Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Donald Trump mengatakan Amerika Serikat (AS) “tidak akan mentoleransi” perlawanan yang dirasakan dari Presiden Volodymyr Zelensky dalam mengakhiri perang dengan Rusia. Trump menegaskan permusuhannya terhadap pemimpin Ukraina itu tetap ada setelah keributan di Ruang Oval.
“Ini adalah pernyataan terburuk yang bisa dibuat oleh Zelensky, dan Amerika tidak akan mentoleransinya lebih lama lagi!” tulis Trump di Truth Social.
“Itulah yang saya katakan, orang ini tidak menginginkan perdamaian selama dia mendapat dukungan dari Amerika. Dan Eropa, dalam pertemuan mereka dengan Zelensky, secara gamblang menyatakan mereka tidak bisa menjalankan tugas ini tanpa AS – Mungkin bukan pernyataan yang bagus dalam hal menunjukkan kekuatan melawan Rusia. Apa yang mereka pikirkan?” lanjut Trump.
Para pejabat Amerika terus melontarkan kritik keras terhadap Zelensky tiga hari setelah perselisihan di Ruang Oval. Penasihat keamanan nasional Mike Waltz mengatakan Zelensky harus menyatakan penyesalan sebelum pembicaraan dapat dilanjutkan terkait kesepakatan mineral tanah jarang.
Sebuah pertengkaran luar biasa terjadi di Ruang Oval, ketika Trump memarahi Zelensky, sebuah tampilan konflik yang sangat sengit yang semakin menegaskan ketidakpastian masa depan bantuan Amerika untuk Kyiv.
Mencela Zelensky karena dianggap tidak cukup menunjukkan rasa terima kasih atas dukungan Amerika, Trump dan Wakil Presiden JD Vance meninggikan suara mereka, menuduh pemimpin yang sedang terdesak itu menghalangi kesepakatan damai dengan Rusia.
Akhir pekan lalu, para pemimpin Eropa menghadiri pertemuan penting di London mengenai Ukraina, di mana benua itu berupaya merebut kendali atas negosiasi perang Rusia-Ukraina dari AS dan menampilkan sikap yang bersatu di tengah ketegangan yang memburuk antara Kyiv dan Washington.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan ia mengandalkan dukungan AS untuk mengakhiri perang dengan Rusia.
“Kami bekerja sama dengan Amerika dan mitra Eropa kami serta sangat berharap pada dukungan AS dalam perjalanan menuju perdamaian. Perdamaian dibutuhkan sesegera mungkin,” kata Zelensky dalam sebuah unggahan di X.
“Pembicaraan dan langkah-langkah lain” sedang dilakukan untuk mengakhiri perang, tambahnya.
“Sangat penting bagi kami untuk membuat diplomasi benar-benar bermakna demi mengakhiri perang ini secepat mungkin,” lanjutnya. “Kami membutuhkan perdamaian yang nyata, dan rakyat Ukraina menginginkannya lebih dari siapa pun karena perang telah menghancurkan kota dan desa kami. Kami kehilangan banyak orang. Kami perlu menghentikan perang dan menjamin keamanan.”
Unggahan ini muncul sehari setelah Zelensky mengatakan kepada wartawan di London bahwa kesepakatan untuk mengakhiri perang masih “sangat, sangat jauh.” (CNN/Z-2)
Gedung Putih telah menyetujui setiap pertemuan antara Raja Charles III dan Trump akan berlangsung tanpa kamera, demikian dilaporkan surat kabar tersebut pada Senin (27/4).
Ukraina memperingati 40 tahun bencana Chernobyl di tengah konflik dengan Rusia. Risiko nuklir kembali jadi sorotan global.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memperingatkan risiko besar jika bantuan senjata dan atensi diplomatik AS beralih sepenuhnya ke konflik Iran.
Seorang pria bersenjata melakukan penembakan brutal di Distrik Holosiivskyi, Kyiv. Enam orang tewas dan belasan lainnya luka-luka dalam insiden langka ini.
Militer Ukraina sebut kerugian personel Rusia capai 1,29 juta jiwa per Maret 2026. Analis independen CSIS perkirakan rasio korban Rusia banding Ukraina capai 2,5 banding 1.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky kunjungi Arab Saudi. Tawarkan keahlian drone untuk amankan jalur minyak Teluk demi bantuan senjata lawan Rusia.
UKRAINA dan Inggris menandatangani perjanjian pinjaman yang akan difokuskan pada produksi senjata di Ukraina.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky harus menemukan cara untuk memperbaiki hubungan dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved