Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SEKRETARIS Jenderal PBB Antonio Guterres mengumumkan pembentukan panel independen untuk menilai badan yang bertugas membantu pengungsi Palestina (UNRWA). Badan yang ingin dibubarkan Israel itu dituduh terlibat dalam serangan pada 7 Oktober.
Isu tanpa bukti kuat yang dihembuskan Israel itu sontak ditanggapi serius para sekutunya. Lebih dari selusin negara donor termasuk Amerika Serikat, Jerman, Inggris dan Swedia, telah menangguhkan pendanaan untuk badan tersebut.
"Panel independen baru akan dipimpin oleh mantan menteri luar negeri Prancis Catherine Colonna, yang akan bekerja dengan tiga organisasi penelitian asal Eropa," kata PBB dalam sebuah pernyataan.
Baca juga : Sekjen PBB akan bertemu negara-negara donor setelah tuduhan lembaga pengungsi
Ketiganya adalah Raoul Wallenberg Institute di Swedia, Chr. Institut Michelsen di Norwegia, dan Institut Hak Asasi Manusia Denmark. Tujuan dari penyelidikan ini adalah untuk menilai apakah badan tersebut melakukan segala daya yang dimilikinya untuk memastikan netralitasnya.
Panel tersebut dijadwalkan menyerahkan laporan sementara kepada Guterres, Sekretaris Jenderal PBB, pada akhir Maret, dan laporan final pada akhir April. Jika diperlukan akan diminta rekomendasi untuk perbaikan dan penguatan mekanisme badan tersebut.
Menteri Luar Negeri Israel Israel Katz mengaku bahagia atas pembentukan panel ini. “Kami akan menyerahkan semua bukti yang menyoroti hubungan @UNRWA dengan terorisme dan dampak buruknya terhadap stabilitas regional,” tulis Katz di X.
Baca juga : Belgia Tetap Danai Pengungsi Palestina lewat UNWRA
Panel baru ini dibentuk bersamaan dengan penyelidikan internal oleh PBB yang dimulai bulan lalu atau setelah tuduhan pertama kali dilontarkan Israel.
"Kami berharap para donor memperhatikan dengan jelas tindakan cepat yang diambil oleh Sekretaris Jenderal untuk mengatasi masalah-masalah yang mungkin ada," kata Juru Bicara PBB Stephane Dujarric.
Serangan Hamas pada 7 Oktober mengakibatkan kematian sekitar 1.160 orang, sebagian besar warga sipil, menurut penghitungan AFP berdasarkan angka resmi.
Baca juga : Soal UNRWA, Rusia Minta PBB Buktikan Israel Benar atau Bohong
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan pekan lalu bahwa badan PBB tersebut telah disusupi oleh kelompok tersebut, yang telah memerintah Gaza sejak 2007. Bersumpah untuk melenyapkan Hamas, Israel melancarkan serangan militer besar-besaran yang telah menewaskan sedikitnya 27.478 orang di Gaza, sebagian besar perempuan dan anak-anak. (AFP/Z-3)
Sekjen PBB António Guterres menegaskan tidak ada solusi militer untuk konflik AS-Iran.
Sekjen PBB Antonio Guterres kutuk serangan Israel ke Libanon. Ia memperingatkan risiko besar terhadap gencatan senjata Iran-AS dan mendesak jalur diplomasi segera.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengungkap adanya pesan dari AS melalui perantara. Di sisi lain, PBB peringatkan Lebanon jangan jadi 'Gaza kedua'.
Perwakilan Iran di PBB tegaskan AS pikat tanggung jawab penuh atas agresi militer. Semua pangkalan musuh di kawasan jadi target sah respons defensif.
Menlu Sugiono bertemu Sekjen PBB António Guterres di New York, bahas Palestina, Board of Peace, dan partisipasi Presiden Prabowo Subianto.
Ia berkata, "kita menghadapi dunia tanpa batasan yang mengikat terkait persenjataan nuklir strategis antara Federasi Rusia dan Amerika Serikat."
PBB menegaskan rencana Israel memperluas permukiman di Dataran Tinggi Golan ilegal. Suriah upayakan kesepakatan keamanan baru terkait penarikan pasukan.
Wilayah udara Turki saat ini ditutup bagi pejabat Israel dan pesawat yang membawa senjata.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Israel dilaporkan mengerahkan sistem pertahanan udara Iron Dome ke Emirat Arab untuk melindungi infrastruktur kunci dari serangan rudal dan drone Iran di Teluk.
Ia juga mengkritik pelaksanaan dua putaran pembicaraan langsung antara Libanon dan Israel yang berlangsung di Washington beberapa hari lalu.
Militer Israel (IDF) melakukan investigasi atas laporan maraknya penjarahan rumah warga dan perusakan properti sipil oleh tentaranya di Libanon Selatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved