Sekjen PBB Desak AS-Iran Kembali Berunding di Tengah Blokade Laut

Thalatie K Yani
14/4/2026 05:49
Sekjen PBB Desak AS-Iran Kembali Berunding di Tengah Blokade Laut
Sekjen PBB António Guterres menegaskan tidak ada solusi militer untuk konflik AS-Iran. (AFP)

SEKRETARIS Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), António Guterres, menyerukan kepada Amerika Serikat dan Iran untuk segera melanjutkan negosiasi guna mengakhiri perang yang tengah berlangsung. Guterres menegaskan bahwa jalan kekerasan tidak akan membuahkan hasil bagi kedua belah pihak.

Menurut Guterres, sangat jelas bahwa "tidak ada solusi militer" untuk perang ini. Ia menekankan pentingnya menjaga kesepakatan gencatan senjata yang ada dan menghentikan segala bentuk pelanggaran.

"Gencatan senjata harus benar-benar dijaga dan semua pelanggaran harus dihentikan," ujar Guterres. "Saya menyerukan dilanjutkannya kembali pembicaraan agar kesepakatan dapat dicapai."

Selain mendesak perdamaian, Sekjen PBB juga mengingatkan seluruh negara untuk menghormati kebebasan navigasi internasional, terutama di wilayah strategis Selat Hormuz, sesuai dengan hukum internasional yang berlaku.

Sinyal Perundingan di Tengah Blokade

Meski situasi memanas akibat blokade AS di pesisir Iran, titik terang mengenai jalur diplomasi mulai muncul. Mohammad Eslami, seorang peneliti di Universitas Teheran, mengungkapkan kepada BBC World Service bahwa pembicaraan damai langsung antara Iran dan Amerika Serikat kemungkinan bisa dilanjutkan paling cepat minggu ini.

Eslami menilai blokade yang dilakukan pemerintahan Donald Trump saat ini merupakan bentuk tekanan terhadap kepemimpinan Iran di tengah upaya diskusi jalur belakang (back channels) mengenai penyelesaian diplomatik.

"Namun, tampaknya Donald Trump dan pemerintahannya tidak dapat membuka Selat Hormuz dengan blokade. Dan juga, menutup Selat Hormuz, mereka tidak dapat melanjutkan strategi ini untuk jangka panjang," kata Eslami.

Saat ini, pemerintah Iran dilaporkan masih terus menjalin komunikasi dengan Pakistan, serta Inggris dan Prancis. Berdasarkan sumber internal di kementerian luar negeri Iran, Eslami berspekulasi bahwa pembicaraan langsung tersebut mungkin akan digelar di Islamabad atau Jenewa dalam waktu dekat.

Strategi Tekanan dan Respons Iran

Di sisi lain, Abas Aslani, peneliti senior di Center for Middle East Strategic Studies di Teheran, menilai langkah blokade AS merupakan taktik untuk memperkuat posisi tawar di meja perundingan.

"Iran melihat blokade AS sebagai upaya untuk menciptakan daya tawar guna mendapatkan lebih banyak kompromi dari Teheran di meja perundingan," jelas Aslani dalam wawancaranya dengan BBC Radio 4.

Aslani menambahkan bahwa AS mencoba menerapkan taktik serupa yang pernah digunakan di Venezuela. Namun, ia memberikan peringatan keras bahwa strategi Iran berbeda. Jika kapal atau tanker Iran ditargetkan atau dihentikan, Iran dipastikan akan memberikan respons serupa. (BBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya