Anwar Ibrahim Buka Opsi Malaysia Impor Minyak dari Rusia

Irvan Sihombing
19/4/2026 20:11
Anwar Ibrahim Buka Opsi Malaysia Impor Minyak dari Rusia
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim (kanan) di Malaysia, Kamis (16/4/2026).(Dok. Kantor Perdana Menteri Malaysia.)

PERDANA Menteri Malaysia Anwar Ibrahim memberikan sinyal kuat bahwa pemerintahannya, melalui perusahaan migas nasional Petronas, siap melakukan negosiasi dengan Rusia untuk memenuhi kebutuhan minyak bumi nasional. 

Langkah strategis ini diambil di tengah dinamika geopolitik global, di mana Malaysia berupaya memanfaatkan hubungan bilateral yang baik dengan Moskow guna mengamankan stabilitas pasokan bahan bakar dalam negeri.

Pernyataan tersebut disampaikan Anwar saat peresmian Bandara Sultan Ismail Petra, Sabtu (18/4).

“Dalam situasi saat ini, pemerintah, termasuk dari Petronas, dapat bernegosiasi dengan Rusia untuk memenuhi beberapa kebutuhan Malaysia sebagai negara sahabat,” kata Anwar.

Kebijakan ini mencerminkan langkah Malaysia dalam menyesuaikan strategi energi di tengah perubahan peta geopolitik global yang terus berkembang.

Sebelumnya, Anwar juga telah menyampaikan peluang impor minyak mentah dari Rusia dalam pernyataan bersama dengan Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, seusai pertemuan di Malaysia pada Kamis (16/4).

Ia menegaskan bahwa Malaysia tetap menjalin hubungan dengan berbagai negara demi melindungi kepentingan nasional, termasuk di sektor energi.

“Sebagai sebuah negara kami menjalin hubungan dengan banyak negara. Investasi perdagangan terbesar masih dari Amerika Serikat. Meskipun demikian, kami memiliki hubungan bilateral yang baik dengan Rusia,” kata Anwar.

Saat peresmian Bandara Sultan Ismail Petra, Anwar menyoroti negara-negara Eropa dan Amerika Serikat yang memberlakukan pembatasan terhadap impor minyak Rusia. Namun, menurutnya, situasi kini berubah seiring dinamika geopolitik dan kebutuhan ekonomi global.

Anwar menilai hubungan baik antara Malaysia dan Rusia menjadi keuntungan strategis, terutama dalam menjaga stabilitas pasokan energi di dalam negeri.

“Jadi sekarang ini, banyak negara berebut, berunding dan mohon untuk membeli minyak dari Rusia. Itu menarik,” ujarnya. (Ant/I-1).



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya