Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMILIHAN presiden Iran berakhir tanpa ada satu pun calonnya yang meraih suara mayoritas. Kementerian Dalam Negeri Iran mengatakan sesuai peraturan, pemilu presiden akan berlanjut ke putaran kedua.
Dari total 24,5 juta surat suara, kandidat moderat Masoud Pezeshkian, seorang ahli bedah jantung, berhasil meraih 10,4 juta suara. Sementara penantangnya yang berhaluan garis keras, Saeed Jalili, meraup 9,4 juta suara, menurut keterangan Mohsen Eslami, seorang juru bicara Komisi Pemilu Iran.
Mengutip dari DW pada Minggu (30/6), juru bicara parlemen Iran, Mohammad Bagher Qalibaf, hanya memperoleh 3,3 juta suara, dan ulama Syiah Mostafa Pourmohammadi berada di urutan terbawah dengan 206 ribusuara.
Baca juga : 6 Kandidat Siap Bertarung dalam Pemilihan Presiden Iran
Media lokal Tasnim sebelumnya telah melaporkan putaran kedua sangat mungkin terjadi di saat masyarakat Iran memilih pengganti sosok pengganti Presiden Ebrahim Raisi, yang tewas dalam kecelakaan helikopter pada Mei.
Berdasarkan hukum pemilu Iran, putaran kedua antara dua kandidat teratas diadakan, Jumat, pertama setelah hasil diumumkan jika tidak ada yang memperoleh sedikitnya 50% plus satu suara dari semua surat suara yang diberikan, termasuk suara kosong.
Tanggal yang ditetapkan untuk putaran kedua pada 5 Juli. Pemungutan suara di Iran dilakukan saat lembaga ulama menghadapi ketidakpuasan publik yang meluas atas kesulitan ekonomi dan pembatasan keras terhadap kebebasan politik dan sosial.
Baca juga : Joe Biden Dilengserkan Usianya
Kementerian Dalam Negeri Iran mengatakan jumlah pemilih pada pemungutan suara, Jumat lalu sangat rendah, yaitu sekitar 40%, dengan beberapa analis mengatakan hal ini menunjukkan bahwa kredibilitas sistem politik Teheran telah terkikis.
Hanya enam kandidat dari 80 tokoh yang disetujui untuk maju ke pemilu Iran, dan dua dari mereka kemudian mengundurkan diri. Semua kandidat berjanji memulihkan perekonomian negara yang sedang terpuruk.
Itu telah dirusak mismanajemen dan korupsi serta sanksi internasional yang telah diberlakukan kembali sejak 2018 setelah Amerika Serikat (AS) menarik diri dari perjanjian nuklir 2015 dengan enam negara adikuasa. Pemilu Iran ini berlangsung tanpa diawasi pemantau yang diakui secara internasional. (Z-3)
Militer AS melalui USS Rafael Peralta mencegat kapal tanker M/T Stream menuju Iran. Ketegangan di Selat Hormuz meningkat di tengah kebuntuan diplomasi.
Presiden AS Donald Trump memilih strategi blokade ekonomi berkepanjangan terhadap Iran untuk menekan ekspor minyak dan menghindari risiko perang terbuka.
Arab Saudi mendesak Dewan Keamanan PBB secara eksplisit mengecam serangan Iran sejak awal krisis, sembari menyoroti pentingnya keamanan Selat Hormuz bagi ekonomi global.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Pertemuan mungkin masih berlangsung, serta menegaskan proposal tersebut sedang dibahas. Meski demikian, Leavitt menolak berspekulasi lebih jauh.
HARGA minyak dunia terus menunjukkan tren kenaikan meskipun Iran mengajukan proposal untuk mengakhiri blokade di Selat Hormuz.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved