Indonesia Impor Minyak Rusia, Pertamina Tunggu Lampu Hijau Pemerintah

Irvan Sihombing
14/4/2026 15:42
Indonesia Impor Minyak Rusia, Pertamina Tunggu Lampu Hijau Pemerintah
Presiden Prabowo Subianto (kiri) melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Vladimir Putin di Istana Kremlin, Moskow, Rusia, Senin (13/4/2026).(Badan Komunikasi Pemerintah RI)

PEMERINTAH Indonesia berencana impor minyak dari Rusia di tengah tekanan pasar global. Terkait dengan hal itu, PT Pertamina (Persero) menyatakan siap menindaklanjuti kebijakan tersebut sesuai arahan dan regulasi yang ditetapkan.

Vice President Corporate Communication Muhammad Baron menyampaikan PT Pertamina (Persero) akan menindaklanjuti rencana Indonesia membeli minyak dari Rusia sesuai arahan dan regulasi yang ditetapkan pemerintah.

“Saat ini, penjajakan masih di level pemerintah. Sebagai BUMN yang mengelola energi nasional, Pertamina akan menindaklanjuti sesuai arahan dan regulasi yang ditetapkan,” ujar Baron di Jakarta, Selasa (14/4/2026).

Terkait kecocokan spesifikasi minyak mentah atau crude dari Rusia untuk diolah di kilang Pertamina, Baron menyatakan pihaknya akan melakukan kajian lebih lanjut.

“Kami akan pelajari atas jenis crude (minyak mentah) tersebut. Dengan modernisasi kilang, ke depan diharapkan kilang Pertamina memiliki fleksibilitas untuk mengolah beberapa jenis crude,” ucapnya.

Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa pertemuan antara Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Rusia Vladimir Putin turut membahas kerja sama energi secara konkret yang berorientasi pada kepentingan nasional.

Berdasarkan keterangan resmi yang dikonfirmasi, kerja sama tersebut mencakup pengembangan kilang minyak, penguatan perdagangan minyak, serta peningkatan pemanfaatan teknologi energi.

“Dalam jangka panjang, Indonesia turut membuka peluang kolaborasi di sektor energi bersih. Sebagai upaya yang diarahkan untuk mendukung diversifikasi energi,” ujar Bahlil.

Di tengah gejolak pasar energi global yang masih mengalami tekanan, kondisi tersebut berdampak pada stabilitas pasokan energi di berbagai negara, termasuk Indonesia. Untuk menjaga ketahanan energi nasional, pemerintah terus mencari langkah strategis, salah satunya melalui penjajakan kerja sama dengan Rusia sebagai salah satu produsen energi dunia. (Ant/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya