Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SEKRETARIS Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), António Guterres, menyerukan kepada Amerika Serikat dan Iran untuk segera melanjutkan negosiasi guna mengakhiri perang yang tengah berlangsung. Guterres menegaskan bahwa jalan kekerasan tidak akan membuahkan hasil bagi kedua belah pihak.
Menurut Guterres, sangat jelas bahwa "tidak ada solusi militer" untuk perang ini. Ia menekankan pentingnya menjaga kesepakatan gencatan senjata yang ada dan menghentikan segala bentuk pelanggaran.
"Gencatan senjata harus benar-benar dijaga dan semua pelanggaran harus dihentikan," ujar Guterres. "Saya menyerukan dilanjutkannya kembali pembicaraan agar kesepakatan dapat dicapai."
Selain mendesak perdamaian, Sekjen PBB juga mengingatkan seluruh negara untuk menghormati kebebasan navigasi internasional, terutama di wilayah strategis Selat Hormuz, sesuai dengan hukum internasional yang berlaku.
Meski situasi memanas akibat blokade AS di pesisir Iran, titik terang mengenai jalur diplomasi mulai muncul. Mohammad Eslami, seorang peneliti di Universitas Teheran, mengungkapkan kepada BBC World Service bahwa pembicaraan damai langsung antara Iran dan Amerika Serikat kemungkinan bisa dilanjutkan paling cepat minggu ini.
Eslami menilai blokade yang dilakukan pemerintahan Donald Trump saat ini merupakan bentuk tekanan terhadap kepemimpinan Iran di tengah upaya diskusi jalur belakang (back channels) mengenai penyelesaian diplomatik.
"Namun, tampaknya Donald Trump dan pemerintahannya tidak dapat membuka Selat Hormuz dengan blokade. Dan juga, menutup Selat Hormuz, mereka tidak dapat melanjutkan strategi ini untuk jangka panjang," kata Eslami.
Saat ini, pemerintah Iran dilaporkan masih terus menjalin komunikasi dengan Pakistan, serta Inggris dan Prancis. Berdasarkan sumber internal di kementerian luar negeri Iran, Eslami berspekulasi bahwa pembicaraan langsung tersebut mungkin akan digelar di Islamabad atau Jenewa dalam waktu dekat.
Di sisi lain, Abas Aslani, peneliti senior di Center for Middle East Strategic Studies di Teheran, menilai langkah blokade AS merupakan taktik untuk memperkuat posisi tawar di meja perundingan.
"Iran melihat blokade AS sebagai upaya untuk menciptakan daya tawar guna mendapatkan lebih banyak kompromi dari Teheran di meja perundingan," jelas Aslani dalam wawancaranya dengan BBC Radio 4.
Aslani menambahkan bahwa AS mencoba menerapkan taktik serupa yang pernah digunakan di Venezuela. Namun, ia memberikan peringatan keras bahwa strategi Iran berbeda. Jika kapal atau tanker Iran ditargetkan atau dihentikan, Iran dipastikan akan memberikan respons serupa. (BBC/Z-2)
Sekjen PBB Antonio Guterres kutuk serangan Israel ke Libanon. Ia memperingatkan risiko besar terhadap gencatan senjata Iran-AS dan mendesak jalur diplomasi segera.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres melakukan komunikasi intensif dengan sejumlah pemimpin negara Teluk guna menekan eskalasi konflik di Timur Tengah.
MENTERI Luar Negeri Republik Indonesia Sugiono menggelar pertemuan bilateral dengan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres.
Dalam pertemuan Komite Kelima PBB, Senin (1/12), Antonio Guterres mengusulkan agar anggaran tahun depan dipangkas menjadi US$3,24 miliar, turun US$577 juta atau 15,1% dari anggaran 2025.
Sekjen PBB Antonio Guterres sambut gencatan senjata Gaza dan pembebasan sandera. Trump sebut kesepakatan ini sebagai terobosan besar perdamaian. Baca selengkapnya!
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengungkap adanya pesan dari AS melalui perantara. Di sisi lain, PBB peringatkan Lebanon jangan jadi 'Gaza kedua'.
Perwakilan Iran di PBB tegaskan AS pikat tanggung jawab penuh atas agresi militer. Semua pangkalan musuh di kawasan jadi target sah respons defensif.
Menlu Sugiono bertemu Sekjen PBB António Guterres di New York, bahas Palestina, Board of Peace, dan partisipasi Presiden Prabowo Subianto.
Ia berkata, "kita menghadapi dunia tanpa batasan yang mengikat terkait persenjataan nuklir strategis antara Federasi Rusia dan Amerika Serikat."
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved