Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KESEPAKATAN damai antara Thailand dan Kamboja akhirnya tercapai dalam perundingan yang dimediasi oleh Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim, setelah campur tangan Presiden AS Donald Trump dan negosiator dari Tiongkok.
Pertemuan tersebut digelar di Malaysia dan menjadi titik balik penting setelah lima hari konflik berdarah.
Namun di tengah proses diplomasi tingkat tinggi, warga sipil seperti Tee Samajanai justru memikirkan hal yang lebih sederhana yakni kembali ke ladang.
Petani berusia 68 tahun ini duduk bersama istrinya di atas tikar jerami di pengungsian, mengungkapkan harapannya untuk kembali ke kehidupan normal.
"Hal pertama yang akan saya lakukan ketika pulang adalah memeriksa ayam, memupuk padi, dan merawat ladang," kata Tee seperti dilansir CNA, Selasa (29/7).
Meski begitu, dia masih dibayangi rasa cemas terhadap masa depan.
"Saya masih ragu Kamboja akan menindaklanjuti apa yang telah mereka sepakati. Kita mungkin pulang, tapi dengan rasa gelisah. Tidak ada ketenangan pikiran. Aku ingin pulang, tapi aku sama sekali tidak percaya Kamboja. Tak seorang pun di desa kita yang percaya," tegasnya.
Sementara itu, di sisi Kamboja, Say Yoeun, petani berusia 55 tahun yang mengungsi di situs kuil Phumi Bak Thkav, menyuarakan perasaan serupa.
"Saya tidak senang tinggal di tempat seperti ini. Saya rindu rumah dan ternak saya dan saya tidak bisa mengurus sawah saya," ungkapnya.
Jika gencatan senjata bertahan, komandan militer dari kedua negara dijadwalkan bertemu pada Selasa (29/7) pagi untuk membahas proses pemulangan warga dan menghitung dampak kerugian akibat konflik.
Kavindhra Tiamsai, warga Thailand berusia 33 tahun yang mengevakuasi ibunya dari zona pertempuran, menilai bahwa warga perbatasan adalah korban yang diabaikan oleh pemerintah.
"Gencatan senjata adalah pilihan yang baik, tetapi juga minimal. Yang kita butuhkan adalah rencana yang komprehensif dan membumi yang mencerminkan realitas kehidupan pedesaan," katanya.
Dia menambahkan bahwa evakuasi bukanlah hal mudah bagi warga desa yang tidak memiliki kendaraan, uang atau perlindungan sosial.
"Seseorang yang tidak menganggap evakuasi itu mudah, atau bahkan mungkin, ketika sebagian besar keluarga tidak memiliki transportasi, tidak punya uang untuk bertahan hidup dan tidak ada jaring pengaman untuk bersandar," lanjutnya.
James Chin, profesor Studi Asia dari Universitas Tasmania, mengatakan Malaysia memainkan peran penting sebagai ketua ASEAN saat ini dalam meredakan konflik.
"Saya pikir sudah jelas bahwa semua pihak, terutama ASEAN, menginginkan gencatan senjata," ujarnya kepada CNA.
Dia juga menyebut bahwa Anwar Ibrahim menjadi sosok yang tepat untuk menjadi mediator.
"Sudah dipahami secara luas bahwa (dia) menawarkan diri untuk menjadi mediator segera setelah konflik dimulai," tambahnya.
Menurut Chin, mempertahankan gencatan senjata bukanlah tantangan terbesar, melainkan dinamika politik yang kompleks antara kedua negara.
"Masalah yang lebih besar adalah bagaimana kita akan menyelesaikan perbatasan atau tapal batas dalam jangka panjang? Karena jika dibiarkan begitu saja, potensi konflik dapat pecah di masa mendatang," pungkasnya.
Jadi ini adalah kesempatan emas bagi kedua negara untuk menemukan solusi yang lebih permanen. (Fer/I-1)
Misi Dagang ini menjadi yang pertama digelar di luar negeri pada tahun 2026 diikuti oleh sekitar 105 pelaku usaha dari berbagai sektor strategis.
Tim gabungan TNI AL dan BAIS TNI mengamankan 5 PMI ilegal dan 1 ABK yang pulang dari Malaysia melalui jalur tikus di Coastal Area Karimun.
George mengatakan pihak berwenang secara aktif membantu mengoordinasikan pendataan korban untuk keperluan evakuasi dan distribusi bantuan.
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim memberikan sinyal kuat bahwa pemerintahannya, melalui perusahaan migas nasional Petronas, siap melakukan negosiasi dengan Rusia.
Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonkav 13/SL berhasil menggagalkan penyelundupan 192 botol miras ilegal di Sebatik Barat, Nunukan, Kalimantan Utara.
Kwarnas tetapkan Gudep Pramuka KBRI Kuala Lumpur sebagai percontohan luar negeri. Memiliki pembina tersertifikasi, aktif di Malaysia, dan siap kirim regu ke Jamnas XII.
Setelah pertemuan tersebut, Rutte kemudian menyampaikan kepada para mitra di Eropa bahwa Washington menuntut "komitmen konkret" dalam beberapa hari ke depan.
PRESIDEN Amerika Serikat (AS), Donald Trump dikabarkan tengah mempertimbangkan kemungkinan menarik negaranya keluar dari NATO.
Analisis mendalam mengenai inkonsistensi kebijakan Donald Trump terhadap Iran, mulai dari tekanan maksimum hingga tawaran negosiasi tanpa syarat.
Analisis peluang negara mitra dagang AS (Indonesia, Vietnam, Thailand) mengikuti jejak Malaysia membatalkan perjanjian tarif resiprokal Trump.
OPERASI militer bertajuk Epic Fury yang diklaim menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran menandai babak baru strategi perang Amerika Serikat, mengandalkan kecerdasan buatan AI.
Trump mengatakan militer Amerika Serikat telah memulai operasi tempur besar-besaran di Iran untuk mencegah ancaman terhadap kepentingan nasional AS dan sekutunya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved