Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PERDANA Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyerukan agar Thailand dan Kamboja segera menahan diri dan menghentikan konflik di perbatasan mereka. Pernyataan itu ia sampaikan pada Kamis (24/7), menyusul bentrokan mematikan antara kedua negara Asia Tenggara tersebut.
“Paling tidak, kita bisa berharap mereka mundur dan semoga mencoba bernegosiasi,” kata Anwar, yang saat ini menjabat sebagai Ketua Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN), organisasi regional yang juga mencakup Thailand dan Kamboja.
Bentrok Thailand-Kamboja memanas sejak pagi ini ketika militer Thailand meluncurkan serangan udara ke sasaran militer di Kamboja. Sebagai balasan, Kamboja menembakkan roket dan artileri ke wilayah Thailand.
Ketegangan tersebut merupakan eskalasi terbaru dari sengketa perbatasan yang telah berlangsung lama di kawasan Segitiga Zamrud, wilayah strategis di mana perbatasan kedua negara bertemu dengan Laos dan menjadi lokasi sejumlah kuil bersejarah.
Jumlah Korban
Serangan roket dari Kamboja ke Thailand menewaskan sedikitnya 11 warga sipil. Mayoritas korban berada di dekat sebuah stasiun pengisian bahan bakar di Provinsi Sisaket, demikian laporan dari Kementerian Kesehatan Masyarakat Thailand.
“Perkembangannya mengkhawatirkan. Mereka adalah anggota penting ASEAN. Mereka sangat dekat dengan Malaysia dan saya telah menyampaikan pesan kepada kedua PM. Saya berharap dapat berbicara dengan keduanya malam ini,” kata Anwar kepada awak media seperti dilansir AFP, Kamis (24/7). "Perdamaian adalah satu-satunya pilihan yang tersedia bagi negara-negara anggota ASEAN," tambahnya.
Bentrokan tersebut terjadi hanya dua minggu setelah para menteri luar negeri ASEAN berkumpul di Kuala Lumpur bersama perwakilan dari negara-negara besar seperti Amerika Serikat dan Tiongkok, dalam rangka memperkuat stabilitas regional.
Perselisihan antara Thailand dan Kamboja telah berlangsung selama puluhan tahun, dan sempat berubah menjadi konflik bersenjata sekitar 15 tahun lalu. Ketegangan kembali meningkat pada Mei lalu, ketika seorang tentara Kamboja tewas dalam baku tembak di perbatasan.
Krisis kali ini memuncak dengan peluncuran roket dan artileri oleh Kamboja, yang dibalas dengan serangan udara jet F-16 milik militer Thailand. (AFP/M-1)
Penguatan ekonomi hijau di kawasan ASEAN membutuhkan kolaborasi yang erat antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan lembaga internasional.
Menelusuri sejarah tuan rumah bersama Piala Dunia, mulai dari edisi 2002 hingga rencana ambisius 2026 dan peluang negara ASEAN di masa depan.
Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki menegaskan bahwa penguatan sumber daya manusia (SDM) menjadi faktor kunci dalam pengendalian kebakaran hutan.
Dino Patti Djalal menyarankan Presiden Prabowo memprioritaskan ASEAN di tengah konflik global, sambil tetap menjalin kerja sama dengan Rusia dan Prancis.
Pelatih Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto, menegaskan skuat Garuda tidak merasa inferior menghadapi Tailan di final Kejuaraan ASEAN Futsal 2026.
Ia menyinggung, selama ini posisi Jakarta kerap berada di bawah kota-kota besar Asia Tenggara dalam berbagai indikator global. Namun, hasil
DEKLARASI perdamaian yang diumumkan Presiden AS Donald Trump antara Thailand dan Kamboja berantakan.
DI tengah konflik perbatasan Thailand dan Kamboja, sejumlah warga tetap menolak mengungsi. Apa alasan mereka?
HARAPAN gencatan senjata tercapai antara Thailand dan Kamboja mulai terbuka setelah kedua negara menyatakan kesediaan untuk memulai dialog guna mengakhiri pertikaian perbatasan.
THAILAND dan Kamboja kembali terlibat bentrokan pada Minggu (27/7) untuk hari keempat berturut-turut, meskipun kedua negara mengaku siap memulai pembicaraan damai
WAKIL Ketua Komisi 1 DPR RI Sukamta khawatir berharap eskalasi konflik Thailand dan Kamboja di wilayah sekitar kuil suci Preah Vihear mereda.
Sebanyak delapan warga sipil dan lima tentara Kamboja dilaporkan tewas dalam pertempuran lintas perbatasan dengan Thailand.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved