Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Amerika Serikat (AS), Donald Trump dikabarkan tengah mempertimbangkan kemungkinan menarik negaranya keluar dari NATO di tengah meningkatnya ketegangan dengan sekutu-sekutu Barat.
Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, pada Rabu (8/4) mengungkapkan bahwa langkah tersebut dipertimbangkan karena kekecewaan Washington terhadap kinerja aliansi.
"Saya memiliki kutipan langsung dari Presiden Amerika Serikat tentang NATO. Saya akan menyampaikannya kepada kalian. Mereka sudah diuji, dan mereka gagal," katanya dikutip Al Jazeera, Kamis (9/4).
Leavitt menambahkan bahwa pemerintah AS menilai negara-negara anggota tidak memberikan dukungan yang diharapkan.
"Cukup menyedihkan karena NATO memunggungi rakyat AS selama enam minggu terakhir, padahal rakyat AS yang membiayai pertahanan mereka," lanjutnya.
Pernyataan itu disampaikan menjelang pertemuan Trump dengan Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, di Gedung Putih. Dalam pertemuan tersebut, Trump dilaporkan secara terbuka menyampaikan kekecewaannya terkait sikap negara-negara anggota NATO.
Kritik tersebut terutama dipicu oleh penolakan sejumlah anggota NATO untuk membantu Amerika Serikat dalam mengamankan jalur pelayaran di Selat Hormuz.
Jalur strategis ini sebelumnya sempat ditutup oleh Iran menyusul serangan gabungan AS dan Israel, yang berdampak pada terganggunya pasokan energi global.
Dalam wawancara dengan CNN usai pertemuan, Rutte mengakui adanya ketegangan tersebut.
"Jelas ada kekecewaan. Namun pada saat yang sama, ia juga mendengarkan dengan baik argumen saya atas apa yang terjadi," ujarnya.
Hubungan antara AS dan NATO memang telah mengalami tekanan sejak Trump kembali menjabat sebagai presiden pada 2025.
Ia berulang kali mengkritik pembagian beban pertahanan yang dinilai tidak adil, dengan menilai Washington menanggung biaya lebih besar dibandingkan negara anggota lainnya.
Sebagai respons, dalam KTT NATO pada Juni 2025, negara-negara anggota sepakat untuk meningkatkan kontribusi pertahanan hingga 5% dari produk domestik bruto (GDP) masing-masing mulai 2035.
Ketegangan juga sempat meningkat ketika Trump mengancam akan mengambil alih wilayah Greenland demi kepentingan strategis AS. Langkah tersebut mendorong negara-negara Eropa memperkuat kehadiran militer mereka di wilayah tersebut.
Menurut laporan The Wall Street Journal, dalam perkembangan terbaru, Trump bahkan mempertimbangkan penarikan pasukan AS dari sejumlah negara anggota NATO yang dianggap tidak sejalan dengan kepentingan Washington. (Fer/I-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved