Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SEPULUH tentara Israel, termasuk seorang kolonel senior yang memimpin pangkalan depan unit infanteri elit, tewas pada hari Selasa (12/12) dalam penyergapan di Gaza utara, Palestina. Israel mengumumkannya pada hari ini, Rabu (13/12).
Disebutkan bahwa Itzhak Ben Basat, 44, kepala tim komandan Brigade Golani, tewas pada hari Selasa (12/12) dalam penyergapan oleh pejuang Palestina di lingkungan Shejaiya di Gaza, yang merupakan basis kelompok bersenjata Palestina.
Dikutip dari laman Middle Eye East, mendiang Ben Basat adalah perwira Israel paling senior yang terbunuh di Gaza sejak invasi darat dilancarkan pada akhir Oktober.
Baca juga : Penyamaran Gagal, Israel Malah Bunuh Tentaranya Sendiri
Tentara Israel mengkonfirmasi kematian delapan tentara lainnya di Gaza utara, termasuk seorang komandan resimen Golani, dua komandan kompi, seorang komandan peleton, seorang komandan kompi, dan tiga tentara tempur.
Israel menyebut sebagian besar tentara tersebut tewas karena kesalahan identifikasi dalam serangan udara, penembakan tank, dan tembakan. Kematian tentara dalam penyergapan hari Selasa memicu banyak reaksi dari politisi senior Israel.
Sejak melancarkan serangan darat pada akhir Oktober, sedikitnya 115 tentara Israel telah tewas. Sementara lebih dari 300 tentara tewas dalam serangan yang dipimpin Hamas pada tanggal 7 Oktober. Namun, angka tersebut diperkirakan mencapai lebih banyak lagi.
Baca juga : Hamas Hancurkan 135 Kendaraan Militer Israel dalam 72 Jam Terakhir
Menteri keamanan nasional sayap kanan Israel, Itamar Ben Gvir, menulis di halaman Facebook resminya pada hari Rabu (13/12), “Pagi yang sulit dengan berita yang mengancam,” seraya menambahkan bahwa ia menyampaikan belasungkawa kepada keluarga para tentara.
Berita kematian tentara tersebut muncul ketika Presiden AS Joe Biden mengatakan kepada para donor pada acara penggalangan dana pada hari Selasa bahwa Israel mulai kehilangan dukungan global atas pemboman tanpa pandang bulu di Gaza, yang merupakan kritik terkuatnya terhadap kepemimpinan Israel.
Sementara itu, lebih dari 18.000 warga Palestina telah terbunuh sejak Israel mulai membombardir Gaza, menurut kementerian kesehatan Gaza. Lebih dari separuh korban meninggal dunia adalah anak-anak dan perempuan.
Baca juga : Semua Faksi Militer di Gaza Bersatu Lawan Israel, bukan cuma Hamas
Itzhak Ben Basat diketahui bukan pasukan utama yang bertempur melawan Hamas. Tetapi, ia termasuk tentara bala bantuan yang bertugas membebaskan kawannya dari kepungan.
Dikutip dari media Israel, Basat terbunuh ketika dirinya dalam proses pensiun dari IDF. Mantan komandan Brigade Yiftah itu bergabung dengan Brigade Golani selama perang dengan Hamas.
Hari dimana ia tewas, seharusnya Basat menyelamatkan anggotanya yang terperangkap dalam pertempuran di Shijaiyah. Basat adalah perwira kelima berpangkat letnan kolonel yang terbunuh sejak berkonflik dengan Hamas.
Baca juga : Surat Cinta Tawanan Ibu Yahudi kepada Pejuang Gaza
Pertempuran Israel dan Hamas di Shijaiyah sangat alot. Pasukan Islam yang menghadapi Israel di tempat itu adalah Brigade Izzuddin Al-Qassam dari Hamas Batalion Shijaiyah, sebuah batalion yang sama sekali belum turun tangan dari awal perang.
Selain Basat, seorang komandan batalion ke-13 bernama Letkol Greenberg juga tewas.
Dalam rilis pihak Hamas, diungkap bahwa semua pasukan zionis berhasil disapu bersih, baik pasukan utama maupun bala bantuannya.
Baca juga : Brigade Al-Qassam Hancurkan 60 Kendaraan Tempur Israel
Berikut rilis dari Hamas mengenai pertempuran di Shijaiyah seperti dikutip dari Telegram.
PERNYATAAN RESMI AL-QASSAM
Setelah mujahidin kembali dari garis pertempuran di lingkungan Shijaiyah, mujahidin kami melaporkan telah menargetkan 7 kendaraan militer dengan peluru dan perangkat anti-lapis baja, termasuk tank King Commander dan sebuah pengangkut pasukan dengan 3 tentara di dalamnya, dan menghabisi awaknya.
Baca juga : Sosok Mohammed Deif, Arsitek Hamas yang Diburu Israel selama 30 Tahun
Mereka juga bertempur dengan tentara regu penyelamat Israel yang mencoba menyelamatkan awak tank Baz 3 dan membunuh beberapa dari mereka.
Selain itu juga menargetkan penembak jitu Zionis dengan peluru "RPG" dan terlibat dalam pertempuran sengit dengan pasukan musuh di beberapa daerah dari jarak nol, di mana mereka mengkonfirmasi pembunuhan langsung terhadap 11 tentara Zionis dan menyita peralatan dan barang milik beberapa tentara yang tewas dan meninggalkan yang lain tewas atau terluka.
Allahu Akbar!
Demikian kabar terbaru mengenai Palestina. Semoga informasi ini bermanfaat. (Z-4)
Loyalis Mahmoud Abbas menang pemilu lokal Palestina, termasuk di Gaza. Partisipasi rendah, hasil dinilai langkah awal menuju persatuan politik nasional.
PPS melaporkan peningkatan penangkapan sistematis perempuan Palestina oleh Israel. 90 tahanan di Penjara Damon hadapi kondisi keras dan pelecehan.
MER-C Indonesia menyampaikan bahwa RS Indonesia di Gaza utara merupakan bukti solidaritas masyarakat Indonesia terhadap Palestina.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) bersama Tempo Scan memberikan layanan kesehatan gratis bagi 1.500 warga Palestina, terutama bagi kelompok rentan.
Fenomena pembongkaran mandiri di Jerusalem Timur meningkat. Warga Palestina terpaksa menghancurkan rumahnya sendiri untuk menghindari denda puluhan ribu dolar.
Selama periode yang sama, sebanyak 761 jasad warga Palestina telah ditemukan.
Dewan Perdamaian (BoP) mendesak Hamas serahkan senjata dan peta terowongan Gaza pekan ini sebagai bagian dari rencana perdamaian tahap kedua Donald Trump.
Komandan Hamas diculik di Gaza City, picu operasi pencarian. Di Tepi Barat, militer Israel tembak mati pemuda Palestina saat penggerebekan di Hebron.
Pejabat Hamas Bassem Naim kecam utusan Board of Peace, Nickolay Mladenov, karena syaratkan pelucutan senjata sebagai imbalan rekonstruksi Gaza dan penarikan pasukan.
Anggota Komisi I DPR RI Amelia Anggraini menegaskan rencana pengiriman TNI ke Gaza merupakan misi kemanusiaan di bawah mandat PBB, bukan keterlibatan Indonesia dalam konflik bersenjata.
Studi The Lancet ungkap kematian di Gaza 35% lebih tinggi dari data resmi. Hingga Jan 2025, 75 ribu warga tewas akibat serangan Israel, mayoritas perempuan & anak-anak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved