Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Jerman sangat prihatin dengan penetapan Israel atas enam kelompok masyarakat sipil Palestina terkemuka sebagai organisasi teroris yang dilarang. Langkah tersebut juga dikritik oleh PBB.
Negara Yahudi itu mengatakan keputusannya pekan lalu karena dugaan pendanaan mereka terhadap Front Populer untuk Pembebasan Palestina (PFLP). Ia menuduh enam orang bekerja secara diam-diam dengan kelompok militan kiri, yang memelopori pembajakan pesawat pada 1970-an untuk menyoroti perjuangan Palestina dan dimasukkan dalam daftar hitam oleh beberapa pemerintah Barat.
"Kami sangat prihatin dengan keputusan Israel," kata seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri Jerman kepada wartawan, Rabu (27/10). Penempatan kelompok itu dalam daftar teror akan memiliki implikasi politik, hukum, dan keuangan yang luas bagi mereka.
Baca juga: AS Kritik Keras, Israel Lanjutkan Pembangunan 3.000 Rumah di Palestina
Pemerintah Jerman secara rutin melakukan peninjauan terhadap tuduhan dan indikasi hubungan kemungkinan mitra dengan organisasi teroris. "Kami menunggu informasi lebih lanjut dari pemerintah Israel tentang pembenarannya atas langkah tersebut," kata juru bicara itu.
Kepala Hak Asasi Manusia PBB Michelle Bachelet pada Selasa menyebut keputusan Israel sebagai serangan terhadap kebebasan berserikat, berpendapat, dan berekspresi, serta hak untuk partisipasi publik. Jerman dan Israel menjalin hubungan diplomatik yang kuat dalam beberapa dekade setelah Perang Dunia II, dengan Berlin berkomitmen untuk melestarikan negara Yahudi sebagai penebusan dosa atas Holocaust.
Baca juga: Israel Kirim Utusan ke AS tentang Kelompok Palestina Dicap Teroris
Selama 16 tahun berkuasa, Kanselir Angela Merkel telah menggambarkan keamanan nasional Israel sebagai prioritas penting dalam kebijakan luar negeri Jerman. Ia berjanji itu akan terus berlanjut oleh pemerintah masa depan dalam kunjungannya ke Jerusalem bulan ini. (AFP/OL-14)
Serangan bom brutal mengguncang jalan raya Kolombia sebulan sebelum Pilpres. Sebanyak 20 warga sipil tewas dalam ledakan yang diduga didalangi kelompok kriminal.
Setiap hubungan internasional harus dicermati dengan kritis dan penuh kewaspadaan agar tidak berujung pada ketergantungan.
TIM advokasi untuk Demokrasi mendatangi Bareskrim Polri melaporkan kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus mendorong pengusutan dengan pasal terorisme
Pakistan puncaki Global Terrorism Index 2026 dengan 1.139 kematian pada 2025. Kelompok TTP jadi aktor paling mematikan di tengah tren penurunan terorisme global.
Ali Larijani peringatkan adanya plot serangan ala 9/11 oleh sisa jaringan Epstein untuk memfitnah Iran. Teheran tegaskan siap balas serangan AS dan Israel.
Persoalan terorisme merupakan kejahatan sipil yang harus ditangani polisi yang tunduk pada hukum sipil.
Loyalis Mahmoud Abbas menang pemilu lokal Palestina, termasuk di Gaza. Partisipasi rendah, hasil dinilai langkah awal menuju persatuan politik nasional.
PPS melaporkan peningkatan penangkapan sistematis perempuan Palestina oleh Israel. 90 tahanan di Penjara Damon hadapi kondisi keras dan pelecehan.
MER-C Indonesia menyampaikan bahwa RS Indonesia di Gaza utara merupakan bukti solidaritas masyarakat Indonesia terhadap Palestina.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) bersama Tempo Scan memberikan layanan kesehatan gratis bagi 1.500 warga Palestina, terutama bagi kelompok rentan.
Fenomena pembongkaran mandiri di Jerusalem Timur meningkat. Warga Palestina terpaksa menghancurkan rumahnya sendiri untuk menghindari denda puluhan ribu dolar.
Selama periode yang sama, sebanyak 761 jasad warga Palestina telah ditemukan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved