Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Luar Negeri Libanon Abdallah Bou Habib menyebut bahwa semakin kuatnya kelompok Hizbullah di Libanon Selatan berpangkal dari kegagalan Israel mematuhi Resolusi Dewan Keamanan PBB yang mengakhiri perang di Libanon pada 2006.
"Kalau saja Israel benar-benar menerapkan Resolusi 1701 hingga selesai, mungkin Hizbullah tak akan jadi sekuat dan seeksis saat ini di Libanon Selatan," kata Bou Habib dalam sebuah wawancara CNN yang direkam sebelum serangan rudal Iran ke Israel pada Selasa (1/10).
Resolusi DK PBB nomor 1701 yang disahkan untuk mengakhiri perang Israel-Hizbullah tersebut memerintahkan kedua belah pihak mematuhi Garis Biru, yaitu garis batas penarikan tentara Israel dan Hizbullah sepanjang 120 kilometer di perbatasan Israel-Libanon. Pihak manapun yang menyeberang garis tersebut dipastikan melanggar Resolusi 1701.
Baca juga : Pengusaha Israel Teman Netanyahu Tuding Yordania bakal seperti Libanon
Ia mengatakan bahwa Perdana Menteri Najib Mikati berulang kali menegaskan bahwa keputusan terkait perang tak ditetapkan oleh pihaknya, meski keputusan itu memang selayaknya ditentukan pemerintah. Pasalnya, kondisi di Libanon Selatan berada di luar kuasa pihaknya.
"Kalau sampai muncul Hizbullah, gerakan perlawanan, di Libanon selatan, berarti memang ada pendudukan yang terjadi," kata Bou Habib.
Eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah semakin parah menyusul masuknya tentara Israel ke perbatasan Libanon pada Senin dan serangan rudal Iran ke Israel pada Selasa.
Memburuknya kondisi keamanan memaksa pemerintah sejumlah negara mengevakuasi warga negaranya keluar dari Libanon. (Ant/Z-2)
Indonesia memastikan tetap melanjutkan misi UNIFIL di Libanon hingga mandat berakhir, meski sempat terjadi serangan terhadap pasukan di lapangan.
Menlu RI Sugiono mengungkapkan bahwa serangan terhadap Pasukan Sementara PBB di Libanon (UNIFIL) pada Minggu (29/3) melukai tiga personel RI. Satu di antaranya terluka parah.
Mantan Menteri Luar Negeri RI Marty Natalegawa menegaskan bahwa kepentingan nasional harus menjadi pijakan utama dalam setiap langkah politik luar negeri Indonesia, terutama dalam BoP.
EDITORIAL Media Indonesia pada 15 Januari 2026 menyoroti melemahnya tatanan internasional berbasis aturan di tengah meningkatnya kecenderungan negara-negara besar mengandalkan kekuatan.
Menlu RI Sugiono menegaskan posisi Turki sebagai mitra strategis Indonesia sekaligus menyampaikan komitmen pemerintah memperdalam kerja sama bilateral.
"Pertemuan nanti diharapkan lancar dan konstruktif, serta mencerminkan semangat kedua pihak untuk memperkuat kemitraan strategis Indonesia-Turki,"
Arab Saudi intensifkan diplomasi di Libanon melalui Perjanjian Taif untuk melucuti senjata Hizbullah di tengah goyahnya gencatan senjata Israel-Hizbullah.
Ia juga mengkritik pelaksanaan dua putaran pembicaraan langsung antara Libanon dan Israel yang berlangsung di Washington beberapa hari lalu.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memerintahkan militer untuk menyerang target Hizbullah secara masif di Libanon meski gencatan senjata baru diperpanjang.
Ketegangan di Libanon Selatan meningkat setelah prajurit UNIFIL asal Prancis kembali gugur. Macron tuding Hizbullah, sementara Presiden Aoun sampaikan duka mendalam.
Ia menegaskan bahwa prioritas Hizbullah bukan sekadar kembali ke situasi sebelumnya, tetapi memastikan penarikan pasukan Israel serta kembalinya warga Libanon ke desa-desa mereka.
Kabinet Netanyahu bergejolak setelah pengumuman gencatan senjata 10 hari di Libanon oleh Donald Trump tanpa melalui proses pemungutan suara resmi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved