Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MANTAN kepala hak asasi manusia PBB Navi Pillay akan memimpin penyelidikan terbuka tentang pelanggaran sistematis di Israel dan wilayah Palestina. Demikian diumumkan pada Kamis (22/7).
Presiden Dewan Hak Asasi Manusia PBB mengatakan Pillay akan memimpin tim penyelidikan beranggotakan tiga orang untuk menngetahui pelanggaran dan akar penyebab konflik Timur Tengah selama beberapa dekade. Penyelidikan dipicu selama sesi khusus dewan yang berfokus pada lonjakan kekerasan mematikan antara Israel dan Palestina pada Mei.
Komisi penyelidikan (COI) ialah penyelidikan tingkat tertinggi yang dapat diperintahkan oleh Dewan Hak Asasi Manusia. Dewan yang berbasis di Jenewa itu mengadakan sesi khusus pada 27 Mei lalu.
Ia memutuskan untuk membentuk komisi penyelidikan internasional independen untuk menyelidiki semua dugaan pelanggaran hukum humaniter internasional serta semua dugaan kekerasan dan pelanggaran hukum hak asasi manusia internasional di Israel dan wilayah Palestina yang diduduki, termasuk Jerusalem Timur.
Komisi tersebut ditugaskan menyelidiki semua akar penyebab ketegangan yang berulang, ketidakstabilan, dan berlarut-larutnya konflik, termasuk diskriminasi dan penindasan sistematis berdasarkan identitas nasional, etnis, ras atau agama.
Baca juga: Ben & Jerry Putuskan Berhenti Jualan Es Krim di Permukiman Israel di Palestina
Para komisaris diberi mandat untuk mengetahui fakta dan keadaan seputar pelanggaran dan mengidentifikasi mereka yang bertanggung jawab dengan maksud untuk memastikan bahwa pelaku pelanggaran dimintai pertanggungjawaban.
Dewan sebelumnya memerintahkan delapan penyelidikan atas pelanggaran hak yang dilakukan di wilayah Palestina. Jadi ini yang pertama dengan mandat untuk memeriksa akar penyebab dan menyelidiki pelanggaran sistematis.
COI harus melapor ke Dewan Hak Asasi Manusia setiap tahun mulai Juni 2022. Komisi ini ialah COI terbuka pertama yang pernah ada. Komisi lain seperti yang ada di Suriah perlu memperbarui mandat mereka setiap tahun.
Baca juga: Tiongkok dan Mesir Sumbangkan 500 Ribu Dosis Vaksin untuk Palestina
Pillay, mantan hakim Afrika Selatan, menjabat sebagai komisaris tinggi PBB untuk hak asasi manusia dari 2008 hingga 2014. Dia akan bergabung dengan Miloon Kothari dari India, pelapor khusus PBB pertama untuk perumahan yang layak, dan pakar hukum hak asasi manusia internasional Australia Chris Sidoti. (AFP/OL-14)
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
PBB menduga penggunaan IED dalam insiden yang menewaskan tiga prajurit TNI di Libanon Selatan. Simak kronologi dan identitas korban di sini.
PBB tengah menyelidiki serangan yang menyebabkan gugurnya tiga personel TNI di UNIFIL Lebanon. Hasil investigasi akan segera diumumkan.
Diplomat PBB Mohamad Safa mengundurkan diri dan mengungkap kekhawatiran skenario penggunaan senjata nuklir terhadap Iran di tengah ketegangan global.
Indonesia desak PBB usut tuntas serangan Israel di Lebanon Selatan yang menewaskan 3 prajurit TNI UNIFIL. Simak kronologi dan tuntutan hukum RI di DK PBB.
Iran menuding Amerika Serikat dan Israel melakukan aksi terorisme dan pembunuhan terencana terhadap Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei.
PBB menegaskan rencana Israel memperluas permukiman di Dataran Tinggi Golan ilegal. Suriah upayakan kesepakatan keamanan baru terkait penarikan pasukan.
Wilayah udara Turki saat ini ditutup bagi pejabat Israel dan pesawat yang membawa senjata.
Israel dilaporkan mengerahkan sistem pertahanan udara Iron Dome ke Emirat ArabĀ untuk melindungi infrastruktur kunci dari serangan rudal dan drone Iran di Teluk.
Ia juga mengkritik pelaksanaan dua putaran pembicaraan langsung antara Libanon dan Israel yang berlangsung di Washington beberapa hari lalu.
Militer Israel (IDF) melakukan investigasi atas laporan maraknya penjarahan rumah warga dan perusakan properti sipil oleh tentaranya di Libanon Selatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved