bukan pertimbangan geopolitik.
"Langkah ini justru merugikan perjuangan perdamaian. Mereka tidak membantu dan hanya mendorong serta menguntungkan Hamas, yang kini memiliki lebih banyak alasan untuk menolak gencatan senjata dan tidak membebaskan para sandera," tegasnya.
Dia mendesak negara-negara Barat tersebut untuk bersatu dan fokus menekan Hamas agar segera membebaskan 20 sandera yang masih hidup.
Pada akhir Juni, Presiden Prancis Emmanuel Macron mengumumkan niat negaranya untuk secara resmi mengakui negara Palestina. Dia berencana menyampaikan deklarasi resmi dalam Sidang Umum PBB bulan September.
Perdana Menteri Kanada Mark Carney dan pejabat senior Malta, Christopher Cutajar, juga menyampaikan hal serupa, yakni negara mereka akan mengakui Palestina sebagai negara berdaulat.
Sementara itu, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menyatakan Inggris akan memberikan pengakuan resmi terhadap Palestina di Sidang Umum PBB jika Israel gagal memenuhi sejumlah syarat yang telah ditetapkan.
Seluruh pengumuman ini diperkirakan akan disampaikan secara resmi dalam forum Majelis Umum PBB pada bulan September mendatang. (Fer/I-1)
Pertemuan mungkin masih berlangsung, serta menegaskan proposal tersebut sedang dibahas. Meski demikian, Leavitt menolak berspekulasi lebih jauh.
Untuk pertama kalinya sejak 1993, Libanon dan Israel bertemu di Washington untuk membahas gencatan senjata dan pengurangan pengaruh Hizbullah.
Departemen Luar Negeri AS menangkap keponakan dan cucu keponakan mendiang Jenderal Iran Qasem Soleimani atas dugaan penipuan suaka.
Menlu AS Marco Rubio menyatakan bahwa tuntutan Iran agar Amerika mengakui kedaulatan Iran atas Selat Hormuz dalam perundingan yang sedang berlangsung tidak dapat diterima.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mempertanyakan nilai strategis NATO bagi AS jika dukungan logistik, seperti akses pangkalan, justru dihambat saat dibutuhkan.
MENTERI Luar Negeri AS Marco Rubio pada Senin (30/3) menyatakan harapan untuk bekerja sama dengan elemen-elemen di dalam pemerintahan Iran.
Loyalis Mahmoud Abbas menang pemilu lokal Palestina, termasuk di Gaza. Partisipasi rendah, hasil dinilai langkah awal menuju persatuan politik nasional.
PPS melaporkan peningkatan penangkapan sistematis perempuan Palestina oleh Israel. 90 tahanan di Penjara Damon hadapi kondisi keras dan pelecehan.
MER-C Indonesia menyampaikan bahwa RS Indonesia di Gaza utara merupakan bukti solidaritas masyarakat Indonesia terhadap Palestina.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) bersama Tempo Scan memberikan layanan kesehatan gratis bagi 1.500 warga Palestina, terutama bagi kelompok rentan.
Fenomena pembongkaran mandiri di Jerusalem Timur meningkat. Warga Palestina terpaksa menghancurkan rumahnya sendiri untuk menghindari denda puluhan ribu dolar.
Selama periode yang sama, sebanyak 761 jasad warga Palestina telah ditemukan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved