Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
ENAM orang, termasuk dua warga Amerika keturunan Vietnam, ditemukan tewas di dalam kamar hotel mewah di pusat Bangkok, dengan polisi Thai sedang menyelidiki kemungkinan bahwa mereka diracuni.
Mayat-mayat tersebut ditemukan staf di kamar lantai lima hotel Grand Hyatt, setelah para tamu melewatkan waktu check-out lebih dari 24 jam, menurut Thiti Saengsawang, komisioner Polisi Metropolitan Bangkok.
Polisi mengatakan insiden ini tidak terlihat seperti perampokan. Selain itu tidak ada tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh para korban. Polisi juga percaya "mereka tidak melukai diri mereka sendiri."
Baca juga : Indeks Pariwisata Indonesia Meningkat, Jokowi: Tapi Kalah dengan Malaysia
Namun, Saengsawang mengatakan cangkir dengan bekas bubuk putih ditemukan di dalam kamar, bersama dengan makanan yang tidak tersentuh yang dipesan sebelumnya. Kemungkinan keracunan belum dikesampingkan, kata Saengsawang.
Pihak berwenang saat ini sedang mencari orang ketujuh yang merupakan bagian dari reservasi hotel, dan sekarang menjadi tersangka potensial.
Empat korban lainnya adalah warga negara Vietnam. Saengsawang mengatakan polisi percaya salah satu anggota kelompok tersebut mencoba mencapai pintu tetapi jatuh sebelum mereka bisa melakukannya.
Baca juga : Polri Ke Thailand Tangkap Bandar Narkoba Fredy Pratama
Polisi terlihat menjaga pintu masuk hotel bintang lima pada Selasa, setelah mayat-mayat tersebut ditemukan.
Departemen Luar Negeri AS mengatakan pihaknya "sadar akan laporan kematian dua warga negara AS di Bangkok."
"Kami menyampaikan belasungkawa tulus kami kepada keluarga atas kehilangan mereka. Kami memantau situasi dengan cermat dan siap memberikan bantuan konsuler kepada keluarga tersebut," kata juru bicara Departemen Luar Negeri Matthew Miller dalam sebuah pengarahan, Selasa.
Baca juga : Kebakaran Hotel Tewaskan Tiga Karyawan Diduga Ada Kelalaian, Polisi Periksa Manajemen
"Setiap kali seorang warga negara AS meninggal di negara asing, pihak berwenang setempat bertanggung jawab untuk menentukan penyebab kematian. Kami sering berhubungan dengan pihak berwenang setempat untuk berkomunikasi dengan mereka ketika melibatkan kematian seorang warga negara AS dan kami pasti akan melakukannya di sini," kata Miller.
Miller mengatakan dia tidak tahu apakah kematian tersebut dibahas selama panggilan telepon Menteri Luar Negeri Antony Blinken dengan rekannya dari Thailand, karena panggilan tersebut mungkin dilakukan sebelum agensi mengetahui kematian tersebut.
Tahun lalu Sararat Rangsiwuthaporn, seorang wanita Thailand yang ditangkap dengan dugaan membunuh temannya dengan sianida, didakwa dengan setidaknya 13 tuduhan pembunuhan berencana, dalam kasus keracunan terpisah yang mengejutkan negara tersebut. (CNN/Z-3)
Simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) Polda Jawa Tengah di Jalan Pahlawan, Semarang, Jawa Tengah.
Mantan anggota Polri Robig Zaenudin dipindahkan ke Nusakambangan karena diduga mengendalikan peredaran narkoba dari dalam Lapas Semarang.
Polres Metro Jakarta Pusat mengerahkan 1.031 personel gabungan untuk mengamankan aksi BEM UI terkait gugatan UU TNI dan solidaritas Andrie Yunus.
Budi mengatakan personel akan ditempatkan di gereja-gereja, titik keramaian, hingga lokasi yang menjadi pusat kegiatan umat Kristiani selama perayaan Paskah.
Petugas kepolisian saat ini tetap disiagakan di lapangan untuk memantau pergerakan masyarakat, terutama di area aglomerasi dan kampung halaman.
Ledakan petasan di Pekalongan menewaskan remaja 14 tahun. Dua korban lain masih dirawat intensif, polisi lakukan penyelidikan.
Militer AS melalui USS Rafael Peralta mencegat kapal tanker M/T Stream menuju Iran. Ketegangan di Selat Hormuz meningkat di tengah kebuntuan diplomasi.
Pemerintahan Trump mengusulkan Visa Kartu Emas US$5 juta dan tarif untuk tekan utang AS senilai US$39 triliun. Simak analisis kelayakan dan dampaknya.
PERANG AS-Israel melawan Iran telah membuka aib rezim Donald Trump yang sesungguhnya.
Gedung Putih telah menyetujui setiap pertemuan antara Raja Charles III dan Trump akan berlangsung tanpa kamera, demikian dilaporkan surat kabar tersebut pada Senin (27/4).
Pertemuan mungkin masih berlangsung, serta menegaskan proposal tersebut sedang dibahas. Meski demikian, Leavitt menolak berspekulasi lebih jauh.
Presiden AS Donald Trump merespons insiden penyerangan di Washington Hilton. Ia membantah isi manifesto pelaku dan meminta acara segera dijadwalkan ulang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved