Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
LEBIH dari 100 orang tewas dan 400 lain luka-luka, termasuk wanita, anak-anak, dan paramedis akibat serangan udara Israel yang sedang berlangsung di Libanon selatan, Senin (23/9). Kementerian kesehatan negara terus memperbarui data dan mencatat angka kematian harian tertinggi sejak pertempuran antara Israel dan Hizbullah dimulai pada Oktober lalu.
Hal ini menambah jumlah puluhan orang yang terbunuh dan ribuan orang terluka pada minggu lalu di Libanon ketika pager dan walkie-talkie diledakkan dalam serangan yang secara luas dikaitkan dengan upaya Israel untuk menargetkan agen Hizbullah.
Radio tentara Israel melaporkan bahwa IDF menerbitkan peta berbahasa Arab yang mengidentifikasi wilayah di Libanon yang diserangnya dan memerintahkan warga Libanon untuk mengungsi dari rumah mereka. Juru bicara militer Israel Rr Laksamana Daniel Hagari, dalam pengarahan berbahasa Ibrani, mengeklaim bahwa rumah-rumah yang diserang oleh IDF di Bekaa di Libanon berisi rudal dan drone.
Baca juga : Pemimpin Dunia Cegah Perang Meluas, Hizbullah Siap Hadapi Israel
Dia mengeklaim Israel hanya menargetkan rumah-rumah yang berisi senjata Hizbullah dan Israel bermaksud untuk terus menyerang gudang senjata strategis. Dia mengatakan warga sipil di kawasan lembah Bekaa harus mengungsi.
Kantor berita Channel 12 dari Israel berbicara dengan Dudi Yitzhaki dari Israel yang tinggal di permukiman komunitas Givat Avni di Galilea. Dia mengatakan kepada jaringan tersebut bahwa dia dan keluarganya berada tiga sentimeter dari kematian setelah rumah mereka dihantam oleh roket Hizbullah.
"Saya sedang melakukan panggilan telepon kantor di luar ketika sirene berbunyi. Saya memasuki rumah dan masuk ke ruangan yang diperkuat. Hanya dalam waktu 30 detik, kami mendengar ledakan yang luar biasa. Saya segera menyadari bahwa benda itu telah menghantam rumah," tambahnya.
Sebelumnya IDF mengatakan pihaknya telah menangkis sebagian besar serangan sekitar 35 proyektil yang ditembakkan ke arah Israel dari Libanon.
Hizbullah, dalam suatu pernyataan, mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut, dan mengatakan bahwa serangan tersebut merupakan respons terhadap serangan Israel di Libanon. (The Guardian/Z-2)
Liga Arab menuntut Amerika Serikat memastikan Israel menghentikan serangan ke Libanon menyusul kesepakatan gencatan senjata sementara antara AS dan Iran.
Israel lancarkan serangan udara besar-besaran di Dahiyeh, Libanon. Lebih dari 100 lokasi digempur dalam 10 menit, korban tewas mencapai 254 jiwa.
PBB menduga penggunaan IED dalam insiden yang menewaskan tiga prajurit TNI di Libanon Selatan. Simak kronologi dan identitas korban di sini.
Menteri Pertahanan Israel Israel Katz umumkan rencana penghancuran desa di perbatasan Libanon dan pembentukan zona penyangga hingga Sungai Litani.
WAKIL Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono mendesak pemerintah melakukan evaluasi termasuk opsi penarikan pasukan setelah seorang prajurit TNI anggota UNIFIL tewas di Libanon
Krisis Libanon 2026: UNICEF laporkan 700.000 pengungsi, termasuk 200.000 anak-anak. Angka kematian anak melonjak 25% dalam sepekan. Baca selengkapnya.
PBB menegaskan rencana Israel memperluas permukiman di Dataran Tinggi Golan ilegal. Suriah upayakan kesepakatan keamanan baru terkait penarikan pasukan.
Wilayah udara Turki saat ini ditutup bagi pejabat Israel dan pesawat yang membawa senjata.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Israel dilaporkan mengerahkan sistem pertahanan udara Iron Dome ke Emirat ArabĀ untuk melindungi infrastruktur kunci dari serangan rudal dan drone Iran di Teluk.
Ia juga mengkritik pelaksanaan dua putaran pembicaraan langsung antara Libanon dan Israel yang berlangsung di Washington beberapa hari lalu.
Militer Israel (IDF) melakukan investigasi atas laporan maraknya penjarahan rumah warga dan perusakan properti sipil oleh tentaranya di Libanon Selatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved