Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Luar Negeri Retno Marsudi menegaskan pemerintah Indonesia telah berupaya maksimal untuk mengevakuasi 10 warga negara Indonesia (WNI) di Jalur Gaza, Palestina. Wilayah itu merupakan pusat konflik Israel dengan kelompok militan Hamas, yang hingga kini kondisinya belum mendukung proses evakuasi.
Meskipun demikian, kata Retno, persiapan telah dilakukan berikut komunikasi antara pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri dengan sejumlah negara sahabat dan organisasi dunia, misalnya Palang Merah Internasional (ICRC).
"Kami sudah berkoordinasi dengan banyak pihak termasuk Presiden dari Palang Merah Internasional (ICRC) juga berkoordinasi untuk perencanaan evakuasi. Tetapi situasinya masih belum memungkinkan untuk dilakukan pergerakan," kata Retno di Bali, Rabu (11/10).
Baca juga : Sosok Mohammed Deif, Arsitek Hamas yang Diburu Israel selama 30 Tahun
Menurut dia, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) telah mengantongi seluruh identitas dan informasi pendukung para WNI di Jalur Gaza. Hal itu disempurnakan dengan beberapa skenario perpindahan WNI dari Gaza ke tempat lebih aman.
Baca juga : Israel Gempur Gaza, Militan Libanon dan Suriah Kirim Roket
"Tetapi karena situasinya, maka belum memungkinkan terjadi pergerakan. Dan saya kemarin seharian berkomunikasi dengan Presiden ICRC secara langsung. Begitu situasi dinilai aman, dan yang menilai aman bukan hanya kita, namun kita berkomunikasi dengan banyak pihak untuk menggerakan," paparnya.
Prioritas utama Kemlu dalam proses evakuasi WNI di Gaza, lanjut dia, memastikan seluruhnya selamat. Tujuan tersebut harus tercapai sehingga membutuhkan perhitungan yang matang dan memastikan situasinya mendukung evakuasi.
"Kata selamat itu perlu betul-betul dipertebal. Aman berarti bisa atau memungkinkan terjadinya pergerakan. Karena tidak mungkin dalam situasi yang tidak aman seperti perang, di mana kita tidak pernah tahu target (rudal/bom)," tegasnya.
Akibat situasi keamanan di wilayah itu masih kacau, kata dia, maka pemerintah Indonesia terus memantau secara real time. Ketika terdapat kesempatan, maka evakuasi WNI dapat langsung dilaksanakan sesegera mungkin.
"Jadi di Gaza memang belum bisa dilakukan evakuasi," pungkasnya.
Berdasarkan data yang dihimpun Kementerian Luar Negeri (Kemlu), saat ini terdapat 45 WNI di Palestina. Sebanyak 10 orang di antaranya berada di Gaza.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah meminta seluruh WNI di Palestina segera dievakuasi. Jokowi juga mengatakan Indonesia mendesak agar perang dan tindakan kekerasan segera dihentikan untuk menghindari lebih banyak korban dan kehancuran harta benda. (Z-8)
Laporan Al Akhbar mengungkap pengalihan dana rekonstruksi Gaza sebesar US$17 miliar ke Israel di tengah ketegangan AS-Iran. Simak detail manuver politiknya.
Dewan Perdamaian (BoP) mendesak Hamas serahkan senjata dan peta terowongan Gaza pekan ini sebagai bagian dari rencana perdamaian tahap kedua Donald Trump.
Komisaris UNRWA Philippe Lazzarini menyerukan pembentukan panel ahli tingkat tinggi untuk selidiki kematian 390 staf PBB di Gaza. Baca selengkapnya di sini.
PM Malaysia Anwar Ibrahim mengatakan Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi memberikan jaminan untuk memfasilitasi penyaluran bantuan kemanusiaan Malaysia kepada masyarakat Gaza.
Belanda dan Islandia resmi bergabung dengan Afrika Selatan dalam gugatan dugaan genosida Israel di Mahkamah Internasional (ICJ) per Maret 2026.
Peringatan tahun ini juga diwarnai suasana duka mendalam menyusul kabar gugurnya Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah Sayyid Ali Khamenei.
PBB menegaskan rencana Israel memperluas permukiman di Dataran Tinggi Golan ilegal. Suriah upayakan kesepakatan keamanan baru terkait penarikan pasukan.
Wilayah udara Turki saat ini ditutup bagi pejabat Israel dan pesawat yang membawa senjata.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Israel dilaporkan mengerahkan sistem pertahanan udara Iron Dome ke Emirat ArabĀ untuk melindungi infrastruktur kunci dari serangan rudal dan drone Iran di Teluk.
Ia juga mengkritik pelaksanaan dua putaran pembicaraan langsung antara Libanon dan Israel yang berlangsung di Washington beberapa hari lalu.
Militer Israel (IDF) melakukan investigasi atas laporan maraknya penjarahan rumah warga dan perusakan properti sipil oleh tentaranya di Libanon Selatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved