Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SERANGAN terhadap rumah sakit di Gaza, Palestina, yang menewaskan sedikitnya 200 orang telah menimbulkan gelombang kecaman di seluruh dunia Arab. Bahkan negara-negara sekutu menyalahkan Israel atas serangan tersebut, meskipun Israel membantahnya.
Kecaman tersebut bertepatan dengan unjuk rasa kemarahan di Libanon, Yordania, Libia, Yaman, Tunisia, Turki, Maroko, Iran, dan Tepi Barat yang diduduki Israel. Lebih banyak lagi demonstrasi yang direncanakan pada Rabu (18/10) menyusul seruan untuk Hari Kemarahan di seluruh wilayah.
Israel dan militan Palestina saling menyalahkan atas serangan terhadap rumah sakit pada Selasa malam. Tentara Israel mengatakan pada Rabu bahwa mereka memiliki bukti bahwa militanlah yang bertanggung jawab.
Baca juga: Dubes Iran Kecam Serangan Isreal terhadap RS di Gaza
Namun Uni Emirat Arab dan Bahrain, yang keduanya menjalin hubungan dengan Israel melalui Abraham Accords tahun 2020, mengutuk serangan Israel yang terjadi saat Israel mengepung Gaza. "Uni Emirat Arab mengutuk keras serangan Israel yang mengakibatkan kematian dan cederanya ratusan orang," kata kantor berita resmi UEA, WAM, pada Rabu pagi.
Kementerian Luar Negeri Bahrain, "Menyatakan kutukan dan kecaman keras Kerajaan Bahrain atas pengeboman Israel," kata Kantor Berita Bahrain.
Baca juga: Indonesia Hadiri Pertemuan Darurat OKI soal Palestina
Maroko, negara lain yang mengakui Israel pada 2020, juga menyalahkan Israel atas serangan tersebut. Begitu pula Mesir, yang menjadi negara Arab pertama yang menormalisasi hubungan pada 1979.
Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi mengutuk keras pengeboman Israel terhadap rumah sakit Ahli Arab yang menyebabkan kematian ratusan korban tak berdosa di antara warga Palestina di Gaza. Dia menyebut pengeboman yang disengaja itu merupakan pelanggaran nyata terhadap hukum internasional.
Baca juga: HRW: Kapan Negara-negara Barat akan Membuka Mata?
Arab Saudi, yang telah mengakhiri pembicaraan mengenai kemungkinan hubungan dengan Israel sejak kekerasan berkobar, menyebut ledakan tersebut sebagai kejahatan keji yang dilakukan oleh pasukan pendudukan Israel.
Selama konferensi pers di Beirut pada Rabu, kelompok Islam Palestina Hamas menyerukan serangan terhadap pasukan Israel di Tepi Barat dan wilayah lain sebagai tanggapan terhadap serangan Israel terhadap rumah sakit.
Baca juga: Biden Dukung Pernyataan Israel tentang Pengeboman Rumah Sakit Gaza
"Kami menyerukan rakyat kami di Tepi Barat dan rakyat kami di Palestina untuk bangkit melawan musuh Zionis dan bentrok dengan pasukannya di semua kota, desa, dan kamp," kata pejabat Hamas Osama Hamdan kepada wartawan.
Hamdan menyerukan protes di seluruh wilayah pada Jumat dan Sabtu. Mereka menuntut pengusiran duta besar entitas Zionis di seluruh ibu kota Arab dan Islam.
Yordania mengatakan Israel, "Memikul tanggung jawab atas insiden serius ini." Qatar, yang memiliki hubungan dekat dengan Hamas, mengecam pembantaian brutal tersebut.
Organisasi Konferensi Islam, yang juga menyalahkan Israel, menyebutnya sebagai, "Kejahatan perang, kejahatan terhadap kemanusiaan, dan terorisme negara yang terorganisasi."
Sekretaris Jenderal Dewan Kerja Sama Teluk Jasem Mohamed Albudaiwi mengatakan hal itu merupakan bukti nyata pelanggaran serius yang dilakukan pasukan pendudukan Israel.
Ketua Liga Arab Ahmed Aboul Gheit pada Selasa meminta para pemimpin untuk, "Segera menghentikan tragedi ini."
"Pikiran jahat apa yang dengan sengaja membombardir rumah sakit dan penghuninya yang tidak berdaya?" tulisnya di X, sebelumnya Twitter.
Serangan itu terjadi di tengah gelombang serangan udara mematikan Israel di Gaza menyusul serangan kelompok militan Palestina Hamas yang menewaskan 1.400 orang.
Gerakan Hizbullah di Libanon yang didukung Iran menyerukan Hari Kemarahan terhadap Israel menyusul serangan itu ketika ratusan orang berunjuk rasa di kedutaan besar AS dan Prancis semalaman. Mereka bentrok dengan pasukan keamanan.
Protes lebih lanjut direncanakan pada Rabu. Libanon bergabung dengan negara-negara Arab lain yang mengumumkan hari berkabung nasional.
Di Tunisia, ribuan orang berkumpul di luar kedutaan Prancis menuntut pengusiran duta besar Prancis dan AS sebagai protes atas dukungan pemerintah mereka terhadap Israel.
Irak, yang juga menyalahkan pihak berwenang Israel, menuntut resolusi segera dan mendesak dari Dewan Keamanan PBB untuk menghentikan serangan gencar Israel di Gaza. Ratusan orang melakukan protes di ibu kota Baghdad sambil mengibarkan bendera Palestina.
Aljazair mengutuk serangan itu sebagai, "Tindakan biadab," yang dilakukan oleh, "Pasukan pendudukan."
Pemerintah Libia yang berbasis di Tripoli, yang diakui secara internasional, menyebut serangan terhadap rumah sakit tersebut sebagai, "Kejahatan tercela," ketika beberapa ratus orang melakukan protes di Tripoli dan kota-kota Libia lain. (AFP/Z-2)
PBB menegaskan rencana Israel memperluas permukiman di Dataran Tinggi Golan ilegal. Suriah upayakan kesepakatan keamanan baru terkait penarikan pasukan.
Wilayah udara Turki saat ini ditutup bagi pejabat Israel dan pesawat yang membawa senjata.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Israel dilaporkan mengerahkan sistem pertahanan udara Iron Dome ke Emirat ArabĀ untuk melindungi infrastruktur kunci dari serangan rudal dan drone Iran di Teluk.
Ia juga mengkritik pelaksanaan dua putaran pembicaraan langsung antara Libanon dan Israel yang berlangsung di Washington beberapa hari lalu.
Militer Israel (IDF) melakukan investigasi atas laporan maraknya penjarahan rumah warga dan perusakan properti sipil oleh tentaranya di Libanon Selatan.
Laporan Al Akhbar mengungkap pengalihan dana rekonstruksi Gaza sebesar US$17 miliar ke Israel di tengah ketegangan AS-Iran. Simak detail manuver politiknya.
Dewan Perdamaian (BoP) mendesak Hamas serahkan senjata dan peta terowongan Gaza pekan ini sebagai bagian dari rencana perdamaian tahap kedua Donald Trump.
Komisaris UNRWA Philippe Lazzarini menyerukan pembentukan panel ahli tingkat tinggi untuk selidiki kematian 390 staf PBB di Gaza. Baca selengkapnya di sini.
PM Malaysia Anwar Ibrahim mengatakan Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi memberikan jaminan untuk memfasilitasi penyaluran bantuan kemanusiaan Malaysia kepada masyarakat Gaza.
Belanda dan Islandia resmi bergabung dengan Afrika Selatan dalam gugatan dugaan genosida Israel di Mahkamah Internasional (ICJ) per Maret 2026.
Peringatan tahun ini juga diwarnai suasana duka mendalam menyusul kabar gugurnya Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah Sayyid Ali Khamenei.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved