Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KELOMPOK militan Palestina, Hamas, mengklaim telah membebaskan seorang wanita Israel dan dua orang anak yang ditahan selama pertempuran dengan pasukan Israel. Tentara Israel mengatakan bahwa mereka sedang memeriksa klaim dari militan Palestina tersebut.
"Seorang pemukim Israel dan dua anaknya dibebaskan setelah mereka ditahan selama bentrokan,” kata Brigade Ezzedine al-Qassem, sayap bersenjata Hamas, Kamis, (12/10).
Sebuah rekaman video yang ditayangkan oleh jaringan televisi Hamas Al-Aqsa menunjukkan seorang wanita yang mengenakan kemeja biru dengan dua anak di sebuah area berduri yang tampaknya berada di antara Israel dan Jalur Gaza, sementara tiga pejuang Hamas terlihat berjalan pergi.
Baca juga: 1.200 Warga Palestina Tewas oleh Serangan Israel, 338.934 Orang Mengungsi
Rekaman itu tidak menunjukkan adanya personel militer yang menerima ketiganya, dan video itu tampaknya direkam pada siang hari.
AFP tidak dapat memverifikasi keaslian rekaman tersebut secara independen.
Saluran televisi Israel menolak klaim Hamas, dan mengatakan perempuan dan dua anak itu tidak pernah dibawa ke Jalur Gaza oleh para pejuang Hamas setelah mereka melancarkan serangan mematikan itu.
Baca juga: Listrik Diputus, Rumah Sakit Gaza Jadi Kuburan
Saluran-saluran televisi tersebut mengidentifikasi wanita tersebut sebagai Avital Aladjem, seorang penduduk kibbutz Holit, yang mengatakan telah dibawa secara paksa oleh para militan Hamas bersama dengan dua anak tetangganya ke daerah perbatasan antara Israel dan Jalur Gaza.
Wanita itu mengatakan bahwa sekelompok pejuang kemudian melepaskannya bersama anak-anak tersebut.
Sementara sekitar 150 orang disandera oleh Hamas dalam serangan hari Sabtu. Sejauh ini belum ada pembebasan resmi dari sandera yang ditahan tersebut.
(AFP/Z-9)
Loyalis Mahmoud Abbas menang pemilu lokal Palestina, termasuk di Gaza. Partisipasi rendah, hasil dinilai langkah awal menuju persatuan politik nasional.
PPS melaporkan peningkatan penangkapan sistematis perempuan Palestina oleh Israel. 90 tahanan di Penjara Damon hadapi kondisi keras dan pelecehan.
MER-C Indonesia menyampaikan bahwa RS Indonesia di Gaza utara merupakan bukti solidaritas masyarakat Indonesia terhadap Palestina.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) bersama Tempo Scan memberikan layanan kesehatan gratis bagi 1.500 warga Palestina, terutama bagi kelompok rentan.
Fenomena pembongkaran mandiri di Jerusalem Timur meningkat. Warga Palestina terpaksa menghancurkan rumahnya sendiri untuk menghindari denda puluhan ribu dolar.
Selama periode yang sama, sebanyak 761 jasad warga Palestina telah ditemukan.
Dewan Perdamaian (BoP) mendesak Hamas serahkan senjata dan peta terowongan Gaza pekan ini sebagai bagian dari rencana perdamaian tahap kedua Donald Trump.
Komandan Hamas diculik di Gaza City, picu operasi pencarian. Di Tepi Barat, militer Israel tembak mati pemuda Palestina saat penggerebekan di Hebron.
Pejabat Hamas Bassem Naim kecam utusan Board of Peace, Nickolay Mladenov, karena syaratkan pelucutan senjata sebagai imbalan rekonstruksi Gaza dan penarikan pasukan.
Anggota Komisi I DPR RI Amelia Anggraini menegaskan rencana pengiriman TNI ke Gaza merupakan misi kemanusiaan di bawah mandat PBB, bukan keterlibatan Indonesia dalam konflik bersenjata.
Studi The Lancet ungkap kematian di Gaza 35% lebih tinggi dari data resmi. Hingga Jan 2025, 75 ribu warga tewas akibat serangan Israel, mayoritas perempuan & anak-anak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved